Minggu, 09 Agustus 2009

ORANG TUA ADALAH GURU UTAMA SI BUAH HATI dari berbagai sumber (HM). Oleh: Yani Chaniago

Meskipun anak adalah mahluk aktif yang terus mencari dunianya, namun ia tetap membutuhkan Figur agar tak salah memilih jalan.

Figur Pendidik dan Guru Pertama atau yang paling Utama bagi anak sebenarnya bukan Gurunya di sekolah tetapi Orang Tua.

Hasil riset Para Psicolog banyak menyatakan bahwa peran Ayah sangat penting dalam Pertumbuhan Seorang Anak. Ikatan emosional antara Ayah dan Anak dtentukan salah satunya oleh INTERAKSI antara Ayah dan Anak itu sendiri, yang dilakukan sejak si Anak masih Bayi. Bahkan Interaksi yang baik antara Ayah dan Anak disinyalir akan sangat mempengaruhi kecerdasan Emosional seorang anak dan akan tumbuh menjadi sosok Dewasa yang Berhasil.

Dr.Matti Shenfeld (Psicolog dari Philadelfia Temple University) mengatakan ada 4 faktor yang perlu diperhatikan agar hubungan Orang Tua dan Anak terus membaik yaitu :
Secara Fisik Beredekatan dengan Anak. Adanya Kontak Mata, Belaian, serta Komunikasi Lisan. Bila usia Anak bertambah, komunikasi Lisanpun Bertambah penting. Ada baiknya seorang Ayah mendengarkan Pendapat dan Perasaan yang dikemukakan Anak. Sebab Anak akan merasa bahwa Orang Tua mempunyai Perhatian terhadap dirinya. Mencoba memahami dirinya sehingga ia pun terlatih untuk mengutarakan perasaan dan pendapatnya.

AKTIF INTERAKSI DENGAN ANAK
Banyak cara yang dapat dilakukan agar sang Ayah bisa semakin aktif berinteraksi dengan anak. berikut Tip-Tipnya :
1. Ketika Anak mulai beranjak usia sekolah, ia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan agar
terlibat dalam kehidupan sosialnya, dengan mengenali misal Teman-Temannya, dengan siapa ia
bergaul, aktifitas yang ia lakukan bersama temannya/ Guru TK/ SD nya.
2. Jadilah pendengar yang Baik:
Kesibukan Kerja terkadang membuat seorang Ayah mengabaikan cerita-cerita sang Anak. Berikan
keseimbangan antara Kerja dan keluarga atau usahakan Jangan membawa pekerjaan ke rumah.
Luangkan waktu untuk mendengarkan celotehnya dan mengerti benar isi cerita itu Jangan hanya
mengiyakan agar cerita anak itu cepat selesai atau berkata "nanti dulu karena Ayah sedang sibuk".
Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak semakin malas untuk bercerita.
Akhirnya kebiasaan bercerita dan sharing dari Anak akan menghilang.Jadi jangan mengeluh jika Anak
tidak Terbuka suatu hari nanti karena kebiasaan ini dimulai dari Respon sebagai pendengar yang baik
atau tidak. Dengan menjadi Pendengar Yang Baik Keterbukaan akan menjadikan Anak dapat
mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.
3.Komunikasi Yang Baik:
Usahakan tetap menjalin komunikasi dengan baik melalui Telfone atau sms. Juga Anda dapat
menggunakan Momen ini sebagai pendewasaan bagi Anak Anda.
4.Percayai Anak dan berikan Kebebasan :
Jadilah Seorang Ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai Anak Anda. kepercayaan
akan menjadikan anak tumbuh menjadi Anak yang Percaya Diri dan Mandiri. Dan tetaplah membuka
kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan Prinsip.
5. Penuhilah sesuai Kebutuhannya :
Bertambah dewasa seorang anak, akan semakin bertambah kebutuhannya, semakin beragam. Jangan
paksakan dan menganggapnya masih bayi. mereka membutuhkan perlakuan sesuai dengan usianya.
Cobalah memahami Kebutuhan Anak!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar