Kamis, 20 Agustus 2009

Surat Sayang dari ALLAH

*)Dari : Tarbawi Community

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu
Berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin …….

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk
mempersiapkan diri untuk pergi bekerja
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti
dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ………

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU
Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk
mendengarkan kabar terbaru

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk
mengucapkan sesuatu kepadaKU

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKU
itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ……..
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap
engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun
saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan
banyak hal yang harus kau kerjakan

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV
engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV
menikmati makananmu
tetapi
kembali kau tidak berbicara kepadaKU …

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu
kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKU, kau sebut.
Engkau menyadari bahwa
AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu
setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku
sedikit waktu untuk menyapaKU …
Tapi yang KU tunggu …
tak kunjung tiba …
tak juga kau menyapaKU.

Subuh …
Dzuhur …
Ashyar …
Magrib …
Isya dan
Subuh kembali
kau masih mengacuhkan AKU …
tak ada sepatah kata
tak ada seucap do’a, dan
tak ada rasa
tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU …
Apa salahKU padamu …
wahai UmmatKU?????
Rizki yang KU limpahkan,
kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan
anak-anak yang KUrahmatkan
apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU !

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan
AKU tetap berharap suatu saat
engkau akan menyapa KU,
memohon perlindungan KU,
bersujud menghadap KU …
Yang selalu menyertaimu setiap saat …

Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang2 yang kita sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata.

Saat kau bangun pagi hari
AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU
walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU
atau bersyukur kepada KU
atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini
atau kemarin …….

Tetapi AKU melihat engkau
begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja …
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap
AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu
untuk berhenti dan menyapaKU,
tetapi engkau terlalu sibuk …

Disatu tempat
engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit
tanpa melakukan apapun.
Kemudian
AKU
Melihat engkau menggeerakkan kakimu
AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU
tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman
untuk mendengarkan kabar terbaru

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja
dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu
AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang
AKU melihatmu memandang sekeliling
mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU
itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan
menyebut namaKU dengan lembut
sebelum menyantap rizki yang
AKU berikan
tetapi engkau tidak melakukannya …
masih ada waktu yang tersisa dan
AKU berharap
engkau akan berbicara kepadaKU
meskipun saat engkau pulang kerumah
kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan

Setelah tugasmu selesai
engkau menyalakan TV,
engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,
tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar
saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu
tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU …

Saat tidur
KU pikir kau merasa terlalu lelah
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu
kau melompat ketempat tidur
dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU
kau sebut
Engkau menyadari bahwa
AKU selalu hadir untukmu

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan
bagaimana bersabar terhadap orang lain
AKU sangat menyayangimu
setiap hari AKU menantikan
sepatah kata
do’a
pikiran
atau syukur dari hatimu

Keesokan harinya …
engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih
bahwa hari ini
kau akan memberiku sedikit waktu
untuk menyapaKU …
Tapi yang KU tunggu …
tak kunjung tiba …
tak juga kau menyapaKU

Subuh …
Dzuhur …
Ashyar …
Magrib …
Isya dan
Subuh kembali
kau masih mengacuhkan AKU
tak ada sepatah kata
tak ada seucap do’a, dan
tak ada rasa
tak ada harapan dan keinginan
untuk bersujud kepadaKU …
Apa salahKU padamu
wahai UmmatKU ?
Rizki yang KU limpahkan
kesehatan yang KU berikan
harta yang KU relakan
makanan yang KU hidangkan
anak-anak yang KUrahmatkan
apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU!

Percayalah
AKU selalu mengasihimu, dan
AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU
memohon perlindungan KU
bersujud menghadap KU
Yang selalu menyertaimu
setiap saat


Note:
Apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang2 yang kita sayangi ? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata.
***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar