Kamis, 20 Agustus 2009

Bangkit Dibalik Kegelisahan Oleh: KH. M Luqman Hakiem MA

Bangkit Dibalik Kegelisahan
Oleh: KH. M Luqman Hakiem MA

Rasa susah atas hilangnya ketaatan kepada Allah dengan tidak disertai bangkit kembali kepada Allah, termasuk tanda-tanda tipudaya.

Rasa susah adalah tersempitnya hati karena kehilangan sesuatu yang kita cintai, atau rasa takut terhadap datangnya hal-hal yang kita benci yang menimbulkan rasa gelisah. Seluruh ketakutan dan kekawatiran bahkan kegelisahan itu jika menumbuhkan kebangkitan diri menuju Allah berarti memiliki efek postif dan baik. Sebaliknya jika tidak, bahkan menikmati kegelisahan dan romantisme atas keputusasaan, justru berubah buruk, karena terpedaya oleh tipudaya nafsunya itu sendiri.

Banyak orang yang mengalami krisis kejiwaan membuat dirinya tertimpa kemalasan, kejenuhan beribadah, dengan sejumlah alasan yang diungkapkan oleh nafsunya sendiri. Dan kegelisahan itu bisa menimbulkan putus asa karena merasa apa yang muncul itu dari dirinya, manakala tidak dikembalikan kepada Allah.
Abu Sulaiman ad-Darany mengatakan, "Tangis itu bukanlah airmata yang meleleh, tetapi tangis sesungguhnya adalah meninggalkan dan melupakan perkara yang ditangisi."
Berarti seseorang harus tetap menjaga semangat dan stamina bangkit kepada Allah Ta'ala.

Hal demikian juga mengandung pelajaran bagi orang yang kehilangan waktu-waktu taatnya, kehilangan perbuatan baiknya, jangan sampai terjerumus dalam penyesalan yang ekstrim yang mengarah pada kegelisahan, lalu ia kehilangan harapan kepada Allah. Jika itu terjadi berarti kita telah masuk ke lembah tipudaya (ghurur).

Sebagaimana di awal hikmah Ibnu Athaillah disebutkan, "Tanda-tanda seseorang masih mengandalkan amalnya, adalah jika orang itu berbuat salah atau dosa, maka harapannya kepada Allah berkurang.
Munculnya harapan yang minim bisa disebabkan karena perasaan bersalah yang berlebihan, menyalahkan diri sendiri berlebihan, lalu merasa tidak pantas lagi menghadap Allah. Rasa tidak pantas menimbulkan semangat turun, lalu lambat laun malah jauh dari Allah.

Sufinews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar