Jumat, 07 Agustus 2009

BENARKAH RAMADHAN MEMBELENGGU SYETAN???

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah sehingga kehadirannya selalu ditunggu tunggu oleh umat islam di dunia. Pasalnya, di bulan Ramadhan ini Allah melipat gandakan kebaikan yang kita lakukan. Inilah saatnya dimana ujian ketakwaan kita kepada Allah yakni dengan melaksanakan IBADAH PUASA, sebuah ibadah yang hanya di ketahui oleh Allah dan pelaku saja.

Namun, satu hal yang kerap kali menjadi pertanyaan bagi kita adalah BENARKAH DI BULAN RAMADHAN INI SYETAN SYWTAN DI BELENGGU OLEH ALLAH SWT.?Kalau memang benar, apakah terbelenggunya syetan itu dalah artian yang sebenarnya atau hanya metaforik saja?. Sebab ini sangan berhubungan dengan tingkah laku manusia sehari –hari di bulan Ramadhan.

Nabi muhamad SAW, bersabda: “apabila dating Bulan Suci Ramadhan maka di bukalah pintu sorga dan di tutuplah pintu neraka dan syetan-syetan akan terbelenggu”.

Dari sabda Rosul ini dapat kita simpulkan bahawa dengan terbukanya pintu kebaikan secara luas, berarti pintu keburukan pun menjadi sempit. Bisa jadi, setan dalam hadist diatas sebenarnya symbol negative atau keburukan, bukan setan dalam artian yang sebenarnya (fisik).

Dalam realita kehidupan di Bulan Ramadhan, hal ini ada. Ketika Ramadhan tiba , tidak sedikit yang tergerak hatinya untuk melakukan kebajikan atau hal positif lainnya yang di sukai Allah SWT. Ini sebuah indikasi terbelenggunya setan, yakni terbelenggunya peliuang – peluang untuk berbuat dosa.

Iklim positif yang dating dari hati ini lah yang terbentuk dalam jiwa kita di Bulan Ramadhan.
Meski begitu masih ada saja orang yan gberbuat negative saat Ramadhan hadir.

Barangkali inilah makna terbeelnggunya syetan tersebut. Jadi bukan artisetan dirantai, sehingga tidak bias menggoda manusia, sementara manusia bisa bebas melakukan apa saja. Tidak seperti itu, karena Allah SWT telah berjanji kepada raja IBLIS : “BAHWA AKAN MEMBIARKAN SYETAN DAN IBLIS MENGGODA MANUSIA TANPA TERSEKAT OLEH RUANG DAN WAKTU, TERMASUK BULAN SUCI RAMADHAN, KECUALI HARI KIAMAT NANTI. ”
Hanya saja peluang syetan menggoda akan lebis sempit Di bulan Ramadhan dikarenakan manusia melakukan kebajikan di BULAN RAMADHAN ini.

Jadi, makna setan terbelenngu saat bulan puasa tidak bias di tafsirkan sebagai keterpasungan setan dalam hal sebuah rantai yang membelenggu badan, akan tetapi lebih pada sisi lain yang tampak yaitu iklim positif untuk membentuk jasmani dan rohani yang sehat.


Makna diatas sekaligus meruntuhkan sebuah pertanyaan yang selalu mengganjal dalam hati,
Kenapa kejahatan masih saja ada meski pada bulan ramadhan setan di belenggu oleh Allah SWT? Sebab konsep terbelenngu itu hanya berlaku pada umat islam yang melakukan puasa dan amal kebajikan lainnya di bulan ramadhan.

Demikianlah, karena sampai kapanpun setan akan tetap menggoda kita meski dalam Bulan Puasa Ramadhan sekalipun. Hanya saja ruang godaannya menjadi lebih sempit karena banyak dari hamba – hamba Allah SWt yang melakukan kebajikan. Dan ruang – ruang yang mempersempit itu salah satunya adalah PUASA, TARAWIH, TADARUS DLL.

Maka tetaplah kita menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Sehingga ketika Bulan Puasa Ramadhan tiba, setanpun menjadi benar- benar terbelenggu.

WALLAHU ‘ALLAM

AMIN YAA RABBAL ALAMIN


Catatan ini dirangkum oleh:
CHIE ATIEK ICUS
DAN
ICUS CHIE ICUS
Dari majalah HIDAYAH edisi 96- bulan Agustus 2009
Semoga bermanfaat bagi kita semua umat muslim
Amin

1 komentar: