Kamis, 20 Agustus 2009

MAAFKAN AKU KARENA SERING MENGELUH

Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya.
Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama.
Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu.
Namun ketika dia lewat…..ia tersenyum.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya kedua kaki. Dunia ini milikku…

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona.
aku berbicara kepadanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa.
Ketika aku pergi, dia berkata, “Terima Kasih, Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu,
lihatlah, aku buta. “
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku mempunyai dua mata. Dunia ini milikku….

Lalu sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru.
Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya.
Aku berhenti sejenak. lalu berkata “Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain?”
Dia memandang ke depan tanpa bersuara. Lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku mempunyai kedua telinga. Dunia ini milikku…

Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. dengan dua mata untuk memandang mentari.
Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi.

Ya Allah….maafkanlah aku bila aku mengeluh

itu adalah salah satu cerita islami, yang kita ambil dari beberapa forum semoga cerita islami ini bisa memberi kebaikan bagi orang yang membuat, menceritakan, dan mengubahnya menjadi suri tauladan bagi diri kita sendiri. sebarkan, ceritakan, serta kasih ke teman-teman anda cerita islami ini. Niscaya kan membawa banyak persaudaraan bagi saudara.

Semoga bagi yang pertama kali,orang yang membaca dan menyebarkan cerita islami ini selalu mendapat rahmad dan hidayah karena menyebarkan kebaikan disisi Alloh…Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar