Sabtu, 25 Juli 2009

Bila Al Qur'an bisa bicara ! (oleh: IPH)

Assalamualaikum.wr.wb
Coretan puisi ini saya buat pada sekitar awal Februari tahun 2002 lalu, yang merupakan suara hati dimana karena kesibukan duniawi saat itu saya sudah mulai jarang membaca Al Qur'an atau sekedar mendengar suara murrottal pun jarang (sekarangpun juga kadang masih demikian). Beda sekali dengan waktu saya kecil di sebuah desa/Kampung di Ujung Jawa Timur sekitar tigapuluhan tahun lalu.

Urusan rutin kota metropolitan tidak jauh dari bekerja, menikmati musik duniawi hingga sepakbola menjauhkan saya dengan Al Qur'an (dulu belum ada facebook..he.he -red), singkatnya terciptalah puisi ini dan saya kirim via milist pengajian di Kantor saya hingga menyebar dan cukup mendapat tanggapan yang cukup bagus waktu itu, bahkan saya dengar sempat dibahas di salah satu Majelis Pengajian.

Sampai ceritanya saya sudah agak lupa dan baru sekitar tahun 2006 lalu di sebuah acara Launching produk Islam di Hotel Hilton (Sulthan), mbak Ratih Sanggarwati membawakan puisi asal jadi ini. Wah bangganya hati saya, karena puisi saya dibacakan oleh Mbak Ratih Sang, dihadapan Petinggi negara pula.

Sekarang puisi ini saya share kembali buat saya dan mungkin juga anda yang karena kesibukan bekerja, keluarga, clubbing dan juga facebook menjadikan jauh dari Al Qur'an. Mari kita galakkan kembali mengaji, ambil Qur'an, taruh Qur'an di tas anda bawa Qur'an di meja kerja dan kamar tidur juga sediakan qur'an. Cukup "one day one ayah". Ajak keluarga anda dengan mengaji satu hari satu ayat (one day one ayah), lebih bagus lagi kalau baca juga Tafsirnya (Al Mishbah atau Al Azhar).

Semoga bermanfaat ya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bila Al Qur'an bisa bicara ! (oleh IPH)
---------------------------------------

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai

Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi….

-----------------------------------------------
Jakarta, 7 Feb 2002
Wassalamualaikum wr.wb
Imam Puji Hartono (IPH)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar