Minggu, 23 Agustus 2009

Kurma, Antara Islam Dan Ilmu Pengetahuan

Kurma memiliki nilai dan kedudukan khusus dalam Islam, dan semua perhatian manusia tentang keutamaan kurma terfokus pada dua hal ini, dan ketika semakin mendalam pembahasan dan penelitian terhadap kurma, maka anda akan menemukan bahwa kurma memang layak untuk mendapatkan kedudukan dan keistimewaan ini. Dan ini adalah nikmat yang agung yang Allah muliakan kita dengannya dalam deretan nikmat-nikmat lain yang tiada terhitung. Allah berfirman:

وءاتاكم من كل ما سألتموه وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها إن الإنسان لظلوم كفار (إبراهيم: 34)

Dan kami memberikan kepada kalian semua apa yang kalian minta; dan andai kalian menghitung-hitung nikmat Allah pastilah kalian tidak bisa mendatanya, sesungguhnya manusia benar-benar dhalim dan sangat ingkar (Q.S. Ibrahim: 34)
Allah juga berfirman:

ينبت لكم به الرزع والزيتون والنخيل والأعنب ومن كل الثمرت، إن في ذلك لأية لقوم يتفكرون (النحل: 11)

Dan ditumbuhkan untuk kalian di bumi ini tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan semua buah-buahan. Sesungguhnya yang demikian benar-benar menjadi tanda-tanda kebesaran Kami bagi kaum yang mau berfikir (Q.S. An-Nahl: 11).

Berdasarkan penelitian yang sudah banyak dilakukan terhadap kurma, ditegaskan bahwa bahwa kurma mengandung sejumlah unsur penting bagi tubuh, akan tetapi sebagian orang tidak mengetahui hal itu, kecuali sedikit saja. Berdasarkan konfigurasi yang bersumber dari ilmu pengetahuan, wawasan yang bisa dicapai di zaman kiwari, aku tercengang dan terhenyak ketika membaca hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tentang rahasia yang terkandung dalam kurma, dimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر فإنه بركة فإن لم يجد تمراً فالماء فإنه طهور (رواه الترمذي)

Jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab ia berkah, jika tidak ada kurma maka dengan air sebab ia bersih dn suci. (HR. Tirmidzi)

Ini adalah kehebatan kenabian Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Sejumlah penelitian ilmiah telah menetapkan akan kebenaran hal di atas. Ketika akhir dari tahapan penyerapan sari makanan -dipenghujung puasa- akan bergetar keadaan glukosa dan insulin dalam darah yang dating ke katup hati. Dan ini dengan prosesnya akan meminimalisir pemakaian glukosa dan mengambilnya melalui organ hati dan sel-sel ujung seperti otot-otot, sel syaraf, dan menjadi sesuatu yang bisa menghilangkan setiap zat yang terkandung dari gelokogen hati. Pada saat seperti itu organ-organ bergantung untuk mendapatkan energi dari Co2 (karbon dioksida) kimiawi, dan oksida glukosa yang terbentuk dalam hati dari asam amino dan gelesrol. Oleh karena itu memulurnya (melentur memanjang) organ penyerap makanan dengan glukosa pada saat ini memiliki manfaat yang sangat banyak. Jadi, meningkatnya kandungan glukosa secara cepat di dalam katup pembuluh darah vena di hati secara langsung akan diserap, dan kemudian masuk ke dalam ke organ hati pertama kali, kemudian ke sel otak, darah, organ pencernaan, otot-otot, dan seluruh jaringan tubuh yang lainnya yang Allah gerakkan organ-organ tubuh untuk beraktivitas kembali dengan melalui makanan itu. Itu untuk menjadikan zat gula terbaik sebagai makanan terbaiknya, paling mudah diserap tubuh, dan menghentikan oksidasi karbon kimiawi, memangkas zat-zat berbahaya dalam tubuh, menghilangkan keadaan lemah secara umum dan kegemetaran yang kecil dalam organ pencernaan. Sesungguhnya adanya oksidasi kimiawi dalam jumlah besar lemak, sebagaimana terhentinya masuknya glukosa melalui aktivitas pembuatan glukosa dalam hati, maka akan menghentikan pemusnahan asam amino dan seterusnya terjagalah protein dalam tubuh.

Kenapa Kurma?

Kurma merupakan makanan paling kaya akan glukosa. Oleh karena itu, kurma merupakan makanan yang paling baik, sebab ia mengandung zat gula yang tinggi antara 75 - 87% dan dalam bentuk glukosa sebanyak 55%, fructose (fraktosa) 45% lebih tinggi dari jumlah protein, minyak dan beberapa vitamin dimana yang terpentingnya adalah vitamin A, B-2, B-12, dan sejumlah zat penting seperti kalsium, phosphor, potassium, sulfur, sodium, magnesium, cobalt, seng (zinc), florin, nuhas (tembaga), Salyolosa, dan zat lain yang bermanfaat untuk tubuh. Fruktosa akan diubah menjadi glukosa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan dan dikirim ke seluruh tubuh terutama organ-ogran pusat, seperti otak, syaraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.

Fraktosa bersama zat Salyolosa akan berpengaruh untuk membangkitkan gerakan melilit pada organ perut. Phosphor sangat penting untuk makanan penting bagi ruang-ruang dalam otak dan masuk dalam susunan phosphate dan yang mampu mengubah energi dan mengarahkan penggunaannya dalam seluruh sel tubuh.

Seluruh vitamin yang dikandung oleh kurma juga memiliki pengaruh yang efektif dalam nutrisi makanan (vitamin A, B-1, B-2), Biotin, repuflatin, dan yang lainnya. Ia juga mempunyai pengaruh yang positif untuk syaraf pusat. Kandungan lainnya dari kurma juga memiliki pengaruh yang begitu penting bagi pembentukan sebagian enzim yang vital dalam kerja organ pernafasan, berperan vital dalam meregang dan mengkerutnya otot (fleksibel dan lentur), menyeimbangkan zat asam. Zat magnesium dalam kurma juga bisa menghambat ketuaan.

Sebaliknya, seandainya seseorang memulai berbuka puasa dengan makanan yang berprotein tinggi atau berminyak, maka ia sukar untuk dicerna kecuali setelah memalui waktu yang panjang dari mulai dilumat hingga diserap tubuh. Dan hal ini tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan energi siap pakai secara cepat, apalagi untuk bisa meningkatkan kandungan asam amino dalam tubuh sebagai hasil dari makanan yang tidak mengandung zat gula sehingga akhirnya kekurangan zat gula dalam darah.

Masalah vitamin dan zat lainnya, kita melihat bahwa kurma mengandung serat, dan ini merupakan zat yang sangat bagus dalam meningkatkan gerakan organ perut, sekaligus bisa menjaga dari kejang perut yang akhirnya bisa menyulitkan organ pencernaan dan berbagai komplikasi organ sekitar perut.
Kurma yang mentah atau ruthab (kurma mengkel, setengah matang di pohon) memiliki kandungan hormon bitosin . Ini adalah hormon yang khusus untuk kerja gerak peristaltik dalam jaringan darah dan rahim. Dengan hal ini, ia bisa membantu menghindari terjadinya pendarahan dalam rahim. Oleh karena itu, kita mendapati tentang hal itu dalam surat Maryam. Allah berfirman:

وهزي إليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا، فكلي واشربي عينا (مريم: 25 - 26)

Dan rog-lah pohon kurma itu, maka akan jatuh kepadamu ruthab; makan dan minumlah dan bersenang hatilah kamu (Q.S. Maryam: 25 - 26)
(Keterangan: rog [bahasa Jawa] adalah aktivitas seseorang yang ingin mengambil sesuatu dari atas pohon dengan cara memegang pohon dengan kedua tangan, kemudian mendorong dan menarik pohon sehingga bergoyang dan jatuhlah sesuatu yang ada di atas pohon itu -pent).

Dengan sebab ini, kita bisa mengerti bahwa kurma bisa menjadi makanan sekaligus obat. Akan tetapi yang terbaik adalah dengan cara memakan kurma dengan niat sunnah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, maka engkau akan mendapatkan makanan, obat, dan pahala dari Allah Subhannahu wa Ta'ala. Plus jangan lupa untuk memuji Allah atas nikmat ini. (Abm)

Oleh Mahmoud Islamil Syall / Muraja'ah: Dr. Sa'id Syalbi Penasihat Masalah Organ Lambung dan Hati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar