Minggu, 09 Agustus 2009

Jangan Meremehkan Amal Yang Dianggap Kecil !!

dikutip dari tulisan Ustadz Muhammad Roy

Imam al-Ghazali, dalam salah satu kitabnya, Ihya’ Ulum al-Din menceritakan bahwa suatu saat ketika ia mengarang kitab, ada seekor lalat yang terbang mendekat dan hinggap di tinta penanya. Pertama al-Ghazali bermaksud mengusir lalat tersebut karena merasa terganggu. Namun kemudian ia sadar bahwa lalat tersebut sedang kehausan, maka dibiarkanlah lalat itu minum sepuasnya dari tinta al-Ghazali. Setelah lalat tersebut hilang dahaganya, ia lantas terbang entah kemana.

Malam harinya al-Ghazali bermimpi bahwa ia dihisab di padang mahsyar, dan pengadilan akhirat memutuskan untuk memasukan al-Ghazali di surga. Saat itulah muncul suara yang menggema dan berwibawa; “Wahai Ghazali, menurutmu amal apa yang menyebabkan engkau termasuk golongan ahli surga?” al-Ghazali menjawab; “Engkau lebih tahu ya Allah, tetapi kalau aku boleh menebak, maka kitab-kitab karanganku lah yang menyebabkan semua ini”. Suara itu berkata: “bukan wahai Ghazali, karanganmu memang banyak, kitabmu berjilid-jilid, tetapi yang menyebabkan beratnya timbangan pahalamu adalah seekor lalat yang engkau biarkan minum ketika ia kehausan”.

Imam al-Ghazali, dalam salah satu kitabnya, Ihya’ Ulum al-Din menceritakan bahwa suatu saat ketika ia mengarang kitab, ada seekor lalat yang terbang mendekat dan hinggap di tinta penanya. Pertama al-Ghazali bermaksud mengusir lalat tersebut karena merasa terganggu. Namun kemudian ia sadar bahwa lalat tersebut sedang kehausan, maka dibiarkanlah lalat itu minum sepuasnya dari tinta al-Ghazali. Setelah lalat tersebut hilang dahaganya, ia lantas terbang entah kemana.

Malam harinya al-Ghazali bermimpi bahwa ia dihisab di padang mahsyar, dan pengadilan akhirat memutuskan untuk memasukan al-Ghazali di surga. Saat itulah muncul suara yang menggema dan berwibawa; “Wahai Ghazali, menurutmu amal apa yang menyebabkan engkau termasuk golongan ahli surga?” al-Ghazali menjawab; “Engkau lebih tahu ya Allah, tetapi kalau aku boleh menebak, maka kitab-kitab karanganku lah yang menyebabkan semua ini”. Suara itu berkata: “bukan wahai Ghazali, karanganmu memang banyak, kitabmu berjilid-jilid, tetapi yang menyebabkan beratnya timbangan pahalamu adalah seekor lalat yang engkau biarkan minum ketika ia kehausan”.


Syekh Zainuddin dari Malabar India mendendangkan syair:

Batu-batu ketakwaan di dasar hatimu

Adalah biji-biji nirmala

Yang melahirkan pohon-pohon keagungan

Dengan teduh dan buah yang tidak akan pernah berakhir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar