Kamis, 20 Agustus 2009

OBAT HATI

Disaat hati kita merasa gundah, sedih dan gelisah, maka berdzikirlah !!! Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah, hati akan menjadi tenteram. ( QS. Al-Ra`d: 28) Mudah-mudahan kita selalu di bimbing-Nya, dalam menghadapi segala masalah yang kita hadapi.Amien
Obat hati yang keras
Faktor utama mengerasnya hati adalah karena jauhnya kita dari Allah, karena itu kita harus segera mencuci hati kita dengan cara bertaubat kepada Allah, yaitu dengan cara menghiba.

Allah memuji kholilullah Ibrahim A.S yang senantiasa menghiba kepadaNya. “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang penyantun, penghiba dan suka kembali (bertaubat) kepadaNya.” (Q.S Hud :75).

Tanda-tanda kerasnya hati :
1. Tidak mau menerima nasehat/kebenaran.
Walaupun sudah ditunjukkan dalili2nya dari Al-Qur’an dan Al-Hadist serta penjelasan dari para ulama, ia tetap bersikukuh dengan pendapat madzabnya, gurunya ataupun tradisi masyarakatnya.
2. Tidak bisa menangis atau takut ketika dibacakan ayat2 ancaman, siksa neraka dsb.
3. Takabur, pongah & sombong terhadap kebenaran dan manusia.
4. Lebih senang mengikuti hawa nafsu daripada kebenaran.

Obat keras hati :
1. Memperbanyak dzikrullah
Dzikir akan melembutkan hati yang kasar, menentramkan hati & memancarkan kewibawaan. Q.S Ar-Ra’du 28 : Ingatlah, hanya dengan dzikrullah hati menjadi tentram.
Rasulullah saw bersabda : Perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan yang tidak mengingatNya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati (HR. Bukhari).

2. Menjauhi maksiat
Abdullah bin Mubarok berkata : Aku melihat dosa2 itu mematikan hati, memperturutkannya merupakan kehinaan, menjauhinya merupakan kehidupan hati.

3. Membaca Al-Qur’an dengan menghayati maknanya (tadabbur).

4.Menghadiri majelis ilmu
Salah seorang ulama salaf berkata : “Hendaklah kalian senantiasa duduk di majelis
para ulama”.
Allah akan menghidupkan hati yang mati (keras) dengan cahaya ilmu sebagaimana
Allah menghidupkan bumi yang tandus dengan air hujan.

5. Membaca kisah-kisah orang sholeh, karena kisah2 mereka bisa dijadikan tauladan.

6. Ziarah kubur
Sabda Rosulullah : Ziarahlah ke kubur, karena ia akan mengingatkanmu pada negeri
akhirat.
(H.R Ahmad, Ibnu Majah).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar