Rabu, 05 Agustus 2009

ketika cinta bertakbir, ketika kasih bertahlil, ketika rindu bertahmid (sekuel KCB????)

sumber:http://majalah-elfata.com/inde...; amp;task=view&id=277&Itemid=1
Sobat muslimah, 10-20 tahun lalu… Jilbab belumlah sepopuler saat ini. Bila kita mendengar cerita dari para jilbaber pendahulu kita, kita akan tahu, betapa banyak rintangan dan tantangan yang mereka hadapi. Dari tantangan kecil, misalnya dituduh sok alim, bau surga, hingga yang berat, misalnya dikeluarkan dari sekolah, dilempari batu, dikatai ninja (bagi yang bercadar), bahkan diusir dari rumah!
Untuk saat ini, alhamdulillah, keberadaan jilbab sudah semakin familiar dalam masyarakat. Sayang, perkembangan selanjutnya, jilbab malah menjadi semacam trend, untuk mempercantik penampilan, sehingga keluarlah berbagai model jilbab. Memang harus diakui, kalau pakai jilbab kita-kita jadi semakin terlihat cantik, betul nggak?
Yang perlu dipertanyakan, apakah semua model jilbab itu syar’i? Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita simak firman Allah subhanahu wa ta’ala,
“Dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….” (An-Nur: 31)
Dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)
Begitulah, makna jilbab dalam ayat ini bukan sekedar penutup kepala, tapi pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh. Dan Allah subhanahu wa ta’alajuga menekankan, agar kita menutupkan kain kerudung ke dada. Jadi, kain itu harus cukup besar hingga meliputi kepala dan dada. Bukan sekedar menutupi kepala sampai leher, sebagaimana “jilbab gaul” yang banyak beredar saat ini.
Agar benar-benar bisa menutup aurat, jilbab juga harus terbuat dari kain yang agak tebal (jangan terlalu tipis dan transparan). Ia juga harus longgar, agar tidak membentuk lekukan tubuh saat dipakai.
Sobat muslimah, dari dua ayat di atas, kita pun jadi tahu, bahwa berjilbab (yang syar’i) itu hukumnya wajib. Sama seperti hukum shalat lima waktu. Karena itu, bagi kamu-kamu yang sudah baligh, mari, usahakan untuk segera berjilbab. Bagi yang sudah berjilbab namun belum syar’i, coba usahakan agar lebih menetapi syariat Allah subhanahu wa ta’ala…pakailah jilbab yang syar’i, dengan definisi yang sudah disebutkan di atas.
Memang, awalnya, bermacam perasaan akan menghinggapi benak kita, saat memulai memakai jilbab syar’i. “Apa kata mereka nanti?” “Pantaskah aku memakainya, dan apakah aku sudah benar-benar siap?” Kadang, keraguan menyeruak, saat pertanyaan-pertanyaan itu datang silih berganti.
Tips Mantap Berjilbab
Berikut ini beberapa tips, agar hati kamu lebih siap dan mantap untuk memakai jilbab:
1. Niatkan karena Allah subhanahu wa ta’ala
Yang pertama, tentu saja kamu harus benar-benar niat memakai jilbab karena Allah subhanahu wa ta’ala semata. Bukan karena teman-temanmu juga memakainya. Bukan pula karena kamu naksir cowok alim yang suka sama cewek berjilbab.
2. Percaya diri
Kamu harus percaya diri dengan jilbabmu. Kalau ada yang mencela, anggap saja angin lalu. Jangan bimbang dan ragu. Yakin, pilihanmu sudah benar, menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala yang menjadi kewajibanmu.
3. Trik jitu merayu ortu
Ingin berjilbab syar’i, orang tua nggak mendukung? Jangan putus asa. Mungkin mereka begitu karena pemahaman agama yang masih kurang. Tetaplah hormati dan pergauli mereka dengan baik. Coba, ajak mereka berdialog. Sedikit demi sedikit, jelaskanlah bahwa apa yang ingin kamu kenakan itu adalah untuk menjaga aurat, dan semata-mata karena perintah Allah subhanahu wa ta’ala, yang dalilnya ada dalam al-Quran.
Kalau mereka masih belum mendukung juga, coba ajak mereka mencermati fenomena saat ini. Di saat aurat banyak diumbar, perzinaan terjadi di mana-mana. Hingga banyak bayi lahir tanpa jelas siapa bapaknya.
Namun ingat, sebisa mungkin, jaga emosimu saat berdialog dengan ortu. Tidak usah berapi-api, dan sebaiknya sampaikan dengan santun, jangan terkesan menggurui. Jangan lupa, berdoalah kepada Allah subhanahu wa ta’alayang membolak-balikkan hati, agar berkenan membukakan hati kedua ortumu.
4. Bergaullah dengan teman-teman yang shalihah
Banyak bergaul dengan teman yang shalihah dan sama-sama menutup aurat, akan membantu membangkitkan mentalmu. Namun bukan berarti kamu terus menjauhi teman yang belum berjilbab lho.
5. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu
Bila tantangan menghadang, maka jadi-kanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Ingat, menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’alamemang banyak tantangannya.
6. Tetap berprestasi dengan jilbab syar’i
Usahakan jilbabmu tidak berpengaruh negatif terhadap prestasimu di sekolah. Dengan begitu, insyaallah kamu akan lebih percaya diri, dan disegani teman-teman, guru dan ortumu.
7. Jaga jarak dan jangan terlena bila ada lawan jenis bersimpati
Sst, hati-hati, bila ada cowok yang bersimpati padamu. Jangan sampai terkena perangkap setan dengan panah asmara, yang bisa jadi akan menodai kesucian jilbabmu.
Selamat berjuang!
(Nisa Naziha)
majalah elfata november 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar