Jumat, 31 Juli 2009

MEMULYAKAN KELUARGA NABI

Salah satu wasiat yang dipesankan Rasulullah saw kepada umatnya adalah menghormati dan menjaga keluarga Nabi Mohammad saw.

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Bakar ra, bahwasanya ia berkata, "Peliharalah, muliakanlah, dan hormatilah Nabi Mohammad saw di dalam keluarganya".[HR. Imam Bukhari]
Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Yazid bin Hayyan, bahwasanya ia berkata,"

انْطَلَقْتُ أَنَا وَحُصَيْنُ بْنُ سَبْرَةَ وَعُمَرُ بْنُ مُسْلِمٍ إِلَى زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ فَلَمَّا جَلَسْنَا إِلَيْهِ قَالَ لَهُ حُصَيْنٌ لَقَدْ لَقِيتَ يَا زَيْدُ خَيْرًا كَثِيرًا رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعْتَ حَدِيثَهُ وَغَزَوْتَ مَعَهُ وَصَلَّيْتَ خَلْفَهُ لَقَدْ لَقِيتَ يَا زَيْدُ خَيْرًا كَثِيرًا حَدِّثْنَا يَا زَيْدُ مَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي وَاللَّهِ لَقَدْ كَبِرَتْ سِنِّي وَقَدُمَ عَهْدِي وَنَسِيتُ بَعْضَ الَّذِي كُنْتُ أَعِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا حَدَّثْتُكُمْ فَاقْبَلُوا وَمَا لَا فَلَا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فِينَا خَطِيبًا بِمَاءٍ يُدْعَى خُمًّا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ وَذَكَّرَ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ أَلَا أَيُّهَا النَّاسُ فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رَسُولُ رَبِّي فَأُجِيبَ وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَرَغَّبَ فِيهِ ثُمَّ قَالَ وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ وَمَنْ أَهْلُ بَيْتِهِ يَا زَيْدُ أَلَيْسَ نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ قَالَ نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَلَكِنْ أَهْلُ بَيْتِهِ مَنْ حُرِمَ الصَّدَقَةَ بَعْدَهُ قَالَ وَمَنْ هُمْ قَالَ هُمْ آلُ عَلِيٍّ وَآلُ عَقِيلٍ وَآلُ جَعْفَرٍ وَآلُ عَبَّاسٍ قَالَ كُلُّ هَؤُلَاءِ حُرِمَ الصَّدَقَةَ قَالَ نَعَمْ

"Saya, Hushain bin Sabrah, dan Umar bin Muslim mendatangi Zaid bin Arqam. Tatkala kami telah duduk di hadapannya, Hushain bin Sabrah berkata kepadanya, "Ya Zaid, sungguh anda telah mendapatkan kebaikan yang sangat banyak. Anda menyaksikan Rasulullah saw, mendengar haditsnya, berperang bersamanya, dan sholat di belakangnya. Sungguh, anda telah mendapatkan kebaikan yang sangat banyak, wahai Zaid. Wahai Zaid, sampaikanlah kepada kami hadits yang anda dengar dari Rasulullah saw. Zaid pun berkata, "Wahai, anak saudara laki-lakiku, demi Allah, usiaku sudah lanjut, dan masaku telah berlalu, dan aku lupa sebagian yang aku dengar Rasulullah saw. Oleh karena itu, apa yang aku sampaikan kepada kalian, terimalah, dan apa yang tidak aku sampaikan, maka jangan kalian membebani aku. Lalu, Zaid berkata, "Pada suatu hari, Rasulullah saw sedang berkhuthbah di suatu tempat yang disebut Khum, daerah yang terletak antara Mekah dan Madinah. Beliau saw memuji kepada Allah swt, dan bersholat atas dirinya. Setelah beliau memberikan nasehat dan peringatan, beliau bersabda, "Amma ba'du. Wahai manusia, perhatikanlah. Sesungguhnya, aku adalah manusia biasa, dan hampir-hampir utusan Tuhanku adalah mendatangiku, dan aku pun menerimanya. Maka, aku tinggalkan kepada kalian dua beban yang berat (tsaqalain); pertama, Kitabullah, yang di dalamnya adalah petunjuk dan cahaya. Ambillah apa yang ada di dalam Kitabullah, dan berpegang teguhlah kalian dengannya. Lalu, beliau mendorong agar selalu berpegang kepada Kitabullah, dan memperhatikan isinya. Beliau kemudian bersabda, "Keluargaku". Aku mengingatkan kalian semua dengan nama Allah, terhadap keluargaku. Aku mengingatkan kalian semua dengan nama Allah, terhadap keluargaku. Aku mengingatkan kalian semua dengan nama Allah, terhadap keluargaku". Hushain bertanya kepada Zaid, "Wahai Zaid, siapa yang dimaksud dengan keluarga Rasulullah saw? Tidakkah isteri-isteri nabi juga termasuk keluarganya? Zaid menjawab, "Isteri-isteri beliau memang termasuk keluarganya, akan tetapi yang dimaksud keluarganya di sini adalah orang yang diharamkan menerima shadaqah sepeninggal beliau saw. Hushain bertanya lagi, "Lalu, siapa mereka itu? Zaid menjawab, "Mereka adalah keluarga Ali, 'Uqail, Ja'far, dan 'Abbas". Hushain bertanya lagi, "Mereka semua haram menerima shadaqah". Zaid menjawab, "Ya".[HR. Imam Muslim]

Imam Muslim meriwayatkan hadits senada dari Yazin bin Hayyan bahwasanya ia berkata, "Kami mengunjungi Zaid bin Arqam; dan kami berkata kepadanya, "Sungguh, anda telah menyaksikan kebaikan. Anda bershahabat dengan Rasulullah saw, sholat di belakangnya..... Kemudian Rasulullah saw bersabda, "Perhatikanlah, aku telah meninggalkan kepada kalian dua beban berat (tsaqalain). Yang pertama, Kitabullah 'Azza wa Jalla, dan ia adalah tali Allah. Siapa saja yang mengikutinya niscaya ia berada di atas petunjuk, dan barangsiapa meninggalkannya, maka ia berada di atas kesesatan. Kedua, adalah keluargaku". Kami bertanya kepada Zaid, "Siapakah keluarga Rasulullah itu? Apakah isteri-isteri beliau? Zaid menjawab, "Bukan. Demi Allah, sesungguhnya isteri itu bersama dengan suaminya selama-lamanya, kemudian suami menceraikannya, dan ia pun kembali kepada bapaknya".[HR. Imam Muslim]

Imam Turmudziy meriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin 'Abdullah ra, bahwasanya ia berkata;

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّتِهِ يَوْمَ عَرَفَةَ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ يَخْطُبُ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي

"Saya melihat Rasulullah saw sedang melaksanakan haji di padang Arafah. Pada saat itu, beliau duduk di atas punggung ontanya "al-Qashwaa`", dan berkhuthbah. Saya mendengar beliau bersabda, "Wahai manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kalian suatu perkara yang jika kalian mengambilnya, niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya; Kitabullah dan 'Itratiy Ahli Baitiy (keluargaku)".[HR. Imam Turmudziy]

Imam Turmudziy juga menuturkan sebuah hadits dari Zaid bin Arqam, bahwasanya ia berkata,"

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي أَحَدُهُمَا أَعْظَمُ مِنْ الْآخَرِ كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنْ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلُ بَيْتِي وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِيهِمَا قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

"Rasulullah saw bersabda, "Aku telah tinggalkan kepada kalian suatu perkara yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan pernah tersesat selama-lamanya setelah aku. Pertama, ini lebih agung dibandingkan yang lain, Kitabullah, tali Allah yang terulur dari langit ke bumi; kedua, keluargaku, ahli baitku. Dan sesungguhnya, keduanya tidak akan pernah berpisah hingga keduanya mengembalikan aku di atas telaga. Perhatikanlah oleh kalian, bagaimana kalian bersekuti denganku di dalam keduanya".[HR. Imam Turmudziy, dan menurut beliau hadits ini hasan shahih]

Imam Hakim di dalam Kitab al-Mustadrak meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Dzar ra, bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda;

مَثَلُ أَهْلِ بَيْتِي مِثْلُ سَفِيْنَةِ نُوْحٍ مَنْ رَكِبَهَا نَجَا ، وَمَنْ تَخْلِفُ عَنْهَا غُرِقَ « هذا حديث صحيح على شرط مسلم ولم يخرجاه »
"Permisalahan keluargaku seperti halnya perahu Nabi Nuh as, siapa saja yang menaikinya, niscaya ia selamat; dan siapa saja yang menolaknya niscaya ia akan tenggelam".[HR. Imam Hakim. Hadits ini shahih atas syarat Imam Muslim, namun Imam Muslim tidak mengeluarkannya]

Imam al-Hakim juga meriwayatkan sebuah hadits dari Mohammad bin al-Munkadir, dari Jabir ra, bahwasanya ia berkata, "Rasulullah saw bersabda;

« النجوم أمان لأهل السماء ، فإذا ذهبت أتاها ما يوعدون ، وأنا أمان لأصحابي ما كنت ، فإذا ذهبت أتاهم ما يوعدون وأهل بيتي أمان لأمتي ، فإذا ذهب أهل بيتي أتاهم ما يوعدون » « صحيح الإسناد ولم يخرجاه »
"Bintang-bintang itu pelindung bagi penduduk langit. Jika, bintang itu pergi, maka akan datang kepada mereka apa yang dijanjikan. Dan aku adalah pelindung shahabat-shahabatku di manapun aku berada. Jika, aku pergi, maka akan datang kepada mereka apa yang dijanjikan. Keluargaku (ahlul bait) adalah pelindung bagi umatku. Jika keluargaku pergi, maka akan datang kepada apa yang dijanjikan".[HR. Imam Hakim. Hadits ini shahih]

Di dalam Kitab al-Mustadrak, Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu 'Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda;

« أحبوا الله لما يغذوكم به من نعمه ، وأحبوني لحب الله ، وأحبوا أهل بيتي لحبي » « هذا حديث صحيح الإسناد ، ولم يخرجاه »

"Cintailah Allah, atas semua nikmatNya yang telah diberikan kepada kalian. Cintailah aku, karena cinta kepada Allah. Dan cintailah keluargaku, karena cinta kepadaku".[HR. Imam Hakim, hadits ini shahih]
Imam Thabaraniy meriwayatkan sebuah hadits dari Jabir ra, bahwasanya ia berkata;

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّتِهِ يَوْمَ عَرَفَةَ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ ، فَخَطَبَ ، فَسَمِعْتُهُ وَهُوَ يَقُولُ : " أَيُّهَا النَّاسُ ، قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا : كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي ".

"Saya melihat Rasulullah saw sedang menunaikan hajinya di hari Arafah. Saat itu beliau berada di atas ontanya, Qiswaa', kemudian berkhuthbah. Saya mendengar beliau saw berkata, "Wahai manusia, sungguh, aku telah tinggalkan kepada kalian suatu perkara jika kalian mengambilnya, niscaya kalian tidak akan pernah tersesat selama-lamanya, "Kitabullah, dan 'Itratiy (keluargaku), ahli baitku".[HR. Imam Thabaraniy, di dalam Mu'jam al-Kabiir]

Dari Anas bin Malik ra dituturkan, bahwasanya ia berkata, '

دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : " قَدْ أُعْطِيتُ الْكَوْثَرَ " ، قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا الْكَوْثَرُ ؟ قَالَ : " نَهْرٌ فِي الْجَنَّةِ ، عَرْضُهُ وَطُولُهُ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، وَلا يَشْرَبُ مِنْهُ أَحَدٌ فَيَظْمَأُ ، وَلا يَتَوَضَّأُ مِنْهُ أَحَدٌ فَيَشْعَثُ ، لا يَشْرَبُهُ إِنْسَانٌ خَفَرَ ذِمَّتِي ، وَلا قَتَلَ أَهْلَ بَيْتِي ".

"Saya masuk menemui Rasulullah saw, kemudian beliau bersabda, "Aku telah dianugerahi al-Kautsar". Saya bertanya, "Apa al-Kautsar itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Sungai yang ada di dalam surga. Luas dan panjangnya antara timur dan barat. Tak seorang pun yang minum darinya akan merasakan dahaga setelahnya. Dan tak seorang pun yang berwudluk darinya akan kotor kembali. Dan orang yang melanggar dzimmahku (perlindunganku) dan memerangi keluargaku, tidak akan pernah bisa meminumnya".[HR. Imam Thabaraniy, di dalam Mu'jam al-Kabiir]

Dari 'Aisyah ra diriwayatkan bahwasanya, Rasulullah saw bersabda;

" سِتَّةٌ لَعَنْتُهُمْ ، وَكُلُّ نَبِيٍّ مُجَابٌ : الزَّائِدُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَالْمُكَذِّبُ بِقَدَرِ اللَّهِ ، وَالْمُسْتَحِلُّ مَحَارِمَ اللَّهِ ، وَالْمُسْتَحِلُّ مِنْ عِتْرَتِي مَا حَرَّمَ اللَّهُ ، وَالتَّارِكُ لِلسُّنَّةِ ".

"Ada enam orang yang aku akan melaknat mereka, dan setiap Nabi doanya dikabulkan, "Orang yang menambah-nambahi Kitabullah, penipu dengan mengatasnamakan takdir Allah, orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, orang yang menghalalkan (memerangi) keluargaku atas apa yang diharamkan Allah, orang yang meninggalkan sunnah".[HR. Imam Thabaraniy]

Hadits-hadits di atas merupakan dalil yang sharih, wajibnya kaum Muslim memelihara kehormatan keluarga Nabi, melindungi dan menjaga mereka dari orang-orang kafir, fasik dan dzalim; serta menolong urusan-urusan mereka. Hanya saja, keluarga Nabi, bukanlah orang-orang yang maksum sebagaimana Rasulullah saw. Mereka bisa terjatuh ke dalam kesalahan dan dosa. Jika melanggar ketentuan Allah swt, mereka juga dikenai hududnya Allah swt. Rasulullah saw pernah bersabda, "Demi Allah, seandainya Fathimah puteri Mohammad mencuri, sungguh, aku akan memotong tangannya". [HR. Imam Bukhari]




NB : Keluarga Nabi SAW saat ini adalah para Sayyid atau Habib mereka adalah keturunan dari Bani Muthalib (Ali, Aqil, Ja'far dll) dan Bani Hasyim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar