Rabu, 05 Agustus 2009

AHLAN WA SAHLAN YA RAMADHAN

Sekarang kita ada dibulan Sa’ban, beberapa hari lagi sudah Ramadhan, ada doa yang sangat bagus kalau dibaca menjelang Ramadhan.
“Allahummasalamni liramadhaana wasalim ramadhaana lii wasallamhu manna mutaqabbalan = Ya Allah selamatkan aku agar bisa sampai ke Ramadhan, dan Ya Allah jadikan Ramadhan penyelamat bagiku dan Ya Allah jangan jadikan aku sebagai perusak Ramadhan, kabulkanlah”
Ramadhan itu indah dan mempunyai keistimewaan. Di dalam Al Qur’an satu-satunya bulan yang disebut secara spesifik hanya Ramadhan (baca di QS 2 : 185), sementara bulan-bulan yang lain hanya disebut dengan angka saja (baca di QS 9:36), jadi khusus Ramadhan disebut dengan nama.
Diantara 12 bulan itu ada 4 bulan haram (maksudnya tidak boleh berperang), tapi di Al Qur’an tidak disebut bulan apa saja, namun melalui hadits kita tahu nama-nama bulan haram yang empat tersebut, yaitu : Muharam, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijah.
QS 2 : 197 = haji itu bulan2nya sudah ditentukan.
Ramadhan itu sangat penting dan ISTIMEWA !!!
(QS 2 : 185) = 1 bulan Ramadhan = 30 hari = 720 jam = 43.200 menit = 2.592.000 detik. Jadi setiap detik dibulan Ramadhan itu istimewa lho! Kalau sekarang bunyi jam kita tiap detik adalah tik.. tik.. tik.. nah pada bulan Ramadhan nanti akan berbunyi berkah….berkah…berkah. Jadi kalau kita tidak mengerti keistimewaan Ramadhan maka …..BIJI (ustadznya nulis spelling in English huruf B (baca Bi) huruf G (baca Ji) ibu-ibu tahu apa itu BG? Tidaak….. eh kemudian ditulis dengan huruf besar Be..Go..!!! Ha ha ha ini obat ngantuk aja ya…..)
Okay, pelajaran dilanjutkan ya…….
Maka pahamilah betapa istimewanya Ramadhan dalam pandangan Allah, sehingga kehadirannya selalu membangkitkan kesadaran asasi seorang mu’min betapapun tipis kadar keimanannya itu.
Di dalam Hadits (rangkuman dari beberapa Hadits riwayat : Ibnu Khuzaimah, Ahmad, Thabrani dan Ibnu Hibban) kita menemukan keistimewaan Ramadhan yang disebutkan Rasulullah :
1. Bulan penuh kemuliaan/keagungan.
2. Bulan penuh berkah
3. Bulan di mana ditambahkan rezeki mu’minin
4. Bulan penuh ampunan (Ramadhan artinya pelebur = pembakar dosa)
5. Bulan ditetapkannya ibadah shaum (puasa wajib)
6. Bulan dibukakan pintu2 Surga (ada peluang masuk surga)
7. Bulan ditutupnya pintu2 Jahanam (peluang berbuat maksiat semakin kecil)
8. Blan dimana syaitah2 terbelenggu (buktinya: didalam kamar yang tertutup kita tidak tergoda untuk makan dan minum)
9. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan
10. Bulan di mana doa2 dikabulkan
11. Bulan di mana kesalahan2 dimaafkan
12. Bulan di mana Allah memperhatikan gerak-gerik umatNya
13. Bulan penuh rahmat
14. Dan lain-lain
Jadi hadits yang berbunyi bahwa bulan Ramadhan itu adalah 10 hari pertama adalah hari pengampunan, 10 hari berikutnya hari penuh rahmat dan 10 hari terakhir adalah dijauhkan dari api neraka……haditsnya dhaif (lemah), yang soheh sebulan penuh dengan pengampunan, sebulan penuh dengan rahmat, sebulan penuh dengan berkah, dst seperti list diatas.
Bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah yang istimewa karena ada IBADAH HAJI dan UMRAH di dalamnya, tidak di sebut Al Qur’an secara spesifik tapi hanya disebut “ “asyhurum ma’lumaat” (bulan2 yang dima’lumi (2:197)).
2:175 = Allah menyindir “alangkah sabarnya mereka di neraka”
Kita suka menyepelekan perintah Allah, dengan mengatakan “Allah kan Maha Pengampun” ya betul…..tapi ingat Allah juga Maha Pembalas!
Tahu nggak kalau di neraka minumannya apa?
2 : 175 = minuman di neraka adalah besi cor ! Coba bayangkan air mendidih 1000C , baja mendidih 30000C (?) dan panas matahari 6.000.0000C (?), nah…panas api neraka berapa?
Dalil pokok tentang ibadah shaum Ramadhan, termaktub dalam Al Qur’an, surah Al Baqarah : 183. Ayat ini mengandung 3 sentuhan kehalusan yang terarah secara simultan : Memanggil hati, perasaan, pikiran dan kesiapan fisik mu’min untuk menunaikan kewajiban shaum.
1. “Wahai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kalian shaum”. Ini adalah panggilan penuh kasih sayang dan khas tertuju kepada semua mu’min, setipis apapun imannya, untuk dikenakan kewajiban shaum.
2. “sebagaimana di wajibkan kepada orang2 sebelum kamu” adalah ungkapan pengalaman umat2 terdahulu (jadi sebelum Nabi Muhammad juga sudah ada puasa). Dengan begitu kita tidak merasa sendiri terbebani kewajiban shaum, karena mereka yang terdahulu juga mendapat kewajiban yang sama. Maka shaum menjadi sesuatu yang ringan, mudah dan tidak menyusahkan (2:185, 286 dan 22:78)
3. “supaya kamu menjadi orang2 yang bertaqwa”
Dengan taqwa orang akan terhindar dari murka Allah dan mencapai peringkat manusia termulia di sisi Allah (49:13). Untuk menggapainya, beri pesan untuk diri agar bergiat di dalam Ramadhan dengan amaliyah berikut :
AMALIYAH RAMADHAN :
1. Shaum Ramadhan
2. Qiyamu Ramadhan
3. Tilawah dan tadabbur Qur’an
4. Memberi ifthar orang berpuasa (memberi makanan untuk berbuka)
5. Memperbanyak shadaqah & infaq
6. Umrah Ramadhan
7. I’tikaf dari 10 hari yang akhir
8. Mengintip Lailatul Qadr
9. Zakat Fitrah
10. Jihad (Qitaal) fii sabilillah.
Kesepuluh amaliyah Ramadhan ini akan menjadi investasi ruhiyah bagi kita dalam mendidik iman, akhlaq dan kesadaran social tinggi serta mendidik kesungguhan jiwa dalam berjihad menegakkan syariat, menggapai RidhaNya agar tidak merugi.
Peringatan Jibril kepada Rasulullah bahwa :
Wahai Muhammad, sungguh rugi seseorang yang mendapatkan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu tapi ia tidak mendapatkan ampunan Allah (atas dosa-dosanya)” (HR. Ibnu Khuzaimah & Ibnu Hibban)
MAKNA TAQWA
Secara semantikal, berasal dari kata waqaayah yang mempunyai beberapa arti :
- Takut
- Konsisten
- Melaksanakan ketaatan
- Meninggalkan larangan
Dari dialog Khalifah Umar bin Khatthab dengan Muftinya Ubay bin Ka’ab tercuat ma’na taqwa : Berhati-hati dan bersungguh-sungguh.
Hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam maksiat dan bersungguh-sungguh dalam ibadah untuk mendapatkan RidhaNya.
Ada 19 keuntungan bagi orang yang bertaqwa : barang siapa yang memahami dan bertekun mengamalkan amaliyah Ramadhan, tidak berhenti hanya pada formalitas ibadah saja tapi juga mengembangkan nilai2, sehingga bisa mencapai derajat taqwa, keuntungannya adalah :
1. Mendapat petunjuk (2:2)
2. Memperoleh pertolongan (16:128)
3. Berada dalam perlindungan (45:19)
4. Menerima balasan cinta Allah (3:76)
5. Di muliakan (49:13)
6. Kegembiraan (10: 62-63)
7. Senantiasa terawasi dan terkawal (3:125)
8. Diberikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki halal tak terduga (65:2-3)
9. Di beri cahaya dalam perjalanan hidup (57:28)
10. Mendapat kemudahan urusan (65:4)
11. Mendapatkan pengampunan dosa dan ganjaran pahala berganda (65:5)
12. Amalannya di terima (5:27)
13. Masuk surga (68:34)
14. Selamat dari siksa neraka (19:72)
15. Mendapat kemenangan (2:189)
16. Mendapat petunjuk dalam membedakan antara haq dan bathil (8:29)
17. Perbaikan amal (33:70-71)
18. Terbukanya pintu barakah dari langit dan bumi (5:65)
19. Derajat keuntungan (2:212)
Ke 19 bonus ini digerakkan oleh mobilitas nilai :
a. Malu kepada Allah
b. Hormat terhadap keagungan Allah
c. Syukur nikmat dengan bukti ketaatan
d. Takut akan neraka
e. Terangsang oleh pahala di sisi Allah
f. Takut fitnah dunia
g. Takut balasan akhirat
h. Berharap pahala akhirat
i. Realisasi cinta sejati.
Berhubung udah siang, aku singkat aja ya…..
DOA BERBUKA PUASA :
Sebelum berbuka doa dulu :
“Allahumma inni as aluka birahmatikallati wasiat kulla syaiin antaghfirlii = Ya Allah sungguh aku bermohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu ampuni dosa-dosaku” (HR. Ibnu Majah)
Kalau dengar dur….dur….dur……. baca “Bismillah” kemudian minum.
Setelah minum baca doanya :
“Dhahaba zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah = telah hilang rasa haus dan telah basah tenggorokan dan telah ditetapkan pahala (atas puasaku ini) insya Allah” (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim-Hasan shahih).
Manfaatkan waktu berbuka untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, karena kata Rasulullah :
“Sesungguhnya orang yang shaum, ketika berbuka, do’anya tidak di tolak” (HR. Ibnu Majah).
Dan dilain Hadits, Rasulullah berkata :
“Ada tiga orang yang do’anya tidak di tolak : Pemimpin yang adil, orang yang shaum ketika berbuka, dan orang yang di aniaya” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ibnu Majah & Ahmad).
Selamat berpuasa Ramadhan 1430H, semoga Allah merahmati, memberkahi dan mengampuni dosa-dosa kita, karena kita bertekad Ramadhan ini harus lebih baik dari yang sudah.

Wassalam,
Nani Utarida.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar