Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi sholat Jum’at lalu dia mengerjakan sholat sebanyak yang bisa dilakukannya kemudian dia diam -mendengarkan khutbah- sampai khotib menyelesaikan khutbahnya lalu dia menjalankan sholat bersamanya niscaya akan diampuni dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at yang lain ditambah tiga hari.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [4/169])
Hadits yang agung ini mengandung mutiara hikmah, antara lain:
Keutamaan mandi Jum’at (lihat Syarh Muslim [4/169]). Ibnu Abdil Barr berkata, “Saya tidak mengetahui ada ulama yang menyatakan mandi jum’at itu sebagai perkara fardhu/wajib kecuali ulama Zhahiriyah. Mereka mewajibkannya dan menganggap orang yang sengaja meninggalkannya termasuk golongan orang yang bermaksiat kepada Allah. Meskipun demikian mereka tetap menilai sah orang yang melakukan sholat Jum’at tanpa mandi sebelumnya…” (al-Istidzkar [5/18] pdf). Salah satu dalil terkuat yang dianggap menunjukkan bahwa mandi jum’at tidak wajib adalah hadits Samurah bin Jundab radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at maka hal itu cukup dan baik, sedangkan barangsiapa yang mandi maka mandi itu lebih baik.” (HR. Ahmad, ad-Darimi, at-Tirmidzi dan beliau menghasankannya, akan tetapi al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits ini memiliki cacat/illah, lihat Fath al-Bari [2/421] pdf). Ikrimah menceritakan, suatu ketika sebagian penduduk Iraq datang menemui Ibnu Abbas dan bertanya, “Wahai Ibnu Abbas, apakah mandi Jum’at itu wajib?”. Beliau menjawab, “Tidak. Namun hal itu lebih bersih dan lebih bagus serta lebih baik bagi orang yang mandi. Barangsiapa yang tidak sempat mandi maka tidak mengapa…” (al-Istidzkar [5/31] pdf, Ibnu Hajar menghasankan riwayat ini namun menurut beliau riwayat lain yang lebih kuat dari Ibnu Abbas justru sebaliknya, lihat Fath al-Bari [2/422] pdf). Imam Malik pernah ditanya mengenai hukum mandi Jum’at apakah ia wajib, maka beliau menjawab, “Hal itu bagus, akan tetapi tidak wajib.” (al-Istidzkar [5/32] pdf). Namun terdapat dalil-dalil lain yang lebih kuat secara sanad dan zahirnya menunjukkan bahwa mandi Jum’at adalah wajib. Bahkan, Ibnu Mundzir menukilkan bahwa Abu Hurairah, Ammar bin Yasir dan sahabat Nabi yang lain -radhiyallahu’anhum- mewajibkannya (lihat Fath al-Bari [2/420]). Wallahu a’lam.
Dianjurkan untuk mengerjakan sholat sunnah mutlak -dua raka’at-dua raka’at- tanpa ada batasan maksimal jumlah raka’atnya sebelum imam/khotib datang untuk berkhutbah (yaitu sebelum khotib naik mimbar), hal ini merupakan madzhab Syafi’i dan mayoritas ulama/jumhur (lihat Syarh Muslim [4/169], lihat juga al-Wajiz fi Fiqhi Sunnah wal Kitab al-’Aziz, hal. 146)
Hendaknya diam mendengarkan khutbah (lihat Syarh Muslim [4/169])
Berbicara sebelum khutbah dimulai atau -sesudah khutbah- sebelum takbiratul ihram -untuk sholat Jum’at- adalah tidak mengapa (lihat Syarh Muslim [4/169])
Luasnya ampunan Allah ta’ala. Dimana Allah berkenan mengampuni dosa dengan sebab amal-amal shalih yang bisa dilakukan secara rutin oleh seorang hamba dalam setiap pekannya. Dan hal ini juga menunjukkan betapa besarnya kebutuhan kita terhadap ampunan dan rahmat-Nya, yang karenanya maka Allah menjadikan banyak sebab agar hamba bisa meraih ampunan dari-Nya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami…
Keutamaan yang agung ini hanya berlaku bagi orang yang beriman dan tidak melakukan kekafiran atau kemusyrikan yang membuatnya keluar dari agama. Allah ta’ala telah menegaskan hal ini dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan nabi-nabi sebelummu; apabila kamu berbuat syirik maka pasti akan lenyap semua amalmu dan kelak kamu pasti termasuk golongan orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65)
http://abumushlih.com/
Rabu, 07 April 2010
e Utamaan Hari Jum'ah ..
Assalamu'alaikum .wr.wb. (mudah2han bermanfaat dan untuk kita ketahui)
Dinukil dari Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin jilid 2 karya Imam Al-Ghazali (penerjemah Ustadz Ahmad Rofi’ Utsmani)
Hari Jumat adalah hari Raya, Islam diagungkan oleh Allah SWT karena hari Jumat dan dikhususkan-Nya kaum Muslimin dengan hari Jumat ini.
Allah SWT berfirman:
” Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli…” (QS. Al-Jumu’ah 62: 9)
Demikian hal-nya pada hari Jumat tidak diperkenankan mengurusi urusan duniawi (yang berlebihan) dan tiap-tiap perbuatan yang menghalangi dari berangkat menunaikan shalat Jumat.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT mewajibkan atas kalian shalat Jumat pada hariku ini dan pada tempatku ini.” (HR Ibnu Majah)
Beliau SAW juga bersabda,” Barangsiapa yang meninggalkan (shalat) Jumat tiga kali tanpa ‘udzur niscaya dicapkan oleh Allah pada qalbunya.” (HR. Ahmad)
Dalam riwayat yang lain, “…Sungguh, ia (muslim yang meninggalkan shalat Jumat tanpa ‘udzur) telah melemparkan Islam ke belakangnya.” (HR. Al-Baihaqi)
Suatu saat seorang laki-laki datang kepada Ibn ‘Abbas ra. menanyakan tentang orang mati yang tidak pernah menunaikan shalat Jumat dan shalat berjamaah. Jawab beliau,” Di dalam neraka !” Maka orang tersebut bolak-balik datang kepada Ibn ‘Abbas sebulan lamanya menanyakan persoalan yang sama, tetapi Ibn ‘Abbas tetap menjawab, “Di dalam neraka !”
Pada sebuah hadist (yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori) dikemukakan bahwa Ahli Kitab pernah dikaruniai hari Jumat. Tapi kemudian mereka berselisih sehingga berpaling dari hari Jumat itu. Lalu kita pun diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk menerima Allah beri petunjuk untuk menerima hari Jumat. Hari itu dikemudiankan oleh Allah dalam memberikan-Nya kepada umat Islam ini dan dijadikan sebagai hari Raya bagi umat Islam. Karena itu umat Islam menjadi umat yang lebih diutamakan dan didahulukan, sedangkan Ahli Kitab menjadi pengikut mereka.
Pada hadist yang diriwayatkan Anas ra., Nabi SAW bersabda, ” Datang kepadaku Jibril as. dan pada tangannya terdapat sebuah cermin putih, seraya berkata, ‘Inilah Jumat, yang diwajibkan atasmu oleh Tuhanmu untuk menjadikannya hari raya bagimu dan umat sesudahmu.’ Lalu aku bertanya,”Terdapat apakah di dalamnya bagi kami?”
Jibrilpun menjawab,“Kalian mempunyai waktu yang diutamakan. Barangsiapa berdoa padanya kebajikan, niscaya Allahmenganugrahi kebajikan padanya, atau jika dia tidak memperoleh kebahagiaan, niscaya kebahagiaan itu diberikanbahkan yang lebih besar. Atau jika ia berlindung dari kejahatan, niscaya Allah akan melindungi dengan perlindungan yang lebih besar daripada kejahatan tersebut.
Hari Jumat adalah sayyidul ayyam(penghulu segala hari), jika Kita bermohon pada Allah di hari itu, niscaya di akhirat akan menjadi hari kelebihan.”
Lalu aku bertanya, “Mengapa demikian?”
Jibril as. menjawab,“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan dalam surga sebuah lembah yang luas dari kesturi putih. Maka apabila datang hari Jumat, niscaya turunlah Dia dari surga yang tinggi di atas Kursy-Nya. Lalu jelaslah Dia kepada bagi mereka, sehingga para penghuni surga memandang kepada Wajah-Nya. (HR Anas)
Pada hadist lainnya Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari ialah hari Jumat. Pada hari Jumat, dijadikan Adam as. Pada hari jumat pula Adam as. dimasukkan ke dalam surga, diturnkan ke bumi, diterima taubatnya, adam as. meninggal dan pada hari Jumat itu berdirinya qiamat. Adalah hari Jumat itu pada sisi Allah SWt merupakan hari keutamaan. Begitulah hari Jumat dinamakan oleh ara malaikat di langit, yaitu: hari memandang ke Allah Ta’ala dalam di surga.
Pada hadist yang lain, disebutkan bahwa pada tiap-tiap hari Jumat, Allah ‘Azza wa Jalla mempunyai enam ratus ribu orang yang dimerdekakan dari api neraka.
Dalam hadist lainnya yang diriwayatkan oleh Anas ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila selamatlah (amal seseorang) di hari Jumat, maka seamatlah (amal) di hari-hari lainnya.”
Bersabda Rasulullah SAW, ” Bahwa neraka jahim itu menggelegak pada setiap hari sebelum tergelincir matahari pada tengah hari di puncak langit. Maka janganlah kamu mengerjakan shaat pada saat itu, kecuali hari Jumat. Maka hari Jumat itu, adalah shalat seluruhnya dan neraka Jahanam tiada menggelegak padanya.”
Berkata Ka’ab ra.,” Bahwa Alah ‘Azza wa Jalla melebihkan Mekah dari segala negri, Ramadhan dari segala bulan, Jumat dari segala hari dan Lailatul Qadar dari segala malam. Dan dikatakan bahwa burung dan hewan yang berjumpa satu sama lain pada hari Jumat mengucapkan:’Selamat…selamat …hari yang baik.’”
Rasulullah SAW juga bersabda,” Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.”
Nah…, para sahabt2ku , demikianlah Allah dan Rasul-Nya mengutamakan hari Jumat sebagai hari yang diutamakan, skrg .. bagaimana dengan kita ?
Rahasia Keutamaan Hari Jumat :
Andaikata Rasulullah masih hidup, beliau pasti membenci sineas Indonesia yang menjadikan hari Jumat seolah hari menakutkan dan horor...
Novelis Ayu Sutrisna (diperankan Suzanna) sering mengalami tangan gemetar dan keringat dingin keluar karena mengidap phobia tertentu. Anton (diperankan Alan Nuari), psikiater dan sekaligus pacar yang merawatnya, menganjurkan hidup santai dan menghindari suasana sibuk dan bising.
Ia pun menyepi di sebuah rumah tua milik ayah Anton. Namun dua penjaga rumah tua itu mati mengerikan ketika mencoba memperkosa Ayu. Mereka diperkirakan dibunuh setan. Akhirnya tabir terbuka, ayah Anton mengaku bahwa istrinya telah melahirkan bayi di malam Jumat Kliwon dan terbunuh.
Malam Jumat Kliwon adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 1986. Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra ini dibintangi antara lain oleh Suzanna dan Alan Nuari.
Malam Jumat Kliwon adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 1986. Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra ini dibintangi antara lain oleh Suzanna dan Alan Nuari.
Alkisah, di atas era 80-an dan seterusnya, para sineas lain di Indonesia menjadikan hari Jumat sebagai hari menakutkan. Hampir bisa disaksikan di semua TV atau film-film horor, menjadikan hari Jumat sebagai hari “kebangkitan” para setan. Walhasil, hari Jumat adalah hari menyeramkan!
Begitulah para sineas Indonesia yang telah ikut menyumbang keburukan dengan menjadikan Hari Jumat seolah-oleh hari paling sial dan menakutkan. Andai Rasulullah masih hidup di tengah-tengah kita, mungkin baginda akan marah besar. Betapa tidak, karena baginda Rasulullah sangat memuliakan hari Jumat. Dalam banyak riwayat, Rasulullah bahkan meminta kita memuliakan hari itu.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]
Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.
Amalan Mulia
Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.
Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut;
Pertama, Hari Keberkahan. Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
Kedua, Hari Dikabulkannya doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.
“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu'ah:9]
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”
,Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim. Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk." [HR. Muslim]
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat."
Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam "al-Musnad" dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
"Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata'ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata'ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam 'Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.
Etika Menyambut Hari Jumat
Mandi Jum’at [jenabat]
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jenabat biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
A. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian
Rasulullah berkata, "Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at." [HR. Bukhari]
B. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)
C. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]
D. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”
E. Memperbanyak Shalawat.
Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: "Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat." [HR. Baihaqi]
Dari Aus Radhiallahu 'anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda: "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya: "wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi." [HR, "al-Khamsah]
Mencintai Apa yang Dicintai Nabi
Rasulullah Muhammad adalah orang pilihan dan kekasih Allah SWT. Apapun amalan yang disukai Nabi adalah hal yang paling disukai Allah dan setiap amalan yang dibenci Nabi juga dimurkai Allah.
Bentuk kesungguhan kita mencintai Rasulullah Saw adalah berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh mengikuti dan meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT, وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا. Artinya, ”Apa saja yang dibawa oleh Rasul untuk kalian, ambillah, dan apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.” [QS. al-Hasyr [59]: 7]
Dalam ayat lain disebutkan, Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [Qs. Ali-Imran [3]: 31].
Karena itu, apapun yang sudah ditetapkan Nabi –termasuk memuliakan hari Jumat-- adalah sesuatu yang sudah pasti disukai Allah SWT. Sangatlah tidak pantas bagi kita sekalian mengada-adakan dan mengarang-ngarang sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dan tidak pernah dilakukan Nabi kita.
Semoga setelah ini kita ikut menjadikan dan memuliakan hari Jumat.
[nih ana himpun .. dari berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
Keutamaan Berdo’a Pada Hari Jum’at
Keutamaan Berdo’a Pada Hari Jum’atHari Jum'at adalah hari yang paling utama dalam sepekan. Allah ta'ala telah mengkhususkan untuk kaum muslimin yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya sebagai karunia dan pemuliaan terhadap ummat ini. Pada hari tersebut terdapat ibadah-ibadah yang khusus (yang paling agung adalah Shalat Jum'at).
Di bawah ini akan disampaikan dalil-dalil yang menyebutkan keutamaannya dan sunnah-sunnah serta kewajiban yang diperintahkan dalam rangka memuliakan hari Jum'at.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah mengatakan, artinya: "Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum'at. Pada hari itu diciptakan Adam ‘alaihissalam, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga pada hari itu dan kiamat akan terjadi pada hari Jum'at pula." (HR. Muslim, Abu Dawud, Annasa'i, Tirmidzi dan dishahihkannya. Lihat Fiqhussunnah oleh Sayyid Sabiq bab Jum'ah).
Sebagaimana telah disebutkan di muka bahwa ibadah khusus yang mulia pada hari Jum'at adalah shalat Jum'at. Barangsiapa yang meninggalkannya tanpa ada alasan syar'i akan mendapatkan dosa besar adan akan diadzab dengan adzab yang pedih.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang suatu kaum yang meninggalkan shalat Jum'at, artinya : "Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahakan seorang laki-laki shalat bersama dengan manusia kemudian aku membakar rumah-rumah mereka yang tidak melakukan shalat Jum'at." (HR. Muslim, Ad Darimi dan Al Baihaqi).
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Muhammad bin Abdurrahman bin Zahrah, aku mendengar pamanku berkata, Rasulullah bersabda, artinya : "Barangsiapa mendengan panggilan adzan pada hari Jum'at dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, maka Allah akan menutup hatinya dan menjadikan hatinya seperti hati orang munafik." (HR. Al Baihaqi, Abu Ya'la, dishahihkan oleh Ibnu Hajar dan Ibnu Mundzir, hadits ini dihasankan oleh Masyhur Hasan Salman dalam Al Qulul Mubin fii Akhtha'il Mushollin).
Berikut ini beberapa hal yang disunnahkan berkenaan dengan keutamaan hari Jum'at :
1. Disunnnahkan berdo'a karena berdo'a pada hari itu akan dikabulkan terutama pada waktu / saat mustajab (mudahj terkabul do'a).
Hal ini terdapat hadits bersumber dari Jabir bin Abdillah :
Dari Jabir bin Abdillah dari Raslullah bahwasanya beliau berkata, artinya : "Pada hari Jum'at ada dua belas waktu. Tidak ditemukan seorang muslim yang sedang memohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wa jalla kecuali pasti Dia memberinya. Maka carilah waktu itu, yaitu akhir waktu setelah ‘Ashr." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, hadits 926 hal. 196)
Do'a yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah meminta kebaikan di dunia dan akhirat dan meminta perlindungan dari neraka. Dalam suatu hadits disebutkan: "Barangsiapa yang meminta dimasukkan ke dalam surga, maka surga mengatakan : "Ya, Allah, masukkan dia ke dalam surga". Dan barangsiapa yang meminta perlindungan dari api neraka kepada Allah subhanahu wata'ala, maka neraka akan berkata : "Ya Allah, lindungilah dia dari neraka." (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jaami' no. 6151/, lihat Shifatun Naar fil Kitab was Sunnah oleh Mahmud bin Khalifah Al Jasim).
2. Disunnahkan memperbanyak bacaan shalawat Nabi
Aus bin Aus radliyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, artinya: "Seutama-utama hari adalah hari Jum'at. Padanya diciptakan dan dimatikannya Adam ‘alaihissalam, ditiup sangkakala dan dibinasakannya manusia. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu karena shalawatmu akan sampai kepadaku." Para sahabat bertanya : "Bagaimana bisa sampai kepadamu sedangkan jasadmu telah dimakan tanah?" Rasulullah berkata : "Allah subhanahu wata'ala mngharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi." (HR. Abu Dawud, Shahih, Lihat Shahih Sunan Abu Dawud hal. 196 hadits no. 925 oleh Syaikh Nashiruddin Al Abani)
3. Disunnahkan membaca Surat Al Kahfi pada siang atau malam harinya (Lihat Al Adzkar oleh Imam An Nawawi)
Seorang muslim yang menghafal sepuluh atau tiga ayat pertama dari surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Juga barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dan sepuluh ayat dari Surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Dalilnya adalah hadits dari Abu Darda' radliyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata : "Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al Kahfi terjaga dari fitnah Dajjal." (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dan Tirmidzi).
Pada lafadz Tirmidzi : "Barangsiapa menghafal tiga surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal ." Dia berkata : "Hadits Hasan". Pada hadits yang diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abu Darda' radliyallahu ‘anhu bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : "Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal". Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Muslim dari Nasa'i dari Qatadah radliyallahu ‘anhu.
Dan pada lafadz Nasa'i menyatakan : "Barangsiapa membaca sepuluh ayat (mana saja) dari surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal."
Pada hadits yang marfu' (sanadnya bersambung sampai Rasulullah.) dari Ali bin Abi Thalib : "Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at maka ia akan dijaga dari setiap fitnah sampai delapan hari walaupun Dajjal keluar ia akan tetap terjaga dari fitnahnya". (Lihat tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi).
Disunnahkan pula membaca surat Ali Laam Miim tanziil - assajdah dan Hal ata ‘alal insan pada shalat fajar (shubuh). Abu Hurairah mengatakan : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca surat Alif Laam Miim tanziil assajdah dan Hal ata ‘alal insan pada shalat subuh hari Jum'at. (Muttafaq ‘alaih)
Menurut Thabrani dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi terus-menerus membaca kedua surat tersebut . Menurut riwayat dari Ibnu Abbas dan Abi Hurairah radliallahu'anhuma berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam membaca Surat Al Jum'ah dan Munafiqun pada hari Jum'at . (HR. Muslim).
Demikian pula Nabi membaca surat Sabbihisma dan Al Ghasyiah pada shalat Jum'at. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir surat Al-A'la dan Al Ghasyiah).
Salam Silahturohim ...
Dinukil dari Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin jilid 2 karya Imam Al-Ghazali (penerjemah Ustadz Ahmad Rofi’ Utsmani)
Hari Jumat adalah hari Raya, Islam diagungkan oleh Allah SWT karena hari Jumat dan dikhususkan-Nya kaum Muslimin dengan hari Jumat ini.
Allah SWT berfirman:
” Apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli…” (QS. Al-Jumu’ah 62: 9)
Demikian hal-nya pada hari Jumat tidak diperkenankan mengurusi urusan duniawi (yang berlebihan) dan tiap-tiap perbuatan yang menghalangi dari berangkat menunaikan shalat Jumat.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT mewajibkan atas kalian shalat Jumat pada hariku ini dan pada tempatku ini.” (HR Ibnu Majah)
Beliau SAW juga bersabda,” Barangsiapa yang meninggalkan (shalat) Jumat tiga kali tanpa ‘udzur niscaya dicapkan oleh Allah pada qalbunya.” (HR. Ahmad)
Dalam riwayat yang lain, “…Sungguh, ia (muslim yang meninggalkan shalat Jumat tanpa ‘udzur) telah melemparkan Islam ke belakangnya.” (HR. Al-Baihaqi)
Suatu saat seorang laki-laki datang kepada Ibn ‘Abbas ra. menanyakan tentang orang mati yang tidak pernah menunaikan shalat Jumat dan shalat berjamaah. Jawab beliau,” Di dalam neraka !” Maka orang tersebut bolak-balik datang kepada Ibn ‘Abbas sebulan lamanya menanyakan persoalan yang sama, tetapi Ibn ‘Abbas tetap menjawab, “Di dalam neraka !”
Pada sebuah hadist (yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori) dikemukakan bahwa Ahli Kitab pernah dikaruniai hari Jumat. Tapi kemudian mereka berselisih sehingga berpaling dari hari Jumat itu. Lalu kita pun diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk menerima Allah beri petunjuk untuk menerima hari Jumat. Hari itu dikemudiankan oleh Allah dalam memberikan-Nya kepada umat Islam ini dan dijadikan sebagai hari Raya bagi umat Islam. Karena itu umat Islam menjadi umat yang lebih diutamakan dan didahulukan, sedangkan Ahli Kitab menjadi pengikut mereka.
Pada hadist yang diriwayatkan Anas ra., Nabi SAW bersabda, ” Datang kepadaku Jibril as. dan pada tangannya terdapat sebuah cermin putih, seraya berkata, ‘Inilah Jumat, yang diwajibkan atasmu oleh Tuhanmu untuk menjadikannya hari raya bagimu dan umat sesudahmu.’ Lalu aku bertanya,”Terdapat apakah di dalamnya bagi kami?”
Jibrilpun menjawab,“Kalian mempunyai waktu yang diutamakan. Barangsiapa berdoa padanya kebajikan, niscaya Allahmenganugrahi kebajikan padanya, atau jika dia tidak memperoleh kebahagiaan, niscaya kebahagiaan itu diberikanbahkan yang lebih besar. Atau jika ia berlindung dari kejahatan, niscaya Allah akan melindungi dengan perlindungan yang lebih besar daripada kejahatan tersebut.
Hari Jumat adalah sayyidul ayyam(penghulu segala hari), jika Kita bermohon pada Allah di hari itu, niscaya di akhirat akan menjadi hari kelebihan.”
Lalu aku bertanya, “Mengapa demikian?”
Jibril as. menjawab,“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan dalam surga sebuah lembah yang luas dari kesturi putih. Maka apabila datang hari Jumat, niscaya turunlah Dia dari surga yang tinggi di atas Kursy-Nya. Lalu jelaslah Dia kepada bagi mereka, sehingga para penghuni surga memandang kepada Wajah-Nya. (HR Anas)
Pada hadist lainnya Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari ialah hari Jumat. Pada hari Jumat, dijadikan Adam as. Pada hari jumat pula Adam as. dimasukkan ke dalam surga, diturnkan ke bumi, diterima taubatnya, adam as. meninggal dan pada hari Jumat itu berdirinya qiamat. Adalah hari Jumat itu pada sisi Allah SWt merupakan hari keutamaan. Begitulah hari Jumat dinamakan oleh ara malaikat di langit, yaitu: hari memandang ke Allah Ta’ala dalam di surga.
Pada hadist yang lain, disebutkan bahwa pada tiap-tiap hari Jumat, Allah ‘Azza wa Jalla mempunyai enam ratus ribu orang yang dimerdekakan dari api neraka.
Dalam hadist lainnya yang diriwayatkan oleh Anas ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila selamatlah (amal seseorang) di hari Jumat, maka seamatlah (amal) di hari-hari lainnya.”
Bersabda Rasulullah SAW, ” Bahwa neraka jahim itu menggelegak pada setiap hari sebelum tergelincir matahari pada tengah hari di puncak langit. Maka janganlah kamu mengerjakan shaat pada saat itu, kecuali hari Jumat. Maka hari Jumat itu, adalah shalat seluruhnya dan neraka Jahanam tiada menggelegak padanya.”
Berkata Ka’ab ra.,” Bahwa Alah ‘Azza wa Jalla melebihkan Mekah dari segala negri, Ramadhan dari segala bulan, Jumat dari segala hari dan Lailatul Qadar dari segala malam. Dan dikatakan bahwa burung dan hewan yang berjumpa satu sama lain pada hari Jumat mengucapkan:’Selamat…selam
Rasulullah SAW juga bersabda,” Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.”
Nah…, para sahabt2ku , demikianlah Allah dan Rasul-Nya mengutamakan hari Jumat sebagai hari yang diutamakan, skrg .. bagaimana dengan kita ?
Rahasia Keutamaan Hari Jumat :
Andaikata Rasulullah masih hidup, beliau pasti membenci sineas Indonesia yang menjadikan hari Jumat seolah hari menakutkan dan horor...
Novelis Ayu Sutrisna (diperankan Suzanna) sering mengalami tangan gemetar dan keringat dingin keluar karena mengidap phobia tertentu. Anton (diperankan Alan Nuari), psikiater dan sekaligus pacar yang merawatnya, menganjurkan hidup santai dan menghindari suasana sibuk dan bising.
Ia pun menyepi di sebuah rumah tua milik ayah Anton. Namun dua penjaga rumah tua itu mati mengerikan ketika mencoba memperkosa Ayu. Mereka diperkirakan dibunuh setan. Akhirnya tabir terbuka, ayah Anton mengaku bahwa istrinya telah melahirkan bayi di malam Jumat Kliwon dan terbunuh.
Malam Jumat Kliwon adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 1986. Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra ini dibintangi antara lain oleh Suzanna dan Alan Nuari.
Malam Jumat Kliwon adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 1986. Film yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra ini dibintangi antara lain oleh Suzanna dan Alan Nuari.
Alkisah, di atas era 80-an dan seterusnya, para sineas lain di Indonesia menjadikan hari Jumat sebagai hari menakutkan. Hampir bisa disaksikan di semua TV atau film-film horor, menjadikan hari Jumat sebagai hari “kebangkitan” para setan. Walhasil, hari Jumat adalah hari menyeramkan!
Begitulah para sineas Indonesia yang telah ikut menyumbang keburukan dengan menjadikan Hari Jumat seolah-oleh hari paling sial dan menakutkan. Andai Rasulullah masih hidup di tengah-tengah kita, mungkin baginda akan marah besar. Betapa tidak, karena baginda Rasulullah sangat memuliakan hari Jumat. Dalam banyak riwayat, Rasulullah bahkan meminta kita memuliakan hari itu.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]
Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.
Amalan Mulia
Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.
Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut;
Pertama, Hari Keberkahan. Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.
Kedua, Hari Dikabulkannya doa. Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.
“Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [HR.Bukhari dan Muslim]
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” [Muttafaqun Alaih]
Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat. Rasulullah bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu Daud]
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS: Al-Jumu'ah:9]
“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”
,Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non-Muslim. Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk." [HR. Muslim]
Kelima, Hari Allah menampakkan diri. Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah menampakkan diri kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di Surga. Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat."
Masih banyak keistimewan hari Jumat. Di antaranya adalah; Dalam "al-Musnad" dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
"Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata'ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata'ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam 'Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat. Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.
Karena itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.
Etika Menyambut Hari Jumat
Mandi Jum’at [jenabat]
Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya, “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jenabat biasa. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
A. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian
Rasulullah berkata, "Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at." [HR. Bukhari]
B. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)
C. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jumat
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]
D. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”
E. Memperbanyak Shalawat.
Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: "Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat." [HR. Baihaqi]
Dari Aus Radhiallahu 'anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda: "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya: "wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi." [HR, "al-Khamsah]
Mencintai Apa yang Dicintai Nabi
Rasulullah Muhammad adalah orang pilihan dan kekasih Allah SWT. Apapun amalan yang disukai Nabi adalah hal yang paling disukai Allah dan setiap amalan yang dibenci Nabi juga dimurkai Allah.
Bentuk kesungguhan kita mencintai Rasulullah Saw adalah berlomba-lomba dan bersungguh-sungguh mengikuti dan meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT, وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا. Artinya, ”Apa saja yang dibawa oleh Rasul untuk kalian, ambillah, dan apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.” [QS. al-Hasyr [59]: 7]
Dalam ayat lain disebutkan, Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [Qs. Ali-Imran [3]: 31].
Karena itu, apapun yang sudah ditetapkan Nabi –termasuk memuliakan hari Jumat-- adalah sesuatu yang sudah pasti disukai Allah SWT. Sangatlah tidak pantas bagi kita sekalian mengada-adakan dan mengarang-ngarang sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dan tidak pernah dilakukan Nabi kita.
Semoga setelah ini kita ikut menjadikan dan memuliakan hari Jumat.
[nih ana himpun .. dari berbagai sumber/www.hidayatullah.co
Keutamaan Berdo’a Pada Hari Jum’at
Keutamaan Berdo’a Pada Hari Jum’atHari Jum'at adalah hari yang paling utama dalam sepekan. Allah ta'ala telah mengkhususkan untuk kaum muslimin yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya sebagai karunia dan pemuliaan terhadap ummat ini. Pada hari tersebut terdapat ibadah-ibadah yang khusus (yang paling agung adalah Shalat Jum'at).
Di bawah ini akan disampaikan dalil-dalil yang menyebutkan keutamaannya dan sunnah-sunnah serta kewajiban yang diperintahkan dalam rangka memuliakan hari Jum'at.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah mengatakan, artinya: "Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum'at. Pada hari itu diciptakan Adam ‘alaihissalam, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga pada hari itu dan kiamat akan terjadi pada hari Jum'at pula." (HR. Muslim, Abu Dawud, Annasa'i, Tirmidzi dan dishahihkannya. Lihat Fiqhussunnah oleh Sayyid Sabiq bab Jum'ah).
Sebagaimana telah disebutkan di muka bahwa ibadah khusus yang mulia pada hari Jum'at adalah shalat Jum'at. Barangsiapa yang meninggalkannya tanpa ada alasan syar'i akan mendapatkan dosa besar adan akan diadzab dengan adzab yang pedih.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang suatu kaum yang meninggalkan shalat Jum'at, artinya : "Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahakan seorang laki-laki shalat bersama dengan manusia kemudian aku membakar rumah-rumah mereka yang tidak melakukan shalat Jum'at." (HR. Muslim, Ad Darimi dan Al Baihaqi).
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Muhammad bin Abdurrahman bin Zahrah, aku mendengar pamanku berkata, Rasulullah bersabda, artinya : "Barangsiapa mendengan panggilan adzan pada hari Jum'at dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, maka Allah akan menutup hatinya dan menjadikan hatinya seperti hati orang munafik." (HR. Al Baihaqi, Abu Ya'la, dishahihkan oleh Ibnu Hajar dan Ibnu Mundzir, hadits ini dihasankan oleh Masyhur Hasan Salman dalam Al Qulul Mubin fii Akhtha'il Mushollin).
Berikut ini beberapa hal yang disunnahkan berkenaan dengan keutamaan hari Jum'at :
1. Disunnnahkan berdo'a karena berdo'a pada hari itu akan dikabulkan terutama pada waktu / saat mustajab (mudahj terkabul do'a).
Hal ini terdapat hadits bersumber dari Jabir bin Abdillah :
Dari Jabir bin Abdillah dari Raslullah bahwasanya beliau berkata, artinya : "Pada hari Jum'at ada dua belas waktu. Tidak ditemukan seorang muslim yang sedang memohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wa jalla kecuali pasti Dia memberinya. Maka carilah waktu itu, yaitu akhir waktu setelah ‘Ashr." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, hadits 926 hal. 196)
Do'a yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah meminta kebaikan di dunia dan akhirat dan meminta perlindungan dari neraka. Dalam suatu hadits disebutkan: "Barangsiapa yang meminta dimasukkan ke dalam surga, maka surga mengatakan : "Ya, Allah, masukkan dia ke dalam surga". Dan barangsiapa yang meminta perlindungan dari api neraka kepada Allah subhanahu wata'ala, maka neraka akan berkata : "Ya Allah, lindungilah dia dari neraka." (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jaami' no. 6151/, lihat Shifatun Naar fil Kitab was Sunnah oleh Mahmud bin Khalifah Al Jasim).
2. Disunnahkan memperbanyak bacaan shalawat Nabi
Aus bin Aus radliyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, artinya: "Seutama-utama hari adalah hari Jum'at. Padanya diciptakan dan dimatikannya Adam ‘alaihissalam, ditiup sangkakala dan dibinasakannya manusia. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu karena shalawatmu akan sampai kepadaku." Para sahabat bertanya : "Bagaimana bisa sampai kepadamu sedangkan jasadmu telah dimakan tanah?" Rasulullah berkata : "Allah subhanahu wata'ala mngharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi." (HR. Abu Dawud, Shahih, Lihat Shahih Sunan Abu Dawud hal. 196 hadits no. 925 oleh Syaikh Nashiruddin Al Abani)
3. Disunnahkan membaca Surat Al Kahfi pada siang atau malam harinya (Lihat Al Adzkar oleh Imam An Nawawi)
Seorang muslim yang menghafal sepuluh atau tiga ayat pertama dari surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Juga barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dan sepuluh ayat dari Surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Dalilnya adalah hadits dari Abu Darda' radliyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata : "Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al Kahfi terjaga dari fitnah Dajjal." (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa'i dan Tirmidzi).
Pada lafadz Tirmidzi : "Barangsiapa menghafal tiga surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal ." Dia berkata : "Hadits Hasan". Pada hadits yang diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abu Darda' radliyallahu ‘anhu bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berkata : "Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal". Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Muslim dari Nasa'i dari Qatadah radliyallahu ‘anhu.
Dan pada lafadz Nasa'i menyatakan : "Barangsiapa membaca sepuluh ayat (mana saja) dari surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal."
Pada hadits yang marfu' (sanadnya bersambung sampai Rasulullah.) dari Ali bin Abi Thalib : "Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at maka ia akan dijaga dari setiap fitnah sampai delapan hari walaupun Dajjal keluar ia akan tetap terjaga dari fitnahnya". (Lihat tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi).
Disunnahkan pula membaca surat Ali Laam Miim tanziil - assajdah dan Hal ata ‘alal insan pada shalat fajar (shubuh). Abu Hurairah mengatakan : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca surat Alif Laam Miim tanziil assajdah dan Hal ata ‘alal insan pada shalat subuh hari Jum'at. (Muttafaq ‘alaih)
Menurut Thabrani dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi terus-menerus membaca kedua surat tersebut . Menurut riwayat dari Ibnu Abbas dan Abi Hurairah radliallahu'anhuma berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam membaca Surat Al Jum'ah dan Munafiqun pada hari Jum'at . (HR. Muslim).
Demikian pula Nabi membaca surat Sabbihisma dan Al Ghasyiah pada shalat Jum'at. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir surat Al-A'la dan Al Ghasyiah).
Salam Silahturohim ...
NOMOR TELEPHONE / HP MASYAIKH ATAU ULAMA2 KIBAR
لمن لديه سؤال في الدين أو استفسار أو نحو ذلك ..
و حياكم...
ملحوظة : الأرقام كلها من المملكة العربية السعودية ..
لذا استبدلوا الصفر في بداية كل رقم برقم فتح الخط السعودي
( 00966 )
:: أرقام المشايخ ::
عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ
4829730/4810005/4828390/01
عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين
(رحمه الله)
4596520/4253050/4250416/01 فاكس
صالح بن محمد اللحيدان
4829802/4655279/01
بكر بن عبد الله أبو زيد
(رحمه الله)
4511541/4655279/01
عبد المحسن العباد
8475207/04
صالح بن فوزان الفوزان
4588570/4787840/4767420/01
عبد الله بن عبد الرحمن الغديان
4111729/4113796/01
عبد الله بن محمد الغنيمان
3694401/3230526/06
أبو بكر الجزائري
8254837/8371500/04
فيحان بن شالي المطيري
8363309/04
علي بن سعيد الغامدي
8282071/8384093/04 جوال 054593813
عبد المحسن بن عبد الله الزامل
4240870/4037628/01
عبد الله بن سليمان المنيع
5561712/5586254/02 جوال 055501731
عبد العزيز بن عبد الله الراجحي
2582939/4915930/01
عبد الرحمن بن ناصر البراك
2582899/2410428/01
عبد الله بن محمد المطلق
2584837/4214086/01
صالح بن عبد الله بن حميد
5580639/02
محمد السبيل
5733277/5565503/02
سعود الشريم
5746004/02
عبد الرحمن السديس
5275819/02
علي بن عبد الرحمن الحذيفي
8253596/04
عبد الباري الثبيتي
8370300/04
عبد المحسن القاسم
8292028/04 جوال 055372032
صلاح البدير
055470866
سليمان العلوان
3816716/06 جوال 055151311
صالح بن غانم السدلان
4643083/01
احمد بن عبد الله العمري
8411883/04 جوال 053334044
أنيس بن احمد طاهر
8486115/04 جوال 055300229
سلمان بن فهد العودة
3820789/06 جوال 054250250
عبد الوهاب بن ناصر الطريري
4622706/01
سعيد بن مسفر القحطاني
5571424/02 بعد صلاة المغرب
ناصر عبد الكريم العقل
2318972/01 جوال 055142120
سعد بن عبد الله البريك
جوال 055441178
سفر بن عبد الرحمن الحوالي
5281050/02
محمد بن سعيد القحطاني
5281141/02
إبراهيم بن عبد الله الغيث
4210696/01 جوال 055419565
ناصر العمر
2491455/01
عائض بن عبد الله القرني
فاكس 4196663/01 جوال 054222000
إبراهيم بن عبد الله الدويش
3337191/3333003/06 يوم الثلاثاء بعد المغرب
محمد بن صالح المنجد
فاكس 8825737/03 جوال 055802296
علي عبد الخالق القرني
02/5376142
محمد عبد الرحمن العريفي
2460368/01 جوال 055845140
إبراهيم الفارس
4910307/4912482/01
سعيد بن علي بن وهف القحطاني
4984380/01
عمر بن سعود العيد
4259612/01 جوال 055457377
يحي اليحي
8344095/04
عبد العزيز بن محمد السدحان
4250470/01 جوال 055469946
عبد الرحمن المحمود
2326327/01
محمد حسن الدريعي
4630858/01
محمد بن عبد الرحمن الدخيل
8380022/04 جوال 055308749
عبد الرحمن الفريان
4312090/01
عبد العزيز بن إبراهيم القاسم
4240734/01 جوال 055484807
خالد بن علي المشيقح
3248076/06 جوال 055148076
صالح بن عواد المغامسي
جوال 055319008
عبد الكريم بن إبراهيم الغيضة
جوال 055304127
عبيد بن سالم العمري
جوال 055321442
عبيد الله بن احمد القحطاني
جوال 054549596
منصور بن عبد العزيز السماري
4923434/01
سلطان العويد
8412749/03
عبد الرزاق عبد المحسن العباد
8471810/04 جوال 055308367
عبد الله الجلالي
3642705/06
محمد جميل زينو
5561827/02
موسى بن حسن ميان
8640407/04 جوال 055315688
عابد السفياني
5565220/02
سليمان اللحيدان
055667261
محمد بن عبد العزيز المسند
2390210/01
عبد الله بن عبد الوهاب سرداد
جوال 055314323
إبراهيم بن صالح الخضيري
4216724/01 جوال 055404373
عبد العزيز بن محمد الداود
4595956/4412103/01
عبد الله بن صالح القصير
جوال 055255565
صالح الأطرم
2328798/4585443/01
سعد بن ناصر الشثري
4886247/01
عبد الكريم بن عبد الله الخضير
2330025/2330056/01
عبد المحسن بن ناصر العبيكان
4259762/4260616/01
علي الجمعة
3810560/06
عبد العزيز العقل
3242111/3246576/06
عبد الله بن صالح الفوزان
3234178/06
سعيد الدعجاني
6831669/02
عبد الله الحبيشي
054362202
سعد بن سعيد الحجري
2270479/07 جوال 053752282
عبد العزيز السويدان
جوال 055804137
عبد المجيد الزنداني
009671341733 - 009671256690
ياسر بن عبدالرحمن المحميد
39331322 - 00973
:: أرقام هواتف مكاتب الدعوة والإرشاد في السعودية ::
رئاسة البحوث العلمية والإفتاء
4595555/01 7320900/02 5589825/5589824/02
مركز الدعوة والإرشاد بمكة
5360594/02
مركز الدعوة والإرشاد بالمدينة
8212423/8252664/8220825/04
مركز الدعوة والإرشاد ببريدة
3248980/06
مركز الدعوة والإرشاد بالرياض
4010211/01
مركز الدعوة والإرشاد بجدة
6637643/6656994/02
مركز الدعوة والإرشاد بأبها
2240038/07
مركز الدعوة والإرشاد بينبع
3913620/04
مركز الدعوة والإرشاد بتبوك
4211315/04
مركز الدعوة والإرشاد بالدمام
8263535/03
:: الإيميلات للمشايخ و العلماء و الدعاة و طلاب العلم ::
مشرف موقع الشيخ عبدالعزيز بن باز (رحمه الله)
ahmad@ibnbaz.org.sa
الأستاذ / عصام العطار
alattar-web@ifrance.com
الدكتور / فاروق الدسوقي
ask@aldesouky.com.kg
الشيخ / ناصر الفهد
alssalaf@yahoo.com
الشيخ / عبدالمحسن بن ناصر العبيكان
al-obikan@maktoob.com
الشيخ الدكتور / محمد بن حسين الجيزاني
maljezane@hotmail.com
الشيخ / محمد المختار الشنقيطي
webmaster@shankeety.com
الشيخ سلمان بن فهد العودة
salman@aloadah.com
الشيخ / عائض بن عبدالله القرني
AAlqarni@al-islam.com
الشيخ / سليمان بن ناصر العلوان
snallwan@hotmail.com
الشيخ / علي بن خضير الخضير
khodair_site@hotmail.com
الشيخ / عبدالرحمن عبدالخالق
supervisor@salafi.net
الشيخ محمد الحمود النجدي
alathry@alathry.net
الشيخ عثمان الخميس
almanhaj@almanhaj.com
الشيخ / محمد المنجد
questions@islam-qa.com
الشيخ / سعد البريك
sogian@hotmail.com
الشيخ / موسى بن حسن ميان
almyyan@al-islam.com
الشيخ / محمد الدويش
dweesh@dweesh.com
الشيخ / مازن الفريح
mazen@sheikh-mazen.net
الشيخ / عبد الرحمن بن محمد الهرفي
a_alharfi@hotmail.com
الشيخ / حامد بن عبدالله العلي
hamed_alali@yahoo.com
الشيخ / نشأت بن أحمد
nashatnet@ayna.com
الشيخ / فيصل مولوي
fatawa@mawlawi.net
الدكتور / صلاح صالح الراشد
salah@alrashed.net
الدكتور / مازن مطبقاني
mazen_mutabagani@hotmail.com
الدكتور / طارق السويدان
tareq_suwaidan@hotmail.com
الشيخ الدكتور/ جعفر شيخ إدريس
a@jaafaridris.com
الشيخ الدكتور/ فالح بن محمد الصغير
falehmalsgair@yahoo.com
الشيخ / محمد بن عبد الرحمن العريفي
arefe5@yahoo.com
الداعية / قيس الكلبي
a1kkaa@aol.com
الشيخ / عبدالكريم الغضية
gdyyah@yahoo.com
الشيخ / سعد بن سعيد الحجري
hjry@naseej.com
عبدالله بن سليمان الحبيشي
alhobieshi@hotmail.com
و حياكم...
ملحوظة : الأرقام كلها من المملكة العربية السعودية ..
لذا استبدلوا الصفر في بداية كل رقم برقم فتح الخط السعودي
( 00966 )
:: أرقام المشايخ ::
عبد العزيز بن عبد الله آل الشيخ
4829730/4810005/4828390/01
عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين
(رحمه الله)
4596520/4253050/4250416/01
صالح بن محمد اللحيدان
4829802/4655279/01
بكر بن عبد الله أبو زيد
(رحمه الله)
4511541/4655279/01
عبد المحسن العباد
8475207/04
صالح بن فوزان الفوزان
4588570/4787840/4767420/01
عبد الله بن عبد الرحمن الغديان
4111729/4113796/01
عبد الله بن محمد الغنيمان
3694401/3230526/06
أبو بكر الجزائري
8254837/8371500/04
فيحان بن شالي المطيري
8363309/04
علي بن سعيد الغامدي
8282071/8384093/04 جوال 054593813
عبد المحسن بن عبد الله الزامل
4240870/4037628/01
عبد الله بن سليمان المنيع
5561712/5586254/02 جوال 055501731
عبد العزيز بن عبد الله الراجحي
2582939/4915930/01
عبد الرحمن بن ناصر البراك
2582899/2410428/01
عبد الله بن محمد المطلق
2584837/4214086/01
صالح بن عبد الله بن حميد
5580639/02
محمد السبيل
5733277/5565503/02
سعود الشريم
5746004/02
عبد الرحمن السديس
5275819/02
علي بن عبد الرحمن الحذيفي
8253596/04
عبد الباري الثبيتي
8370300/04
عبد المحسن القاسم
8292028/04 جوال 055372032
صلاح البدير
055470866
سليمان العلوان
3816716/06 جوال 055151311
صالح بن غانم السدلان
4643083/01
احمد بن عبد الله العمري
8411883/04 جوال 053334044
أنيس بن احمد طاهر
8486115/04 جوال 055300229
سلمان بن فهد العودة
3820789/06 جوال 054250250
عبد الوهاب بن ناصر الطريري
4622706/01
سعيد بن مسفر القحطاني
5571424/02 بعد صلاة المغرب
ناصر عبد الكريم العقل
2318972/01 جوال 055142120
سعد بن عبد الله البريك
جوال 055441178
سفر بن عبد الرحمن الحوالي
5281050/02
محمد بن سعيد القحطاني
5281141/02
إبراهيم بن عبد الله الغيث
4210696/01 جوال 055419565
ناصر العمر
2491455/01
عائض بن عبد الله القرني
فاكس 4196663/01 جوال 054222000
إبراهيم بن عبد الله الدويش
3337191/3333003/06 يوم الثلاثاء بعد المغرب
محمد بن صالح المنجد
فاكس 8825737/03 جوال 055802296
علي عبد الخالق القرني
02/5376142
محمد عبد الرحمن العريفي
2460368/01 جوال 055845140
إبراهيم الفارس
4910307/4912482/01
سعيد بن علي بن وهف القحطاني
4984380/01
عمر بن سعود العيد
4259612/01 جوال 055457377
يحي اليحي
8344095/04
عبد العزيز بن محمد السدحان
4250470/01 جوال 055469946
عبد الرحمن المحمود
2326327/01
محمد حسن الدريعي
4630858/01
محمد بن عبد الرحمن الدخيل
8380022/04 جوال 055308749
عبد الرحمن الفريان
4312090/01
عبد العزيز بن إبراهيم القاسم
4240734/01 جوال 055484807
خالد بن علي المشيقح
3248076/06 جوال 055148076
صالح بن عواد المغامسي
جوال 055319008
عبد الكريم بن إبراهيم الغيضة
جوال 055304127
عبيد بن سالم العمري
جوال 055321442
عبيد الله بن احمد القحطاني
جوال 054549596
منصور بن عبد العزيز السماري
4923434/01
سلطان العويد
8412749/03
عبد الرزاق عبد المحسن العباد
8471810/04 جوال 055308367
عبد الله الجلالي
3642705/06
محمد جميل زينو
5561827/02
موسى بن حسن ميان
8640407/04 جوال 055315688
عابد السفياني
5565220/02
سليمان اللحيدان
055667261
محمد بن عبد العزيز المسند
2390210/01
عبد الله بن عبد الوهاب سرداد
جوال 055314323
إبراهيم بن صالح الخضيري
4216724/01 جوال 055404373
عبد العزيز بن محمد الداود
4595956/4412103/01
عبد الله بن صالح القصير
جوال 055255565
صالح الأطرم
2328798/4585443/01
سعد بن ناصر الشثري
4886247/01
عبد الكريم بن عبد الله الخضير
2330025/2330056/01
عبد المحسن بن ناصر العبيكان
4259762/4260616/01
علي الجمعة
3810560/06
عبد العزيز العقل
3242111/3246576/06
عبد الله بن صالح الفوزان
3234178/06
سعيد الدعجاني
6831669/02
عبد الله الحبيشي
054362202
سعد بن سعيد الحجري
2270479/07 جوال 053752282
عبد العزيز السويدان
جوال 055804137
عبد المجيد الزنداني
009671341733 - 009671256690
ياسر بن عبدالرحمن المحميد
39331322 - 00973
:: أرقام هواتف مكاتب الدعوة والإرشاد في السعودية ::
رئاسة البحوث العلمية والإفتاء
4595555/01 7320900/02 5589825/5589824/02
مركز الدعوة والإرشاد بمكة
5360594/02
مركز الدعوة والإرشاد بالمدينة
8212423/8252664/8220825/04
مركز الدعوة والإرشاد ببريدة
3248980/06
مركز الدعوة والإرشاد بالرياض
4010211/01
مركز الدعوة والإرشاد بجدة
6637643/6656994/02
مركز الدعوة والإرشاد بأبها
2240038/07
مركز الدعوة والإرشاد بينبع
3913620/04
مركز الدعوة والإرشاد بتبوك
4211315/04
مركز الدعوة والإرشاد بالدمام
8263535/03
:: الإيميلات للمشايخ و العلماء و الدعاة و طلاب العلم ::
مشرف موقع الشيخ عبدالعزيز بن باز (رحمه الله)
ahmad@ibnbaz.org.sa
الأستاذ / عصام العطار
alattar-web@ifrance.com
الدكتور / فاروق الدسوقي
ask@aldesouky.com.kg
الشيخ / ناصر الفهد
alssalaf@yahoo.com
الشيخ / عبدالمحسن بن ناصر العبيكان
al-obikan@maktoob.com
الشيخ الدكتور / محمد بن حسين الجيزاني
maljezane@hotmail.com
الشيخ / محمد المختار الشنقيطي
webmaster@shankeety.com
الشيخ سلمان بن فهد العودة
salman@aloadah.com
الشيخ / عائض بن عبدالله القرني
AAlqarni@al-islam.com
الشيخ / سليمان بن ناصر العلوان
snallwan@hotmail.com
الشيخ / علي بن خضير الخضير
khodair_site@hotmail.com
الشيخ / عبدالرحمن عبدالخالق
supervisor@salafi.net
الشيخ محمد الحمود النجدي
alathry@alathry.net
الشيخ عثمان الخميس
almanhaj@almanhaj.com
الشيخ / محمد المنجد
questions@islam-qa.com
الشيخ / سعد البريك
sogian@hotmail.com
الشيخ / موسى بن حسن ميان
almyyan@al-islam.com
الشيخ / محمد الدويش
dweesh@dweesh.com
الشيخ / مازن الفريح
mazen@sheikh-mazen.net
الشيخ / عبد الرحمن بن محمد الهرفي
a_alharfi@hotmail.com
الشيخ / حامد بن عبدالله العلي
hamed_alali@yahoo.com
الشيخ / نشأت بن أحمد
nashatnet@ayna.com
الشيخ / فيصل مولوي
fatawa@mawlawi.net
الدكتور / صلاح صالح الراشد
salah@alrashed.net
الدكتور / مازن مطبقاني
mazen_mutabagani@hotmail.c
الدكتور / طارق السويدان
tareq_suwaidan@hotmail.com
الشيخ الدكتور/ جعفر شيخ إدريس
a@jaafaridris.com
الشيخ الدكتور/ فالح بن محمد الصغير
falehmalsgair@yahoo.com
الشيخ / محمد بن عبد الرحمن العريفي
arefe5@yahoo.com
الداعية / قيس الكلبي
a1kkaa@aol.com
الشيخ / عبدالكريم الغضية
gdyyah@yahoo.com
الشيخ / سعد بن سعيد الحجري
hjry@naseej.com
عبدالله بن سليمان الحبيشي
alhobieshi@hotmail.com
Bisikan Setan
Setan menurut al-Qur'an surah al-An'am ayat 112 dan surah an-Naas dan juga menurut berbagai teks hadits adalah terdiri dari jin dan manusia. Keduanya aktif bekerja menjalankan misi mereka masing-masing. Salah satu tugas setan adalah membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, sebagaimana firman Allah di dalam surah an-Naas, artinya,
"Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan manusia agar beristi-'adzah (memohon perlindungan kepadaNya) dari bisikan jahat setan jin dan setan manusia. Alwaswas adalah bisikan-bisikan setan yang halus sedang al-khannas terambil dari kata khanasa, yang berarti kembali mundur, melempem, bersembunyi serta timbul tenggelam. Maksudnya adalah setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, kemudian dia mundur dan melempem pada saat manusia berdzikir mengingat Allah Ta'ala.
Strategi Setan Memperdaya Manusia
Misi dan pekerjaan setan itu ada dua, pertama, menyuruh manusia melakukan dosa dan kejahatan, dan yang ke dua, menghalang-halangi manusia dari segala macam bentuk perbuatan baik yang diridlai Allah Ta'ala. Di dalam Sahih Muslim nomor ke 5109 bersumber dari 'Iyad bin Himar al-Mujasyi'i, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hanif (cenderung kepada kebenaran), lalu setan-setan mendatangi mereka, dan menyelewengkannya dari agama mereka dan (setan-setan itu) mengharamkan terhadap mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka dan menyuruh mereka mempersekutukan Aku…"
Berdasarkan hadits ini, dapat dikatakan, bahwa yang menyeleweng-kan manusia dari dien (Islam) adalah setan, termasuk menggelincirkan manusia kepada perbuatan syirik. Namun manusia yang dapat dikuasai setan, hanya mereka yang tak memperdulikan tuntunan Allah dan menjadikan setan itu sebagai pembimbing jalan hidupnya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengemukakan enam tahapan yang dilalui setan dalam menyesatkan dan mem-perdaya manusia.
Tahap pertama ialah pengafiran atau pemusyrikan manusia. Kalau yang diajak setan itu muslim, yang beriman teguh, yang tak dapat dikafirkan dan dimusyrikkan, setan akan melangkah ke tahapan dakwah ke dua, yaitu pem-bid'ahan. Setan pada tahapan ke dua ini berupaya menjadikan orang Muslim sebagai ahlul bid'ah. Kalau yang didakwahi setan itu kalangan Ahlus Sunnah, yang teguh dan istiqamah memegang Sunnah, setan melangkah pada tahap yang ke tiga, yaitu menjebak orang Islam kepada kaba’ir (dosa-dosa besar). Kalau yang bersangkutan beriman teguh, sehingga tak mau melakukan dosa-dosa besar, setan tetap tidak berputus asa, untuk terus berupaya mencari taktik lain, dengan melangkah ke tahap yang ke empat, yaitu menjebak manusia dengan dosa-dosa kecil.
Kalau tahap ke empat ini gagal juga, setan melangkah ke tahap ke lima, yaitu menyibukkan manusia kepada masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga yang bersangkutan menghabiskan waktunya untuk urus-an-urusan yang mubah, yang dampaknya, lupa menunaikan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta'ala, yang berpahala, yang semua Muslim diperintahkan mengamalkannya. Kalau tahap ke lima ini gagal juga, setan melanjutkan strategi gandanya ke tahapan yang ke enam, yaitu menyi-bukkan manusia dalam urusan-urusan kurang bermanfaat atau yang man-faatnya lebih kecil, sehingga dampak persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik jadi tertinggalkan dan terabaikan. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, sehingga amalan wajib tertinggalkan.
Adapun perangkap atau jerat-jerat yang dipasang setan tidak terhitung jenis dan jumlahnya, di antaranya ialah:
1. Mengadu Domba Sesama Muslim dan Buruk Sangka
Di dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.".
Caranya ialah menciptakan dan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. Sikap buruk sangka (terhadap Allah maupun manusia) biasanya datang dari setan. Dalilnya antara lain ialah hadits Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah) ia berkata yang artinya, "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf di masjid, saya mendatanginya pada suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat langkah. Rasulullah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia adalah Shafiyah binti Huyay". Mereka berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah), Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh manusia pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR. Al-Bukhari 240, Muslim 2174-2175).
2. Menganggap Baik dan Indah Kebid'ahan.
Ibadah yang sudah baik dari Nabi, oleh setan dimodifikasi, antara lain dilakukan penambahan-penambahan di sana sini atau pun pengurangan-pengurangan. Apa yang tidak disunnahkan Nabi, dilakukan, sebaliknya yang disunnahkan Nabi justru ditinggalkan.
Sebagian manusia dibisiki agar merekayasa hadits palsu yang disandar kan kepada Rasulullah sambil berdalih, “Kami memang berdusta mengarang hadits, namun bukan dengan niat menentang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , melainkan membela beliau. Tak terhitung jumlah hadits yang direkayasa untuk menakut-nakuti manusia dari neraka, agar melakukan amal kebaikan atau pun menggambarkan surga dengan cara aneh pula.
3. Membisikkan Bahwa Islam Hanyalah Muamalah.
Terkadang setan membisikkan ke dalam hati manusia, "Dien (Islam) adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik). Yang penting dalam beragama adalah cukup berbuat baik saja terhadap sesama manusia, jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat. Bukankah Rasulullah mengatakan, bahwa agama adalah muamalah?" Sebagai hasilnya, banya orang yang berprinsip, tak shalat tak mengapa, asal tidak jahat terhadap sesama manusia. Kepada yang lain, dibisikinya pula, "Yang penting adalah hati dan niat baik, sepanjang engkau lalui waktu malammu tanpa menyimpan dengki dan kebencian terhadap manusia, cukuplah sudah”. Akibatnya yang bersangkutan meninggalkan banyak amal shaleh, karena mencu-kupkan diri dengan niat baik saja!
Kepada kalangan yang berkecim-pung di politik, setan jin membisikkan, "Yang penting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politik. Ibadah biarlah dilakukan kalangan ahli ibadah saja.
4. Membisikkan bahwa Islam Hanya Mengatur Hubungan dengan Allah Saja.
Kepada mereka, setan membisik-kan, "Engkau zuhud dengan mening-galkan semua urusan dunia, termasuk urusan politik." Urusan pemerintahan, biarlah orang kafir saja yang mengatur, karena itu adalah masalah keduniaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama, sedang agama hanya mengatur hubungan dengan Allah saja.
5. Membisikkan Bahwa yang Penting Bersatu.
Datang pula kelompok lain dengan pendapat, "Yang paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. Kelompok ini menjadikan persatuan sebagai hal paling penting, walaupun dibandingkan masalah aqidah! Dasar mereka ialah musuh-musuh Allah sedang gencar ingin menghabisi Islam. Memang benar umat Islam harus bersatu, tetapi harus di atas dasar dien, bukan bersatu dalam kekacauan dan perbedaan aqidah.
6. Menunda Kebaikan atau Melakukannya Secara Asal-Asalan.
Salah satu bisikan jahat setan ialah agar umat Islam dalam melakukan kebaikan bersikap menunda-nunda atau sebaliknya melakukannya, namun dengan tergesa-gesa tanpa perhitungan. Sehingga akibatnya banyak kebaikan yang tidak terlaksana atau dilakukan namun secara serampangan dan asal-asalan, baik itu amal yang bersifat individual maupun kolektif
7. Membisiki Manusia Sebagai Orang yang Terbaik
Di sisi lain, setan membisikkan di dalam hati manusia, "Engkau lebih baik dari orang lain, engkau melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat." Setan membisiki setiap orang yang beribadah agar memperhatikan kelakuan orang-orang yang berada di bawahnya dalam beramal shaleh, untuk mencegahnya dari beramal lebih baik. Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya yaitu merasa kurang di dalam kebaikan, misalnya kita perhatikan orang yang berpuasa sunah Senin dan Kamis ketika kita tidak melakukannya. Tetapi setan sangat jahat dan lihai, dengan berbagai cara, ia memperdayakan kita agar kita merasa sudah cukup, sudah hebat dan sempurna, sehingga kita merasa tak perlu belajar dari orang lain.
8. Menjadikan Satu Kebaikan Sebagai Penghalang Kebaikan yang Lain
Untuk menjauhkan kita dari tugas dakwah, setan terkadang membisiki hati kita, "Kamu harus tawadhu, siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan ditinggikan-Nya. Bukan level kamu melibatkan diri dalam tugas da'wah! Urusan da'wah hanya untuk orang berilmu tinggi saja! Kalau kamu melibat-kan diri juga dalam tugas da'wah, kamu berarti sombong, tak tahu diri."
Setan terus menekan kita sampai mencapai derajat di mana kita merasa tak berguna dan tak mampu memikul tugas da'wah'. Padahal kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kemampuan yang seharusnya kita pergunakan untuk tugas da'wah itu.
Mudah-mudahan Allah senantiasa membantu kita mengalahkan musuh nyata kita, yaitu setan, baik setan jin maupun manusia. Akhirnya, marilah kita sama-sama berdo’a dengan do’a yang diajarkan Allah. Terapinya, membiasakan melakukan dzikir pagi dan sore, banyak-banyak membaca al-Qur’an, dan selalu berdzikir memohon perlindungan kepada Allah.
"Wahai Rabbku!, aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan jahat setan dan aku berlindung kepadamu Rabbku mereka mendatangiku…" (Al-Mu'minun ayat 97-98). Wallaahu ‘a'lam.
"Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb (Tuhan yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Di dalam ayat-ayat di atas, Allah memerintahkan manusia agar beristi-'adzah (memohon perlindungan kepadaNya) dari bisikan jahat setan jin dan setan manusia. Alwaswas adalah bisikan-bisikan setan yang halus sedang al-khannas terambil dari kata khanasa, yang berarti kembali mundur, melempem, bersembunyi serta timbul tenggelam. Maksudnya adalah setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, kemudian dia mundur dan melempem pada saat manusia berdzikir mengingat Allah Ta'ala.
Strategi Setan Memperdaya Manusia
Misi dan pekerjaan setan itu ada dua, pertama, menyuruh manusia melakukan dosa dan kejahatan, dan yang ke dua, menghalang-halangi manusia dari segala macam bentuk perbuatan baik yang diridlai Allah Ta'ala. Di dalam Sahih Muslim nomor ke 5109 bersumber dari 'Iyad bin Himar al-Mujasyi'i, disebutkan bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hanif (cenderung kepada kebenaran), lalu setan-setan mendatangi mereka, dan menyelewengkannya dari agama mereka dan (setan-setan itu) mengharamkan terhadap mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka dan menyuruh mereka mempersekutukan Aku…"
Berdasarkan hadits ini, dapat dikatakan, bahwa yang menyeleweng-kan manusia dari dien (Islam) adalah setan, termasuk menggelincirkan manusia kepada perbuatan syirik. Namun manusia yang dapat dikuasai setan, hanya mereka yang tak memperdulikan tuntunan Allah dan menjadikan setan itu sebagai pembimbing jalan hidupnya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengemukakan enam tahapan yang dilalui setan dalam menyesatkan dan mem-perdaya manusia.
Tahap pertama ialah pengafiran atau pemusyrikan manusia. Kalau yang diajak setan itu muslim, yang beriman teguh, yang tak dapat dikafirkan dan dimusyrikkan, setan akan melangkah ke tahapan dakwah ke dua, yaitu pem-bid'ahan. Setan pada tahapan ke dua ini berupaya menjadikan orang Muslim sebagai ahlul bid'ah. Kalau yang didakwahi setan itu kalangan Ahlus Sunnah, yang teguh dan istiqamah memegang Sunnah, setan melangkah pada tahap yang ke tiga, yaitu menjebak orang Islam kepada kaba’ir (dosa-dosa besar). Kalau yang bersangkutan beriman teguh, sehingga tak mau melakukan dosa-dosa besar, setan tetap tidak berputus asa, untuk terus berupaya mencari taktik lain, dengan melangkah ke tahap yang ke empat, yaitu menjebak manusia dengan dosa-dosa kecil.
Kalau tahap ke empat ini gagal juga, setan melangkah ke tahap ke lima, yaitu menyibukkan manusia kepada masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga yang bersangkutan menghabiskan waktunya untuk urus-an-urusan yang mubah, yang dampaknya, lupa menunaikan perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah Ta'ala, yang berpahala, yang semua Muslim diperintahkan mengamalkannya. Kalau tahap ke lima ini gagal juga, setan melanjutkan strategi gandanya ke tahapan yang ke enam, yaitu menyi-bukkan manusia dalam urusan-urusan kurang bermanfaat atau yang man-faatnya lebih kecil, sehingga dampak persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik jadi tertinggalkan dan terabaikan. Misalnya, sibuk dengan amalan sunnah, sehingga amalan wajib tertinggalkan.
Adapun perangkap atau jerat-jerat yang dipasang setan tidak terhitung jenis dan jumlahnya, di antaranya ialah:
1. Mengadu Domba Sesama Muslim dan Buruk Sangka
Di dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Rasulullah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.".
Caranya ialah menciptakan dan menyebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara mereka. Sikap buruk sangka (terhadap Allah maupun manusia) biasanya datang dari setan. Dalilnya antara lain ialah hadits Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah) ia berkata yang artinya, "Ketika Rasulullah sedang beri'tikaf di masjid, saya mendatanginya pada suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan dan ketika keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat langkah. Rasulullah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia adalah Shafiyah binti Huyay". Mereka berkata, "Subhanallah (Maha Suci Allah), Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh manusia pada peredaran darah, aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua , sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR. Al-Bukhari 240, Muslim 2174-2175).
2. Menganggap Baik dan Indah Kebid'ahan.
Ibadah yang sudah baik dari Nabi, oleh setan dimodifikasi, antara lain dilakukan penambahan-penambahan di sana sini atau pun pengurangan-pengurangan. Apa yang tidak disunnahkan Nabi, dilakukan, sebaliknya yang disunnahkan Nabi justru ditinggalkan.
Sebagian manusia dibisiki agar merekayasa hadits palsu yang disandar kan kepada Rasulullah sambil berdalih, “Kami memang berdusta mengarang hadits, namun bukan dengan niat menentang Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , melainkan membela beliau. Tak terhitung jumlah hadits yang direkayasa untuk menakut-nakuti manusia dari neraka, agar melakukan amal kebaikan atau pun menggambarkan surga dengan cara aneh pula.
3. Membisikkan Bahwa Islam Hanyalah Muamalah.
Terkadang setan membisikkan ke dalam hati manusia, "Dien (Islam) adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik). Yang penting dalam beragama adalah cukup berbuat baik saja terhadap sesama manusia, jangan mendustai atau menipu mereka walaupun kamu tidak shalat. Bukankah Rasulullah mengatakan, bahwa agama adalah muamalah?" Sebagai hasilnya, banya orang yang berprinsip, tak shalat tak mengapa, asal tidak jahat terhadap sesama manusia. Kepada yang lain, dibisikinya pula, "Yang penting adalah hati dan niat baik, sepanjang engkau lalui waktu malammu tanpa menyimpan dengki dan kebencian terhadap manusia, cukuplah sudah”. Akibatnya yang bersangkutan meninggalkan banyak amal shaleh, karena mencu-kupkan diri dengan niat baik saja!
Kepada kalangan yang berkecim-pung di politik, setan jin membisikkan, "Yang penting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin dan keadaan musuh-musuh mereka. Dengan demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politik. Ibadah biarlah dilakukan kalangan ahli ibadah saja.
4. Membisikkan bahwa Islam Hanya Mengatur Hubungan dengan Allah Saja.
Kepada mereka, setan membisik-kan, "Engkau zuhud dengan mening-galkan semua urusan dunia, termasuk urusan politik." Urusan pemerintahan, biarlah orang kafir saja yang mengatur, karena itu adalah masalah keduniaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama, sedang agama hanya mengatur hubungan dengan Allah saja.
5. Membisikkan Bahwa yang Penting Bersatu.
Datang pula kelompok lain dengan pendapat, "Yang paling penting adalah menyatukan barisan kaum muslimin. Kelompok ini menjadikan persatuan sebagai hal paling penting, walaupun dibandingkan masalah aqidah! Dasar mereka ialah musuh-musuh Allah sedang gencar ingin menghabisi Islam. Memang benar umat Islam harus bersatu, tetapi harus di atas dasar dien, bukan bersatu dalam kekacauan dan perbedaan aqidah.
6. Menunda Kebaikan atau Melakukannya Secara Asal-Asalan.
Salah satu bisikan jahat setan ialah agar umat Islam dalam melakukan kebaikan bersikap menunda-nunda atau sebaliknya melakukannya, namun dengan tergesa-gesa tanpa perhitungan. Sehingga akibatnya banyak kebaikan yang tidak terlaksana atau dilakukan namun secara serampangan dan asal-asalan, baik itu amal yang bersifat individual maupun kolektif
7. Membisiki Manusia Sebagai Orang yang Terbaik
Di sisi lain, setan membisikkan di dalam hati manusia, "Engkau lebih baik dari orang lain, engkau melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat." Setan membisiki setiap orang yang beribadah agar memperhatikan kelakuan orang-orang yang berada di bawahnya dalam beramal shaleh, untuk mencegahnya dari beramal lebih baik. Padahal yang dituntut dari kita adalah sebaliknya yaitu merasa kurang di dalam kebaikan, misalnya kita perhatikan orang yang berpuasa sunah Senin dan Kamis ketika kita tidak melakukannya. Tetapi setan sangat jahat dan lihai, dengan berbagai cara, ia memperdayakan kita agar kita merasa sudah cukup, sudah hebat dan sempurna, sehingga kita merasa tak perlu belajar dari orang lain.
8. Menjadikan Satu Kebaikan Sebagai Penghalang Kebaikan yang Lain
Untuk menjauhkan kita dari tugas dakwah, setan terkadang membisiki hati kita, "Kamu harus tawadhu, siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan ditinggikan-Nya. Bukan level kamu melibatkan diri dalam tugas da'wah! Urusan da'wah hanya untuk orang berilmu tinggi saja! Kalau kamu melibat-kan diri juga dalam tugas da'wah, kamu berarti sombong, tak tahu diri."
Setan terus menekan kita sampai mencapai derajat di mana kita merasa tak berguna dan tak mampu memikul tugas da'wah'. Padahal kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kemampuan yang seharusnya kita pergunakan untuk tugas da'wah itu.
Mudah-mudahan Allah senantiasa membantu kita mengalahkan musuh nyata kita, yaitu setan, baik setan jin maupun manusia. Akhirnya, marilah kita sama-sama berdo’a dengan do’a yang diajarkan Allah. Terapinya, membiasakan melakukan dzikir pagi dan sore, banyak-banyak membaca al-Qur’an, dan selalu berdzikir memohon perlindungan kepada Allah.
"Wahai Rabbku!, aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan jahat setan dan aku berlindung kepadamu Rabbku mereka mendatangiku…" (Al-Mu'minun ayat 97-98). Wallaahu ‘a'lam.
TEMPAT FAVORIT SETAN BERGENTAYANGAN
Tempat-tempat yang banyak ditemukan para syaitan diantaranya :
1. Tempat peristirahatan unta.
Dalam hadits Abdullah bin Mughaffal radiyallohu ‘anhu berkata, bersabda ..Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam:
صَلُّوا فِى مَرَابِضِ الْغَنَمِ وَلاَ تُصَلُّوا فِى أَعْطَانِ الإِبِلِ فَإِنَّهَا خُلِقَتْ مِنَ الشَّيَاطِينِ
” Shalatlah kalian di tempat peristirahatan (kandang) kambing dan janganlah kalian shalat di tempat peristirahatan (kandang) unta karena sesungguhnya unta itu diciptakan dari syaitan.” (HR. Ahmad (4/85), Ibnu Majah (769) dan Ibnu Hibban (5657) dan selainnya).
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” (19/41) ketika menjelaskan tentang penyebab dilarangnya shalat di tempat peristirahatan unta. Yang benar bahwa penyebab (dilarangnya shalat) di kamar mandi, tempat peristirahatan unta dan yang semisalnya adalah karena itu adalah tempat-tempat para setan.
2. Tempat buang air besar dan kecil
Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda :
إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
” Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.
الْخُبُثِ adalah setan laki-laki dan الْخَبَائِثِ adalah setan perempuan. Demikian banyak orang yang terkena gangguan jin adalah di tempat-tempat buang hajat.
3. Lembah-lembah.
Sesungguhnya jin dan setan ditemukan di lembah-lembah dan tidak ditemukan di pegunungan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa” (19/33) : “Lembah-lembah adalah tempatnya kaum jin karena sesungguhnya mereka lebih banyak ditemukan di lembah-lembah daripada di dataran tinggi.”
4. Tempat sampah dan kotoran.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa” (19/41) : “(Para Setan) ditemukan di tempat-tempat bernajis seperti kamar mandi dan WC, tempat sampah, kotoran serta pekuburan.”
5. Pekuburan.
Telah datang dari hadits Abu Said Al Khudri radiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:
الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ
” Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa dijadikan tempat untuk shalat, pen) kecuali pekuburan dan kamar mandi.” (HR. Ahmad (3/83), Abu Daud (492), Tirmidzi (317), Ibnu Hibban (1699), Al Hakim (1/251) serta yang lainnya).
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” (19/41) ketika berbicara tentang tempat-tempat jin : “Pada pekuburan itu terdapat sarana menuju kesyirikan sebagaimana pekuburan juga menjadi tempat mangkalnya para syaitan Lihat ucapan beliau sebelumnya. Para syaitan menuntut orang yang hendak menjadi tukang sihir untuk selalu tinggal di pekuburan. Dan disanalah para syaitan turun mendatanginya dan tukang sihir itu bolak balik ke tempat ini. Para syaitan menuntutnya untuk memakan sebagian orang-orang mati.
6. Tempat yang telah rusak dan kosong.
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam “Al Adab Al Mufrad” (579) dari Tsauban radiyallohu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, berkata kepadaku :
لا تسكن الكفور فإِن ساكن الكفوركساكن القبور
” Janganlah kamu tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman karena tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman itu seperti tinggal di kuburan.”
Hadits ini hasan. Berkata lebih dari satu ulama bahwa Al Kufuur adalah tempat yang jauh dari pemukiman manusia dan hampir tidak ada seorang pun yang lewat di situ. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana yang disebutkan dalam “Majmu Fatawa” (19/40-41) ketika berbicara tentang jin : “Oleh karena itu, (para syaitan) banyak ditemukan di tempat yang telah rusak dan kosong.”
7. Lautan.
Dalam hadits Jabir radiyallohu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :
إن إبليس يضع عرشه على البحر ثم يبعث سراياه
” Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas lautan dalam riwayat lain di atar air dan kemudian dia pun mengutus pasukannya. (HR. Muslim: 2813).
Dan juga datang dari hadits Abu Musa radiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya dan hadits ini shahih. Sebagian ulama menyebutkan bahwa lautan yang dimaksud adalah samudera “Al Haadi” karena di sanalah tempat berkumpulnya semua benua.
8. Celah-celah di bukit.
Telah datang hadits Ibnu Sarjis radiyallohu ‘anhu dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :
لايبلون أَحدكم في الجحر
” Janganlah salah seorang diantara kalian kencing di lubang…”
Mereka berkata kepada Qatadah: “Apa yang menyebabkan dibencinya kencing di lubang?”, dia berkata : “Disebutkan bahwa itu adalah tempat tinggalnya jin”. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (5/82), Abu Daud (29), An Nasaai (34), Al Hakim (1/186) dan Al Baihaqi (1/99). Lebih dari satu ulama yang membenarkan bahwa Qatadah mendengar dari Abdullah bin Sarjis radiyallohu ‘anhu,. Lihat ktab “Jami’ At Tahshiil.”
Hadits ini dishahihkan oleh Al Walid Al Allamah Al Wadi’i dalam “Ash Shahih Al Musnad Mimma Laisa fii Ash Shahihain” (579).
9. Tempat-tempat kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan.
Para setan ditemukan di setiap tempat yang di dalamnya manusia melakukan kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan. Tidaklah dilakukan kebid’ahan dan penyembahan kepada selain Allah Subhaanahu wat’ala, kecuali syaitan memiliki andil yang cukup besar di dalamnya dan terhadap para pelakunya.
10.Rumah-rumah yang di dalamnya dilakukan kemaksiatan.
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalla, bersabda :
أن الملائكة لا تدخل بيتا فيه كلب ولا صورة
” Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.” (HR. Al Bukhari: 3226 dan Muslim : 2106 dari hadits Abu Thalhah dan Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma dan datang pula dari para sahabat yang lain).
Jika malaikat tidak masuk ke dalam rumah, maka syaitanlah yang masuk adalah syaitan karena malaikat adalah tentara-tentara Allah Subhaanahu wata’ala yang diutus untuk menjaga kaum mukminin dan menolak kemudharatan dari mereka. Termasuk kebodohan adalah jika seorang muslim mengusir malaikat dari rumahnya yang menyebabkan masuknya jin dan setan ke dalamnya. Maka makmurkanlah rumah itu dengan dzikir kepada Allah Subhaanhu wata’ala, ibadah, dan membaca Al Qur’an. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda :
لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai pekuburan karena sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah.” (HR. Muslim (780), Ahmad (2/337), Tirmidzi (2877) dan selainnya).
11.Pasar-pasar.
Telah datang dari Salman radiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2451) dan selainnya berkata :
لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها فإنها معركة الشيطان وبها ينصب رايته
” Janganlah engkau menjadi orang pertama yang masuk pasar jika engkau mampu dan jangan pula menjadi orang paling terakhir yang keluar darinya pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya.”
Ucapan ini memiliki hukum marfu (disandarkan kepada Rasululla Shallallohu ‘alaihi wasallam, pen). Yang dimaksud dengan ا لمعر كة dalam kata “ معركة الشيطان “ adalah tempat peperangan para syaitan dan mereka menjadikan pasar sebagai tempat perang tersebut karena dia mengalahkan mayoritas penghuninya disebabkan karena mereka lalai dari dzikrullah dan gemar melakukan kemaksiatan.
Dan ucapannya ” وبها ينصب رايته ” (dan dengannya dipasang benderanya), merupakan isyarat ditemukannya para syaitan untuk mengadu domba sesama manusia.
Oleh karena itu, pasar merupakan tempat yang dibenci oleh Alla Subhaanahu wata’ala. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
أ حب البلا د إلى الله مساجدها وأبغض البلا د إلى الله أ سواقها
” Tempat yang paling disukai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (671) dan selainnya dari hadits Abu Hurairah radiyallohu ‘anhu. Demikianlah para setan berkumpul di tempat-tempat yang di dalamnya gemar dilakukan perbuatan maksiat dan kemungkaran.
12. Jin dan para setan berkeliaran di jalan-jalan dan lorong-lorong.
Dalam hadits Riwayat Bukhari (3303) dan Muslim (2012) dari Jabir radiyallohu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
إذا كان جنح الليل فكفوا صبيانكم فإن للجن انتشارا وخطفة وأطفئوا المصابيح عند الرقاد فإن الفويسقة ربما اجترت الفتيلة فأحرقت أهل البيت
” Jika telah datang malam, maka cegahlah anak-anak kalian untuk keluar karena sesungguhnya jin itu berkeliaran dan melakukan penculikan. Matikan lentera di saat tidur karena sesungguhnya binatang fasik (tikus, pen) itu kadang menarik sumbu lampu sehingga membakar penghuni rumah tersebut”.
http://www.salafybpp.com/
1. Tempat peristirahatan unta.
Dalam hadits Abdullah bin Mughaffal radiyallohu ‘anhu berkata, bersabda ..Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam:
صَلُّوا فِى مَرَابِضِ الْغَنَمِ وَلاَ تُصَلُّوا فِى أَعْطَانِ الإِبِلِ فَإِنَّهَا خُلِقَتْ مِنَ الشَّيَاطِينِ
” Shalatlah kalian di tempat peristirahatan (kandang) kambing dan janganlah kalian shalat di tempat peristirahatan (kandang) unta karena sesungguhnya unta itu diciptakan dari syaitan.” (HR. Ahmad (4/85), Ibnu Majah (769) dan Ibnu Hibban (5657) dan selainnya).
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” (19/41) ketika menjelaskan tentang penyebab dilarangnya shalat di tempat peristirahatan unta. Yang benar bahwa penyebab (dilarangnya shalat) di kamar mandi, tempat peristirahatan unta dan yang semisalnya adalah karena itu adalah tempat-tempat para setan.
2. Tempat buang air besar dan kecil
Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda :
إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
” Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.
الْخُبُثِ adalah setan laki-laki dan الْخَبَائِثِ adalah setan perempuan. Demikian banyak orang yang terkena gangguan jin adalah di tempat-tempat buang hajat.
3. Lembah-lembah.
Sesungguhnya jin dan setan ditemukan di lembah-lembah dan tidak ditemukan di pegunungan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa” (19/33) : “Lembah-lembah adalah tempatnya kaum jin karena sesungguhnya mereka lebih banyak ditemukan di lembah-lembah daripada di dataran tinggi.”
4. Tempat sampah dan kotoran.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa” (19/41) : “(Para Setan) ditemukan di tempat-tempat bernajis seperti kamar mandi dan WC, tempat sampah, kotoran serta pekuburan.”
5. Pekuburan.
Telah datang dari hadits Abu Said Al Khudri radiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:
الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ
” Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa dijadikan tempat untuk shalat, pen) kecuali pekuburan dan kamar mandi.” (HR. Ahmad (3/83), Abu Daud (492), Tirmidzi (317), Ibnu Hibban (1699), Al Hakim (1/251) serta yang lainnya).
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” (19/41) ketika berbicara tentang tempat-tempat jin : “Pada pekuburan itu terdapat sarana menuju kesyirikan sebagaimana pekuburan juga menjadi tempat mangkalnya para syaitan Lihat ucapan beliau sebelumnya. Para syaitan menuntut orang yang hendak menjadi tukang sihir untuk selalu tinggal di pekuburan. Dan disanalah para syaitan turun mendatanginya dan tukang sihir itu bolak balik ke tempat ini. Para syaitan menuntutnya untuk memakan sebagian orang-orang mati.
6. Tempat yang telah rusak dan kosong.
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam “Al Adab Al Mufrad” (579) dari Tsauban radiyallohu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, berkata kepadaku :
لا تسكن الكفور فإِن ساكن الكفوركساكن القبور
” Janganlah kamu tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman karena tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman itu seperti tinggal di kuburan.”
Hadits ini hasan. Berkata lebih dari satu ulama bahwa Al Kufuur adalah tempat yang jauh dari pemukiman manusia dan hampir tidak ada seorang pun yang lewat di situ. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagaimana yang disebutkan dalam “Majmu Fatawa” (19/40-41) ketika berbicara tentang jin : “Oleh karena itu, (para syaitan) banyak ditemukan di tempat yang telah rusak dan kosong.”
7. Lautan.
Dalam hadits Jabir radiyallohu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :
إن إبليس يضع عرشه على البحر ثم يبعث سراياه
” Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas lautan dalam riwayat lain di atar air dan kemudian dia pun mengutus pasukannya. (HR. Muslim: 2813).
Dan juga datang dari hadits Abu Musa radiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya dan hadits ini shahih. Sebagian ulama menyebutkan bahwa lautan yang dimaksud adalah samudera “Al Haadi” karena di sanalah tempat berkumpulnya semua benua.
8. Celah-celah di bukit.
Telah datang hadits Ibnu Sarjis radiyallohu ‘anhu dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :
لايبلون أَحدكم في الجحر
” Janganlah salah seorang diantara kalian kencing di lubang…”
Mereka berkata kepada Qatadah: “Apa yang menyebabkan dibencinya kencing di lubang?”, dia berkata : “Disebutkan bahwa itu adalah tempat tinggalnya jin”. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (5/82), Abu Daud (29), An Nasaai (34), Al Hakim (1/186) dan Al Baihaqi (1/99). Lebih dari satu ulama yang membenarkan bahwa Qatadah mendengar dari Abdullah bin Sarjis radiyallohu ‘anhu,. Lihat ktab “Jami’ At Tahshiil.”
Hadits ini dishahihkan oleh Al Walid Al Allamah Al Wadi’i dalam “Ash Shahih Al Musnad Mimma Laisa fii Ash Shahihain” (579).
9. Tempat-tempat kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan.
Para setan ditemukan di setiap tempat yang di dalamnya manusia melakukan kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan. Tidaklah dilakukan kebid’ahan dan penyembahan kepada selain Allah Subhaanahu wat’ala, kecuali syaitan memiliki andil yang cukup besar di dalamnya dan terhadap para pelakunya.
10.Rumah-rumah yang di dalamnya dilakukan kemaksiatan.
Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalla, bersabda :
أن الملائكة لا تدخل بيتا فيه كلب ولا صورة
” Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.” (HR. Al Bukhari: 3226 dan Muslim : 2106 dari hadits Abu Thalhah dan Aisyah Radhiyallahu ‘anhuma dan datang pula dari para sahabat yang lain).
Jika malaikat tidak masuk ke dalam rumah, maka syaitanlah yang masuk adalah syaitan karena malaikat adalah tentara-tentara Allah Subhaanahu wata’ala yang diutus untuk menjaga kaum mukminin dan menolak kemudharatan dari mereka. Termasuk kebodohan adalah jika seorang muslim mengusir malaikat dari rumahnya yang menyebabkan masuknya jin dan setan ke dalamnya. Maka makmurkanlah rumah itu dengan dzikir kepada Allah Subhaanhu wata’ala, ibadah, dan membaca Al Qur’an. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda :
لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai pekuburan karena sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah.” (HR. Muslim (780), Ahmad (2/337), Tirmidzi (2877) dan selainnya).
11.Pasar-pasar.
Telah datang dari Salman radiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2451) dan selainnya berkata :
لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها فإنها معركة الشيطان وبها ينصب رايته
” Janganlah engkau menjadi orang pertama yang masuk pasar jika engkau mampu dan jangan pula menjadi orang paling terakhir yang keluar darinya pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya.”
Ucapan ini memiliki hukum marfu (disandarkan kepada Rasululla Shallallohu ‘alaihi wasallam, pen). Yang dimaksud dengan ا لمعر كة dalam kata “ معركة الشيطان “ adalah tempat peperangan para syaitan dan mereka menjadikan pasar sebagai tempat perang tersebut karena dia mengalahkan mayoritas penghuninya disebabkan karena mereka lalai dari dzikrullah dan gemar melakukan kemaksiatan.
Dan ucapannya ” وبها ينصب رايته ” (dan dengannya dipasang benderanya), merupakan isyarat ditemukannya para syaitan untuk mengadu domba sesama manusia.
Oleh karena itu, pasar merupakan tempat yang dibenci oleh Alla Subhaanahu wata’ala. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
أ حب البلا د إلى الله مساجدها وأبغض البلا د إلى الله أ سواقها
” Tempat yang paling disukai oleh Allah adalah masjid dan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (671) dan selainnya dari hadits Abu Hurairah radiyallohu ‘anhu. Demikianlah para setan berkumpul di tempat-tempat yang di dalamnya gemar dilakukan perbuatan maksiat dan kemungkaran.
12. Jin dan para setan berkeliaran di jalan-jalan dan lorong-lorong.
Dalam hadits Riwayat Bukhari (3303) dan Muslim (2012) dari Jabir radiyallohu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
إذا كان جنح الليل فكفوا صبيانكم فإن للجن انتشارا وخطفة وأطفئوا المصابيح عند الرقاد فإن الفويسقة ربما اجترت الفتيلة فأحرقت أهل البيت
” Jika telah datang malam, maka cegahlah anak-anak kalian untuk keluar karena sesungguhnya jin itu berkeliaran dan melakukan penculikan. Matikan lentera di saat tidur karena sesungguhnya binatang fasik (tikus, pen) itu kadang menarik sumbu lampu sehingga membakar penghuni rumah tersebut”.
http://www.salafybpp.com/
" SEBELUM KAMU MENGELUH "
* hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
* sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makanan mu,
pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk di makan.
* sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
* sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
* sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk di berikan teman hidup.
* sebelum kamu mengeluh tentang rumah tangga mu { suami atau istri anda },
pikirkan tentang seseorang yang telah bercerai.
* sebelum kamu mengeluh tentang anak-anak anda,
pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak.
Tetapi dirinya mandul.
* sebelum kamu mengeluh tentang rumah mu yang kotor, karena pembantu mu tidak mengerjakan tugasnya,
pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.
* hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidup mu,
pikirkan tentamg seseorang yang meninggal terlalu cepat.
* sebelum kamu mengeluh dengan kesulitan mu,
pikirkan tentang orang-orang yang lebih sulit lagi.
* sebelum kamu mengeluh tentang pelajaran mu di sekolah,
pikirkan tentang orang-orang yang ingin sekolah,
tapi dia tidak mampu untuk membiayai sekolahnya.
* sebelum kamu mengeluh karena kesalahan teman atau saudara anda,
pikirkan tentang orang-orang yang tidak punya teman atau saudara, karena di kucilkan.
* sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
* dan di saat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaan mu,
pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
* sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
* dan ketika kamu sedang bersedih dan hidup mu dalam kesusahan,
tersenyum dan berterimakasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup.
* sebelum anda mengeluh tentang apa saja, lihatlah, renungkan, dan pikirkan di sekitar anda dulu apa dan bagaimana dia?
* di saat kita mau menunjuk jari dan menyalahkan orang lain,
pernahkah kita berfikir dan ingat bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah salah dan berdosa sama sekali.
* maka ni'mat Robb kamu yang mana kah yang kamu dustakan. { Q.S. 55 : 13 }.
* jangan menghitung berapa kali diri mu terjatuh,
lalu berusaha bangkit kembali di saat berlari mendekati-Nya.
Sebab cinta-Nya hanya di berikan kepada orang yang RIDHO menjalani kehendak-Nya.
* keselamatan hati bermuara pada keridhoan dan ketenangan jiwa tergantung pada sikap rela.
* sifat muslim sejati adalah bersabar ketika di timpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat.
* seorang mu'kmin itu jika dia melihat, maka dia mengambil pelajaran, jika dia diam maka dia berfikir, jika dia bicara maka dia mengingat, jika dia di beri sesuatu dia bersyukur dan jika dia di coba dia bersabar.
* barang siapa yang akan memperoleh limpahan kebaikan dari Allah, maka terlebih dahulu ia akan di beri cobaan. { H.R. Bukhari }.
* besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla bila menyayangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barang siapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barang siapa murka maka baginya muka Allah. { H.R. Tirmidzi }.
* tiada seorang mukmin di timpa rasa sakit, kelelahan {kepayahan}, di serang penyakit atau kesedihan {kesusahan} sampaipun duri yang menusuk {tubuhnya} kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. { H.R. Bukhari }.
* tidaklah seseorang wafat kecuali dia menyesal, apa bila dia orang yang baik dia menyesal kenapa tidak lebih baik dan apa bila dia orang jahat dia menyesal kenapa dia tidak bertobat. { H.R. Tirmidzi }.
* ujian dan cobaan memberi kekuatan spiritual yang tidak terukur dan tidak terhitung. Air mata yang menyucikan jiwa, membersihkan kotoran, dan menerangi hati serta pikiran. Ketika jiwa yang takut kepada Allah subhanahu wata'ala. Taat menangis saat bersujud kepada-Nya. Saat itulah sebenarnya keberadaan lebih berhak mendapat balasan kebaikan di akhirat. Dari pada para pecinta kemungkaran dan kejahatan.
* jangan mau di hancurkan oleh hal-hal yang sepele tapi juga jangan memperlakukan masalah lebih besar dari kenyataan yang sebenarnya. Berhati-hatilah jangan terlalu takut menghadapi masalah dan janganlah terlalu membesar-besarkan maslah. Perlakukan semua sesuai dengan kapasitasnya.
Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan setelah kesusahan ada jalan keluar dan itu adalah sunnatullah-Nya yang pasti berlalu.
* Hati yang paling Allah kasihi ialah hati yang paling lembut terhadap saudaranya, paling bersih dalam keyakinannya dan paling baik dalam agamanya.
* sesuatu lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya, maka hargai dan jagalah segala yang kita miliki.
* usah gelisah apa bila di benci manusia, karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia ini.
Tapi gelisah lah apa bila di benci Allah karena tiada lagi yang mengasihi mu di akhirat.
* cintailah apa yang kamu cintai sekedarnya saja, karena apa yang kamu cintai hari ini bisa kamu benci pada hari esok.
Dan bencilah apa yang kamu benci sekedarnya saja, karena apa yang kamu benci hari ini bisa juga kamu cinta pada hari esok.
* di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, bkan hanya berarti di setiap ada lalu Allah menggantinya dengan kemudahan, tapi lebih kepada bagaimana kita lebih sabas dalam menghadapi kesulitan, lalu akhirnya kita lebih dewasa dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
* terkadang kita merasa bertindak bodoh hanya karena terlalu berharap dan di sisi lain, harapan sangat di perlukan untuk bisa menjadi penyemangat hidup, tapi harapan-harapan akan menjadi basi ketika tak lagi bisa melihat mana yang baik dan buruk. Mana yang menyakitkan dan mana yang bisa menunjukkan pola pikir yang sebenarnya, mana yang menyakitkan pola pikir yang sebenarnya, kenapa harus berdalih karena keadaan? Dan kenapa keadaan yang mesti di salahkan?
* menangis adalah haq, namun menangislah dengan haq, untuk yang haq, dan tangisilah dunia untuk sesuatu yang haq.
* sabar adalah pilar kebahagian seorang hamba, dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
* ibnu qoyyim rahimahullah mengatakan,
" kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apa bila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.
* tidak ada pemberian yang lebih baik dari Allah subhanahu wa ta'ala selain pemberian berupa sabar.
* tahanlah kesedihan hatimu karena kesedihan itu hanyalah fatamorgana rasa yang tercipta dari harubiru hatimu yang mudah berubah-ubah.
Jika engkau menurutinya maka takkan ada habisnya.
Yang engkau butuhkan hanya keteguhan hati yang akan melahirkan ketengan, berlayar mengarungi samudra nan luas penuh debusan ombak. Dan muaranya adalah negri kedamaian tempat peristirahatan terakhirmu. Temukanlah keteguhan hati mu.
* ketenangan mempunyai banyak kegunaan?
Seperti di katakan ibnu qoyyim,
ketengangan bisa melahirkan kekusyukan dalam ketaan dan kesadaran dalam beribadah.
Ketenangan bisa berintrapeksi, menerima terhadap ketetapan Allah. Bersikap hati-hath, menempatkan akal di depan lidahnya, berbicara dengan pertimbangan, meredam nafsu dan emosi, bertindak dengan penuh arif dan bijaksana.
* Kebenaran itu berat dan lezat, batil itu ringan dan membawa laknat, betapa banyak nafsu dan syahwat telah menyebabkan duka yang panjang.
* manusia selalu menganggap baik apa yang di lakukannya tapi belum tentu menganggapnya benar apa yang di lakukannya.
Sesuatu yang baik belum tentu benar dan yang benar sudah pasti baik.
Apa yang baik menurut kita bisa jadi buruk menurut Allah.
Dan apa yang buruk menurut kita bisa jadi baik menurut Allah.
* kebahagian itu sering nampak ada pada orang lain, sehingga begitu ingin kita memiliki seperti yang ada pada orang lain itu.
Padahal bisa jadi orang lain juga melihat yang serupa yang ada pada kita.
Och... Sanaw sinawang bikin hati resah gelisah setiap saat.
* kalau engkaukehilangan sesuatu, lebih baik diam saja, dari pada berteriak-teriak agar di dengar orang lain. Menjaga apa yang ada di tangan mu lebih baik dari pada engkau berupaya mendapatkan apa yang ada di tangan orang lain,
rasa pedih kalau kita gagal mendapatkan sesuatu atau kita kehilangan harapan adalah lebih baik, dari pada meminta-meminta kepada orang lain.
* Ketahuilah semua yang telah terjadi itu adalah kehendak Allah, dan tidak ada yang sia-sia apa yang menjadi kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bersyukur dan bersabarlah dengan apa yang telah menjadi kehendak-Nya. Sebelum engkau mengeluh lihat orang-orang di sekitar mu dulu, apa yang engkau alami masih ada lagi yang lebih berat mengalami apa yang engkau alami.
* minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi manusia lemah. Jika engkau di timpa sesuatu maka janganlah mengatakan ; ' seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu! ' tetapi katakanlah ; itu semua adalah takdir Allah, apa yang di kehendaki-Nya di kerjakan-Nya ' sebab kalimat ' seandainyai... Itu akan membuka pintu buat setan. { Al-Hadits }.
* seseorang akan di uji sesuai dengan kondisi agamanya, apa bila agamanya begitu kokoh, maka ia akan di uji sesuai dengan kualitas agamanya, seorang hamba senantiasa mendapat cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa. { H.R. Tirmidzi }.
* lihatlah kepada orang yang berada di bawah mu dan janganlah melihat orang yang ada di atas mu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak merendahkan nikmat Allah yang telah di berikan kepada mu. { Muttafaqun 'Alaihi }.
* angan berangkat sebelum tahu tujuan mu, jangan menyuap sebelum mencicipinya, tahu hanya berawal dari bertanya, bisa berpangkal dari meniru , sesuatu terwujud hanya dari tindakan janganlah bagai orang gunung membeli emas, baru mendapat besi kuningan pun puas di kira emas bila tanpa dasar, bakti membutapun akan bisa menyesatkan dan menyengsarakan kita.
* sabar dalam menghadapi semua perjalanan hidup, tak perlu banyak orang yang tau dalam hidup yang kita jalani, tak perlu banyak orang yang merasa membanggakan diri kita dalam kesabaran yang kita jalani, tak ada pengecualian dalam hidup walapun ini sulit. Ikuti perjalanan yang Allah ridhoi selagi itu masih dalam kebaikan dan kebenaran.
* jika Allah menahan pemberian-Nya pada mu, maka pahammilah bahwa itu adalah suatu kemuliaan untuk mu, selama engkau pertahankan ke islaman dan ke imanan mu, hingga segenap apa yang di lakukan Allah kepada diri mu menjadi karunia pula kepada mu.
* selagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala menginginkan perjalanan ini, selagi itulah kita berjalan.
Sehingga di suatu hari Dia ingin kita berhenti maka dengan rela hati kita pergi tanpa harus memikirkan apa-apa lagi.
* selalu ada berkah dalam keluarga, selalu ada ketabahan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran, selalu ada harapan dalam keyakinan, dan selalu ada do'a dalam iman.
** kemana lagi kita mencari ketenangan selain kepada-Nya. Kemana lagi kita meminta dan memohon pertolongan selain dari pada kepada-Nya.
* pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan, dan tak ada obat yang paling mujarab selain taqwa. kepada-Nya lah satu-satu-Nya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan, yang mendatangkan keberkahan hidup, serta menyelamatkan dari adzab-Nya di dunia maupun di akhirat nanti, karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* kesedihan hanya akan membuat hati menjadi kecut, wajah berubah muram, dan harapanpun kian menghilang. Jangan biarkan diri kita di kuasai masa lalu yang kelam. Bangkitlah esok masih ada matahari.
*jarak antara kesulitan dan kemudahan adalah nikmat dari Allah. Pada saat manusia mengalami kesulitan maka hakekat kenikmatan bukan pada kesulitan itu, begitu pula sebaliknya di saat di beri kemudahan maka hakekat nikmat itu bukan pada kemudahannya, tapi hakekat kesulitan dan kemudahan kenikmatannya terletak tak kala manusia mengingat atau berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* tak ada penyelamat yang lebih utama selain tobat, dan tak ada kebahagiaan yang sempurna selain pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* hidup ini begitu singkat, siapa yang menjamin anda bisa hidup sampai terbenamnya matahari, alangkah bodohnya kita bila berpegang pada hal-hal duniawi saja.
* tak ada yang tau apa yang akan terjadi esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat yang terbaik untuk hari ini. Tak ada yang pasti di dunia ini selain dari pada mati. Tak ada yang abadi di dalam diri kita kecuali amal kita.
* ada dua perkara yang akan membuat manusia terlena, membuat merugi, membuat manusia binasa kalau tidak memanfaatkan karunia ini. Yaitu karunia waktu luang dan kesehatan.
* cukuplah kematian sebagai peringatan, cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang tercinta penghilang segala kenikmatan, pemutus segala cita-cita.
* aku tidak peduli apakah aku yang harus menjemput kematian atau kematian yang menjemput ku. { Imam Ali Bin Abi Thalib }.
* ketahuilah bahwa dunia ini adalah sama seperti bangkai keledai. { Al-Hadits }.
* kalaulah dunia ini berharga di sisi Allah 'Azza Wa Jalla sebelah sayap nyamuk saja, maka Allah tidak akan memberi kekayaan walaupun peteguk minuman kepada orang-orang kafir. { H.R. Ahmad dan Tirmidzi }.
* sesungguhnya Allah lebih mengetahui siapa jodoh kita, bagaimana rizki kita, berapa umur kita dan perjalanan menuju matlamat itu di hiasi dengan beribu dugaan. Allah pasti memberikan yang terbaik untuk yang terbaik, insya Allah. Yakinlah dengan Allah.
* antara pejaman mata dan keterjagaan mata, Allah selalu merubah keadaan menjadi berbagai peristiwa yang menimpa kita. Betapapun sulit dan pahitnya sesungguhnya Allah lah yang memberitahukan kepada kita nikmat yang sebenarnya.
* ujian itu adalah binatang buas, dia tidak akan pernah memakan bangkai, dia adalah mahkota yang tidak pernah di pakai oleh para pelayan, dia adalah pedang yang tidak pernah di jinjing pada pengecut. Dia adalah mimbar yang tidak pernah di naiki oleh orang lemah dan lembek.
* Ali Bin Abi Thalib berkata setiap bencana yang datang, pasti karena dosa. Dan bencama itu akan hilang dengan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* pada saat mengeluh, bagai melihat rajutan benang-benang hidup dari bawah, tampaknya memang kusut dan berantakan, tapi yakinlah bahwa sesungguhnya Tuhan telah membuat rajutan yang hndah, bagai melihat hasil rajutannya dari sisi atas dan kelak akan melihat bahwa pengalaman manis dan pahit yang di rasakan ternyata turut memberikan warna bagi rajutan hidup dan kita akan sangat bersyukur atas warna itu.
* Pertolongan itu datang sesudah bersabar, jalan keluar itu datang sesudah adanya bencana kesulitan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. { H.R Ibnu Najjar }.
* perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bisa terkena ujian {cobaan}, kalau menggunjinnya dia berdosa dan kalau dia menyetujuinya maka seolah-olah dia ikut melakukannya. { H.R. Dailami }.
* debu-debu perjalanan mulai menempel dan perlahan membuat kita terhalang pandangan akan keindahan hati yang sesungguhnya, tapi ada senjata pamungkas yang selalu menyapu debu-debu itu yaitu dengan kalimat tauhid-Nya.
* ciri cinta kepada Allah senang cinta dzikrullah, ciri benci kepada Allah benci dzikir kepada-Nya. { H.R. Baihaqi }.
* segala yang di langit dan di bumi secara serasi bersujud patuh tiap pagi dan petang, justru manusia yang sering tidak kompak dengan bayang-bayangnya. Bertanyalah kita, adakah bayang-bayang kita lebih taat dari diri kita? Atokah kita hanya menjadi penindas bayang-bayang?
* di hari ku yang mana aku dapat melarikan diri dari maut? Di hari yang tidak di takdirkan? Atau, di hari yang di takdirkan? Hari yang tidak di takdirkan, aku tidak kuatir terhadapnya. Dan hari yang tidak di takdirkan, sikap kuatir tidak lah menyelamatkan. { Ali Bin Abi Thalib }.
* setiap penglihatan yang tidak di tunjukkan untuk mengambil ibrah {pelajaran} adalah kesia-siaan, diam yang tidak di sertai pemikiran {tafakur} adalah kelalaian, seadangkan pembicaraan yang bukan dzikir itu juga merupakan kesia-kesiaan, beruntunglah orang yang pandangannya di tunjukkan untuk mengambil ibrah, diamnya karena berfikir, dan pembicaraannya berisikan dzikir. { Ali Bin Abi Thalib }.
* hai hamba-hamba Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada malam dan siang hari, oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku. Niscaya Aku mengampuni kalian. { H.R. Muslim }.
* wahai para hamba Allah yang sedang meniti jalan menuju Robb nya, janganlah luasnya rahmat dan ampunan Allah menjadikan kita merasa aman dari siksa dan adzab-Nya. Jangalah kita merasa bahwa segala amalan yang kita kerjakan pasti di terima oleh-Nya. Siapakah yang bisa menjamin itu semua?.
* kadang naik, kadang turun, kadang dekat, kadang jauh, kadang taat, kadang maksiat, semoga berujung pada taubat, hingga selamat dunia akhirat. Amin.
" DIA BERSAMA MU...! "
* wahai kawan...!
*Engkau merasa sepi...
- tapi sebenarnya engkau tak sendiri.
* engkau merasa di persimpangan...
- tapi sebenarnya engkau dalam perjalanan ujian...
* engkau merasa ragu dalam banyak keinginan...
- tapi sebenarnya engkau hanya punya satu pilihan.
* engkau merasa samar dalam memandang...
- tapi sebenarnya engkau tajam dalam penglihatan.
* wahai kawan...!
* mendekatlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala...
- maka engkau kenal yang sebenarnya.
* taatlah dalam amalan sunnah Rasul-Nya...
- maka engkau akan paham kehendak-Nya.
* istiqomahlah...!
* maka engkau tak kan, pernah merasa sendiri lagi...
" DIA BERSAMA MU...! "
* di manapun engkau berada...
- Dia lah yang Awwal.
- Dia lah yang akhir.
- Dia lah yang Dzahir.
- Dia lah yang Bathin.
* maka bertasbihlah kepada- Nya.
* Subhaanallah...!
* Alhamdulillah...!
* Allahu Akbar...!
* La Ilaha Illallah...!
* Astaghfirullah...!
* Tak pernah ku merasakan aroma kematian yang begitu dekat...
* kemana kau akan lari saat datang malaikat...
* apa yang akan kau kata atas apa yang kau buat...
* tidak kah kau tau di dalam kubur tak ada syafaat...
* lantas apa arti dunia di bandingkan akhirat...
* saat itu terjadi harta dan keluarga mu seolah tak terlihat...
* och...!
* ampuni kami sang pemilik rahmat...
* meskipun telah kami balas anugrah-Mu dengan sikap khianat...
* kami masih berharap menjadi penghuni firdaus-Mu yang nikmat...
* bkan jahanam-Mu yang terlaknat...
* Allahummaghfirlana wal muslimin. Ya Allah, ampuni kami dan kaum muslimin. Amin.
* Jazakallhu khairan katsiran...
* Wallahu 'alam.
* sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makanan mu,
pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk di makan.
* sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
* sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
* sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk di berikan teman hidup.
* sebelum kamu mengeluh tentang rumah tangga mu { suami atau istri anda },
pikirkan tentang seseorang yang telah bercerai.
* sebelum kamu mengeluh tentang anak-anak anda,
pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak.
Tetapi dirinya mandul.
* sebelum kamu mengeluh tentang rumah mu yang kotor, karena pembantu mu tidak mengerjakan tugasnya,
pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.
* hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidup mu,
pikirkan tentamg seseorang yang meninggal terlalu cepat.
* sebelum kamu mengeluh dengan kesulitan mu,
pikirkan tentang orang-orang yang lebih sulit lagi.
* sebelum kamu mengeluh tentang pelajaran mu di sekolah,
pikirkan tentang orang-orang yang ingin sekolah,
tapi dia tidak mampu untuk membiayai sekolahnya.
* sebelum kamu mengeluh karena kesalahan teman atau saudara anda,
pikirkan tentang orang-orang yang tidak punya teman atau saudara, karena di kucilkan.
* sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
* dan di saat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaan mu,
pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
* sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
* dan ketika kamu sedang bersedih dan hidup mu dalam kesusahan,
tersenyum dan berterimakasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup.
* sebelum anda mengeluh tentang apa saja, lihatlah, renungkan, dan pikirkan di sekitar anda dulu apa dan bagaimana dia?
* di saat kita mau menunjuk jari dan menyalahkan orang lain,
pernahkah kita berfikir dan ingat bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak pernah salah dan berdosa sama sekali.
* maka ni'mat Robb kamu yang mana kah yang kamu dustakan. { Q.S. 55 : 13 }.
* jangan menghitung berapa kali diri mu terjatuh,
lalu berusaha bangkit kembali di saat berlari mendekati-Nya.
Sebab cinta-Nya hanya di berikan kepada orang yang RIDHO menjalani kehendak-Nya.
* keselamatan hati bermuara pada keridhoan dan ketenangan jiwa tergantung pada sikap rela.
* sifat muslim sejati adalah bersabar ketika di timpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat.
* seorang mu'kmin itu jika dia melihat, maka dia mengambil pelajaran, jika dia diam maka dia berfikir, jika dia bicara maka dia mengingat, jika dia di beri sesuatu dia bersyukur dan jika dia di coba dia bersabar.
* barang siapa yang akan memperoleh limpahan kebaikan dari Allah, maka terlebih dahulu ia akan di beri cobaan. { H.R. Bukhari }.
* besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla bila menyayangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barang siapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barang siapa murka maka baginya muka Allah. { H.R. Tirmidzi }.
* tiada seorang mukmin di timpa rasa sakit, kelelahan {kepayahan}, di serang penyakit atau kesedihan {kesusahan} sampaipun duri yang menusuk {tubuhnya} kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. { H.R. Bukhari }.
* tidaklah seseorang wafat kecuali dia menyesal, apa bila dia orang yang baik dia menyesal kenapa tidak lebih baik dan apa bila dia orang jahat dia menyesal kenapa dia tidak bertobat. { H.R. Tirmidzi }.
* ujian dan cobaan memberi kekuatan spiritual yang tidak terukur dan tidak terhitung. Air mata yang menyucikan jiwa, membersihkan kotoran, dan menerangi hati serta pikiran. Ketika jiwa yang takut kepada Allah subhanahu wata'ala. Taat menangis saat bersujud kepada-Nya. Saat itulah sebenarnya keberadaan lebih berhak mendapat balasan kebaikan di akhirat. Dari pada para pecinta kemungkaran dan kejahatan.
* jangan mau di hancurkan oleh hal-hal yang sepele tapi juga jangan memperlakukan masalah lebih besar dari kenyataan yang sebenarnya. Berhati-hatilah jangan terlalu takut menghadapi masalah dan janganlah terlalu membesar-besarkan maslah. Perlakukan semua sesuai dengan kapasitasnya.
Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan setelah kesusahan ada jalan keluar dan itu adalah sunnatullah-Nya yang pasti berlalu.
* Hati yang paling Allah kasihi ialah hati yang paling lembut terhadap saudaranya, paling bersih dalam keyakinannya dan paling baik dalam agamanya.
* sesuatu lebih terasa berharga ketika kita sudah tidak memilikinya, maka hargai dan jagalah segala yang kita miliki.
* usah gelisah apa bila di benci manusia, karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia ini.
Tapi gelisah lah apa bila di benci Allah karena tiada lagi yang mengasihi mu di akhirat.
* cintailah apa yang kamu cintai sekedarnya saja, karena apa yang kamu cintai hari ini bisa kamu benci pada hari esok.
Dan bencilah apa yang kamu benci sekedarnya saja, karena apa yang kamu benci hari ini bisa juga kamu cinta pada hari esok.
* di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, bkan hanya berarti di setiap ada lalu Allah menggantinya dengan kemudahan, tapi lebih kepada bagaimana kita lebih sabas dalam menghadapi kesulitan, lalu akhirnya kita lebih dewasa dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
* terkadang kita merasa bertindak bodoh hanya karena terlalu berharap dan di sisi lain, harapan sangat di perlukan untuk bisa menjadi penyemangat hidup, tapi harapan-harapan akan menjadi basi ketika tak lagi bisa melihat mana yang baik dan buruk. Mana yang menyakitkan dan mana yang bisa menunjukkan pola pikir yang sebenarnya, mana yang menyakitkan pola pikir yang sebenarnya, kenapa harus berdalih karena keadaan? Dan kenapa keadaan yang mesti di salahkan?
* menangis adalah haq, namun menangislah dengan haq, untuk yang haq, dan tangisilah dunia untuk sesuatu yang haq.
* sabar adalah pilar kebahagian seorang hamba, dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
* ibnu qoyyim rahimahullah mengatakan,
" kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apa bila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.
* tidak ada pemberian yang lebih baik dari Allah subhanahu wa ta'ala selain pemberian berupa sabar.
* tahanlah kesedihan hatimu karena kesedihan itu hanyalah fatamorgana rasa yang tercipta dari harubiru hatimu yang mudah berubah-ubah.
Jika engkau menurutinya maka takkan ada habisnya.
Yang engkau butuhkan hanya keteguhan hati yang akan melahirkan ketengan, berlayar mengarungi samudra nan luas penuh debusan ombak. Dan muaranya adalah negri kedamaian tempat peristirahatan terakhirmu. Temukanlah keteguhan hati mu.
* ketenangan mempunyai banyak kegunaan?
Seperti di katakan ibnu qoyyim,
ketengangan bisa melahirkan kekusyukan dalam ketaan dan kesadaran dalam beribadah.
Ketenangan bisa berintrapeksi, menerima terhadap ketetapan Allah. Bersikap hati-hath, menempatkan akal di depan lidahnya, berbicara dengan pertimbangan, meredam nafsu dan emosi, bertindak dengan penuh arif dan bijaksana.
* Kebenaran itu berat dan lezat, batil itu ringan dan membawa laknat, betapa banyak nafsu dan syahwat telah menyebabkan duka yang panjang.
* manusia selalu menganggap baik apa yang di lakukannya tapi belum tentu menganggapnya benar apa yang di lakukannya.
Sesuatu yang baik belum tentu benar dan yang benar sudah pasti baik.
Apa yang baik menurut kita bisa jadi buruk menurut Allah.
Dan apa yang buruk menurut kita bisa jadi baik menurut Allah.
* kebahagian itu sering nampak ada pada orang lain, sehingga begitu ingin kita memiliki seperti yang ada pada orang lain itu.
Padahal bisa jadi orang lain juga melihat yang serupa yang ada pada kita.
Och... Sanaw sinawang bikin hati resah gelisah setiap saat.
* kalau engkaukehilangan sesuatu, lebih baik diam saja, dari pada berteriak-teriak agar di dengar orang lain. Menjaga apa yang ada di tangan mu lebih baik dari pada engkau berupaya mendapatkan apa yang ada di tangan orang lain,
rasa pedih kalau kita gagal mendapatkan sesuatu atau kita kehilangan harapan adalah lebih baik, dari pada meminta-meminta kepada orang lain.
* Ketahuilah semua yang telah terjadi itu adalah kehendak Allah, dan tidak ada yang sia-sia apa yang menjadi kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bersyukur dan bersabarlah dengan apa yang telah menjadi kehendak-Nya. Sebelum engkau mengeluh lihat orang-orang di sekitar mu dulu, apa yang engkau alami masih ada lagi yang lebih berat mengalami apa yang engkau alami.
* minta tolonglah kepada Allah dan jangan menjadi manusia lemah. Jika engkau di timpa sesuatu maka janganlah mengatakan ; ' seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu! ' tetapi katakanlah ; itu semua adalah takdir Allah, apa yang di kehendaki-Nya di kerjakan-Nya ' sebab kalimat ' seandainyai... Itu akan membuka pintu buat setan. { Al-Hadits }.
* seseorang akan di uji sesuai dengan kondisi agamanya, apa bila agamanya begitu kokoh, maka ia akan di uji sesuai dengan kualitas agamanya, seorang hamba senantiasa mendapat cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa. { H.R. Tirmidzi }.
* lihatlah kepada orang yang berada di bawah mu dan janganlah melihat orang yang ada di atas mu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak merendahkan nikmat Allah yang telah di berikan kepada mu. { Muttafaqun 'Alaihi }.
* angan berangkat sebelum tahu tujuan mu, jangan menyuap sebelum mencicipinya, tahu hanya berawal dari bertanya, bisa berpangkal dari meniru , sesuatu terwujud hanya dari tindakan janganlah bagai orang gunung membeli emas, baru mendapat besi kuningan pun puas di kira emas bila tanpa dasar, bakti membutapun akan bisa menyesatkan dan menyengsarakan kita.
* sabar dalam menghadapi semua perjalanan hidup, tak perlu banyak orang yang tau dalam hidup yang kita jalani, tak perlu banyak orang yang merasa membanggakan diri kita dalam kesabaran yang kita jalani, tak ada pengecualian dalam hidup walapun ini sulit. Ikuti perjalanan yang Allah ridhoi selagi itu masih dalam kebaikan dan kebenaran.
* jika Allah menahan pemberian-Nya pada mu, maka pahammilah bahwa itu adalah suatu kemuliaan untuk mu, selama engkau pertahankan ke islaman dan ke imanan mu, hingga segenap apa yang di lakukan Allah kepada diri mu menjadi karunia pula kepada mu.
* selagi Allah Subhanahu Wa Ta'ala menginginkan perjalanan ini, selagi itulah kita berjalan.
Sehingga di suatu hari Dia ingin kita berhenti maka dengan rela hati kita pergi tanpa harus memikirkan apa-apa lagi.
* selalu ada berkah dalam keluarga, selalu ada ketabahan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran, selalu ada harapan dalam keyakinan, dan selalu ada do'a dalam iman.
** kemana lagi kita mencari ketenangan selain kepada-Nya. Kemana lagi kita meminta dan memohon pertolongan selain dari pada kepada-Nya.
* pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan, dan tak ada obat yang paling mujarab selain taqwa. kepada-Nya lah satu-satu-Nya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan, yang mendatangkan keberkahan hidup, serta menyelamatkan dari adzab-Nya di dunia maupun di akhirat nanti, karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* kesedihan hanya akan membuat hati menjadi kecut, wajah berubah muram, dan harapanpun kian menghilang. Jangan biarkan diri kita di kuasai masa lalu yang kelam. Bangkitlah esok masih ada matahari.
*jarak antara kesulitan dan kemudahan adalah nikmat dari Allah. Pada saat manusia mengalami kesulitan maka hakekat kenikmatan bukan pada kesulitan itu, begitu pula sebaliknya di saat di beri kemudahan maka hakekat nikmat itu bukan pada kemudahannya, tapi hakekat kesulitan dan kemudahan kenikmatannya terletak tak kala manusia mengingat atau berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* tak ada penyelamat yang lebih utama selain tobat, dan tak ada kebahagiaan yang sempurna selain pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* hidup ini begitu singkat, siapa yang menjamin anda bisa hidup sampai terbenamnya matahari, alangkah bodohnya kita bila berpegang pada hal-hal duniawi saja.
* tak ada yang tau apa yang akan terjadi esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat yang terbaik untuk hari ini. Tak ada yang pasti di dunia ini selain dari pada mati. Tak ada yang abadi di dalam diri kita kecuali amal kita.
* ada dua perkara yang akan membuat manusia terlena, membuat merugi, membuat manusia binasa kalau tidak memanfaatkan karunia ini. Yaitu karunia waktu luang dan kesehatan.
* cukuplah kematian sebagai peringatan, cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, menjadikan mata menangis, perpisahan dengan orang-orang tercinta penghilang segala kenikmatan, pemutus segala cita-cita.
* aku tidak peduli apakah aku yang harus menjemput kematian atau kematian yang menjemput ku. { Imam Ali Bin Abi Thalib }.
* ketahuilah bahwa dunia ini adalah sama seperti bangkai keledai. { Al-Hadits }.
* kalaulah dunia ini berharga di sisi Allah 'Azza Wa Jalla sebelah sayap nyamuk saja, maka Allah tidak akan memberi kekayaan walaupun peteguk minuman kepada orang-orang kafir. { H.R. Ahmad dan Tirmidzi }.
* sesungguhnya Allah lebih mengetahui siapa jodoh kita, bagaimana rizki kita, berapa umur kita dan perjalanan menuju matlamat itu di hiasi dengan beribu dugaan. Allah pasti memberikan yang terbaik untuk yang terbaik, insya Allah. Yakinlah dengan Allah.
* antara pejaman mata dan keterjagaan mata, Allah selalu merubah keadaan menjadi berbagai peristiwa yang menimpa kita. Betapapun sulit dan pahitnya sesungguhnya Allah lah yang memberitahukan kepada kita nikmat yang sebenarnya.
* ujian itu adalah binatang buas, dia tidak akan pernah memakan bangkai, dia adalah mahkota yang tidak pernah di pakai oleh para pelayan, dia adalah pedang yang tidak pernah di jinjing pada pengecut. Dia adalah mimbar yang tidak pernah di naiki oleh orang lemah dan lembek.
* Ali Bin Abi Thalib berkata setiap bencana yang datang, pasti karena dosa. Dan bencama itu akan hilang dengan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
* pada saat mengeluh, bagai melihat rajutan benang-benang hidup dari bawah, tampaknya memang kusut dan berantakan, tapi yakinlah bahwa sesungguhnya Tuhan telah membuat rajutan yang hndah, bagai melihat hasil rajutannya dari sisi atas dan kelak akan melihat bahwa pengalaman manis dan pahit yang di rasakan ternyata turut memberikan warna bagi rajutan hidup dan kita akan sangat bersyukur atas warna itu.
* Pertolongan itu datang sesudah bersabar, jalan keluar itu datang sesudah adanya bencana kesulitan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. { H.R Ibnu Najjar }.
* perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalau dia mencelanya maka bisa terkena ujian {cobaan}, kalau menggunjinnya dia berdosa dan kalau dia menyetujuinya maka seolah-olah dia ikut melakukannya. { H.R. Dailami }.
* debu-debu perjalanan mulai menempel dan perlahan membuat kita terhalang pandangan akan keindahan hati yang sesungguhnya, tapi ada senjata pamungkas yang selalu menyapu debu-debu itu yaitu dengan kalimat tauhid-Nya.
* ciri cinta kepada Allah senang cinta dzikrullah, ciri benci kepada Allah benci dzikir kepada-Nya. { H.R. Baihaqi }.
* segala yang di langit dan di bumi secara serasi bersujud patuh tiap pagi dan petang, justru manusia yang sering tidak kompak dengan bayang-bayangnya. Bertanyalah kita, adakah bayang-bayang kita lebih taat dari diri kita? Atokah kita hanya menjadi penindas bayang-bayang?
* di hari ku yang mana aku dapat melarikan diri dari maut? Di hari yang tidak di takdirkan? Atau, di hari yang di takdirkan? Hari yang tidak di takdirkan, aku tidak kuatir terhadapnya. Dan hari yang tidak di takdirkan, sikap kuatir tidak lah menyelamatkan. { Ali Bin Abi Thalib }.
* setiap penglihatan yang tidak di tunjukkan untuk mengambil ibrah {pelajaran} adalah kesia-siaan, diam yang tidak di sertai pemikiran {tafakur} adalah kelalaian, seadangkan pembicaraan yang bukan dzikir itu juga merupakan kesia-kesiaan, beruntunglah orang yang pandangannya di tunjukkan untuk mengambil ibrah, diamnya karena berfikir, dan pembicaraannya berisikan dzikir. { Ali Bin Abi Thalib }.
* hai hamba-hamba Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa pada malam dan siang hari, oleh karena itu, mohonlah ampun kepada-Ku. Niscaya Aku mengampuni kalian. { H.R. Muslim }.
* wahai para hamba Allah yang sedang meniti jalan menuju Robb nya, janganlah luasnya rahmat dan ampunan Allah menjadikan kita merasa aman dari siksa dan adzab-Nya. Jangalah kita merasa bahwa segala amalan yang kita kerjakan pasti di terima oleh-Nya. Siapakah yang bisa menjamin itu semua?.
* kadang naik, kadang turun, kadang dekat, kadang jauh, kadang taat, kadang maksiat, semoga berujung pada taubat, hingga selamat dunia akhirat. Amin.
" DIA BERSAMA MU...! "
* wahai kawan...!
*Engkau merasa sepi...
- tapi sebenarnya engkau tak sendiri.
* engkau merasa di persimpangan...
- tapi sebenarnya engkau dalam perjalanan ujian...
* engkau merasa ragu dalam banyak keinginan...
- tapi sebenarnya engkau hanya punya satu pilihan.
* engkau merasa samar dalam memandang...
- tapi sebenarnya engkau tajam dalam penglihatan.
* wahai kawan...!
* mendekatlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala...
- maka engkau kenal yang sebenarnya.
* taatlah dalam amalan sunnah Rasul-Nya...
- maka engkau akan paham kehendak-Nya.
* istiqomahlah...!
* maka engkau tak kan, pernah merasa sendiri lagi...
" DIA BERSAMA MU...! "
* di manapun engkau berada...
- Dia lah yang Awwal.
- Dia lah yang akhir.
- Dia lah yang Dzahir.
- Dia lah yang Bathin.
* maka bertasbihlah kepada- Nya.
* Subhaanallah...!
* Alhamdulillah...!
* Allahu Akbar...!
* La Ilaha Illallah...!
* Astaghfirullah...!
* Tak pernah ku merasakan aroma kematian yang begitu dekat...
* kemana kau akan lari saat datang malaikat...
* apa yang akan kau kata atas apa yang kau buat...
* tidak kah kau tau di dalam kubur tak ada syafaat...
* lantas apa arti dunia di bandingkan akhirat...
* saat itu terjadi harta dan keluarga mu seolah tak terlihat...
* och...!
* ampuni kami sang pemilik rahmat...
* meskipun telah kami balas anugrah-Mu dengan sikap khianat...
* kami masih berharap menjadi penghuni firdaus-Mu yang nikmat...
* bkan jahanam-Mu yang terlaknat...
* Allahummaghfirlana wal muslimin. Ya Allah, ampuni kami dan kaum muslimin. Amin.
* Jazakallhu khairan katsiran...
* Wallahu 'alam.
karena Agamanya Kunikahi Dia, Upaya Menjaga Diri dari Fitnah Syahwat-Ust Armen, Telah Datang Zamannya
Karena Agamanya Kunikahi Dia (1)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (2)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (3)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (4)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (5)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (6)
Click here to view the embedded video.
arena Agamanya Kunikahi Dia (7)
Click here to view the embedded video.
Menghadirkan Hati yang Khusyuk dalam Berdo’a kepada Allah-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Menerapkan Hati yang Hanif Di Lingkungan Ahli Maksiat-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Upaya Menjaga Diri dari Fitnah Syahwat-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Waspadai Su’ul Khotimah-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (9)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (8)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (7)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (6)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (5)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (4)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (3)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (2)
Click here to view the embedded video
Telah Datang Zamannya (1)
Click here to view the embedded video.
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (2)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (3)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (4)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (5)
Click here to view the embedded video.
Karena Agamanya Kunikahi Dia (6)
Click here to view the embedded video.
arena Agamanya Kunikahi Dia (7)
Click here to view the embedded video.
Menghadirkan Hati yang Khusyuk dalam Berdo’a kepada Allah-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Menerapkan Hati yang Hanif Di Lingkungan Ahli Maksiat-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Upaya Menjaga Diri dari Fitnah Syahwat-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Waspadai Su’ul Khotimah-Ust Armen
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (9)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (8)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (7)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (6)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (5)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (4)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (3)
Click here to view the embedded video.
Telah Datang Zamannya (2)
Click here to view the embedded video
Telah Datang Zamannya (1)
Click here to view the embedded video.
Langganan:
Postingan (Atom)
