Senin, 17 Agustus 2009

Hakikat Tawadhu' dan Sombong

Seharusnya setiap Muslim menghiasi diri dengan sifat tawadhu’. Sebab kalau tidak, bisa dipastikan dia akan terjerumus ke dalam sifat takabur atau sombong yang mengakibatkan ia terancam masuk Neraka sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam :

“Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji atom.” (HR. Muslim)

Tawadhu’ dan takabur (sombong) adalah dua kata yang berlawanan arti, yang hanya dipisahkan oleh garis yang sangat tipis. Masing-masing dari keduanya memiliki pintu-pintu yang dapat mengantarkan seseorang masuk ke dalamnya. Apabila seseorang telah masuk ke dalamnya, maka dia pun akan menjumpai tingkatan-tingkatannya, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Tiap-tiap tingkatan menunjukkan besar kecilnya kerugian yang harus ditanggung atau keuntungan yang dapat diraih.

Sekecil apa pun kesombongan, ia akan menimbulkan kerugian bagi pelakunya. Demikian pula sebaliknya, tawadhu’ akan memberikan ke¬untungan bagi penyandangnya.

Tahukah Anda apa pintu-pintu tawadhu’ dan tingkatan-tingkatannya? Apa pula pintu-pintu takabur dan tingkatan-tingkatannya? Apa gerangan pula yang dijanjikan bagi orang yang melakukan salah satu darinya?

Bacalah lembaran-lembaran yang ada di dalam buku ini, niscaya akan Anda dapatkan jawabannya.
Selamat membaca.

Penulis : Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali
Ukuran : 12,5 x17,5
Tebal :xx + 134 hlm
Harga Rp 20.000

E-Book :

http://books.google.co.id/books?id=l9dnq6mUw6cC&pg=PP1&dq=hakikat+tawadhu+dan+sombong

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar