Minggu, 16 Agustus 2009

Seputar Dakwah untuk Mendirikan Khilafah

Sekarang ini sudah tidak menjadi sebuah realitas yang diperselisihkan bahwa ummat sudah merindukan penerapan Syariat Islam melalui bentuk kekhilafahan. Karena Sistem Khilafah telah menjadi suatu bukti yang sangat valid dan solid terhadap kerinduan tersebut. Saat ini juga telah terbukti bahwa Allah Swt telah mengembalikan kerinduan dan keinginan dalam hati sanubari ummat Islam di seluruh dunia. Hal ini ditandai dengan usaha ummat Islam untuk mengembalikan diberlakukannya aturan Islam dalam kehidupannya. Diantara mereka itu bahkan telah mengabdikan dan mendedikasikan seluruh waktunya bahkan seluruh kehidupannya untuk meninggikan Agama yang Agung ini. Mereka tanpa pamrih berjuang untuk penegakkan Syariat Islam, bekerja untuk penegakkan Islam demi tujuan mulia yaitu mendapatkan ridla Allah Swt.

Mengetahui sebelum beraksi.

Perkara penting yang harus diingat bagi para pengemban dakwah adalah wajibnya bagi mereka mengikuti risalah yang dibawa Rasulullah saw. Itu bisa dilakukan jika mereka memiliki ilmu mengenai risalah tersebut.

Tentu sangat disayangkan jika ada pengemban dakwah yang berbuat tanpa diikuti ilmu. Sejarah telah mencatat, pergerakan kebangkitan yang patriotik melawan penjajah hanya terbatas untuk mengusir penjajah semata, pada saat yang sama mereka juga menerapkan contoh keghidupan sekular bahkan menyesuaikan sekularisme tersebut dengan pola kehidupannya. Bukan meninggalkan bahwan menelanjangi keburukannya. Saat ini juga kita melihat, dibawah bendera Islam beberapa pemerintahan ummat memimpin dengan gaya “percobaan” pada penerapan syaraiat islam, dengan tujuan kemaslahatan, sehingga timbul adaptasi dan kompilasi hukum Islam. Bukan semata-mata ketundukan walaupun Al Qur’an dan Sunnah, walau dalam telah banyak kitab telah menunjukkan detail bagaimana penerapan syarait Islam tanpa terkontaminasi dengan pemikiran berbahasa yaitu sekularisme dan kapitalisme.

Yang jelas Islam telah menempatkan Ilmu dan pemikiran sebagai prasyarat terhadap suatu perbuatan, sehingga hal ini bisa memastikan bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang benar dan shahih yang sesuai dengan Syariat Islam yang benar untuk meraih tujuan yang Mulia.

Pertanyaan berikutnya adalah – jenis Ilmu seperti apa yang dibutuhkan?

Berikut beberapa hal yang patut di pahami dan dikuasai bagi para pengemban dakwah:

1. Meraih pemahaman Islam dan konsep-konsep dasarnya.

Konsep dasar pemahaman Islam harus dimulai dari Aqidah (keyakinan). Karena Aqidah harus menjadi dasar dari seluruh perbuatan yang benar. Seorang muslim harus meyakini asas Islam, karena struktur yang benar terletak kekuatan dan pondasi yang solid. Kita telah menyaksikan -dengan kesedihan yang mendalam- saat dimana orang-orang hebat dengan kekuatan yang besar berbuat hanya dan untuk tujuan Islam. Akan tetapi kemudian meninggalkan aktivitasnya tersebut kepada orang yang lain dengan fondasi agama yang lemah sehingga berikutnya yang mereka miliki hanyalah semangat dan keinginan daripada pengetahuan yang didengungkan. Sehingga menimbulkan efek yang justru menjadi bumerang bagi agama Islam itu sendiri.

2. Memahami Aturan Syariat.

Islam telah mewajibkan bagi seorang muslim untuk memahami hukum syara menyangkut perbuatan-perbuatannya. Jadi seorang muslim harus menyadari, mengetahui dan memahami kewajiban-kewajibannya. Adalah keliru jika seorang pengemban dakwah, tidak menerapkan syariat Islam dalam kehidupan pribadinya. Sekali lagi kita dapat menyaksikan banyak pengemban dakwah yang membuka diri dan bangga dengan kultur asing. Media yang sangat melenakan seperti film, sinetron dan musik, bahkan dengan hal-hal yang sepele yang mengadopsi kultur Asing yang memang sangat manusiawi untuk dilakukan oleh seorang manusia. Dalam memahami aturan syariat, seseorang siapapun itu harus menyakini hal tersebut secara utuh tidak membatasi batasan hanya untuk sebahagian saja. Karena hal tersebut justru dapat menjerumuskannya. Seharunya aturan Islam yang digali, dipelajari dan dipahami untuk dilaksanakan atau diambil sepenuhnya, secara menyeluruh..

3. Untuk memahami poin-poin utama dari system kufur.

Rasulullah saw mengetahui pemikiran-pemikiran orang kafir Quraish sehingga beliau mampu mengupkapkan kekeliruan tersebut dan berdakwah untuk menentang mereka. Allah Swt juga mendorong kita untuk hal tersebut. Banyak peristiwa yang telah digambarkan dalam al-Qur’an yang menunjuk pada penyangkalan yang ada terhadap kaum musyrik. Untuk itu seorang muslim harus mewaspadai ideologi yang dominan, sekuralisme, kapitalisme serta komponen-komponennya karena berbeda dengan ideologi Islam. Mengatahui perbedaan tersebut membutuhkan lebih dari sekedar pemahaman yang dangkal dan menjadi suatu anggapan umum yang tidak meyakinkan. Allah Swt telah mengingatkan kita dalam firmanNya:

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.[QS Yusuf 12]: 108]

Dalam ayat tersebut Allah Swt telah memerintahkan untuk menggali ilmu secara tepat. Saat ini kita kita dipaksa untuk memahami globalisasi, demokrasi, kebebasan, dialog lintas agama, dan sekularisme diantara banyaknya ide-ide lain yang cacat, padahal hal tersebut tidak boleh diadopsi oleh ummat muslim.

4. Pengetahuan yang benar pada pengemban dakwah Islam.

Bila seorang muslim mempelajari Islam secara benar dia akan menemukan bahwa Islam telah ditempatkan oleh fuqaha dengan otoritas yang benar. Ini sebagai bagian paling penting untuk menjaga aturan-aturan Islam dan kaum muslim. Keharusan ini juga akan dirasakan ketika otoritas para pangemban dakwah tidak berada pada posisinya unutk mengembalikan kehidupan islami tadi. Otoritas yang benar adalah Khilafah untuk penegakan Islam. Rasulullah Saw Bersabda:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Sesungguhnya tidak akan nabi setelahku, lalu akan ada para khilafah hingga jumlah mereka banyak.” Mereka bertanya,” Apa yang Anda perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Menjawab,” Tunaikanlah bai’at khalifah yang pertama saja, dan yang pertama. Berikanlah kepada mereka haknya, karena Allah nanti akan menuntut pertanggungjawaban mereka atas rakyat yang diurusnya” (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Jadi jalan yang paling benar untuk penerapan Islam secara menyeluruh adalah Khilafah. Ini artinya untuk mengembalikan aturan Islam secara menyeluruh, caranya adalah dengan jalan politik yang mana berikutnya adalah dibutuhkan pemahaman Islam melalui partai politik

Pendek kata, setiap insane muslim harus mempelajari, mencari dan menggali pengetahuan Islam secara terus menerus dan harus selalu berusaha keras meningkatkan mutu pemahamannya.

Mengemban Dakwah

Jika seorang muslim telah mendapatkan pengetahuan yang benar maka dia harus segera melaksanakan pengetahuannya tersebut secepatnya. Ilmu ini tidak akan bermanfaat bagi manusia bagaimanapun dia mendapatkannya dan bagaimana faqih dirinya. Hukum syara telah mengatakan bahwa hal yang paling esensial dalam penegakkan Islam dan mengembalikan khilafah adalah mengemban dakwah, yaitu mengajak manusia untuk menerapkan Islam.

Allah Swt berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (QS al-Nahl [16]: 125).

Islam juga telah memberikan perintah bahwa dakwah adalah wajib dan harus dilaksanakan segera setelah mempunyai ilmunya. Tidak pernah ada dalam sejarah Islam bahwa dakwah adalah berdiam diri dirumah setelah mengetahui pengetahuan Islam. Kalau kita menilik beberapa riwayat para sahabat (ra) adalah bukti dalam hal ini. Rasulullah saw telah mengingatkan dalam sabdanya:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Sampaikan apa saja yang dariku walaupun itu hanaya satu ayat (HR al-Bukhari, al-Tirmidzi, dan Ahmad dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash).

Berikut adalah beberapa hal yang dibutuhkan penting untuk selalu dicamkan dalam benak dan pemikiran seorang pengemban dakwah:


1. Dakwah harus fokus.

Seorang muslim harus mengungkapkan dakwah secara jelas, terus terang, dan tidak ditutu-tutupi. Kita sadari ketiadaan khilafah menjadikan dakwah ini lemah dan tidak terus terang. Untuk itu Islam membutuhkan gerbong dakwah untuk menuntaskan permasalahan ini. Ummat islam harus mengungkapkan rencana jahat pihak asing terhadap kelangsungan negeri ini, para agent mereka telah menerapakan ideologi yang rusak yang membuat jarak antara sesama muslim dari kesatuan ummat Islam. Ummat Islam harus menyadari dan memahami bahwa konsep tentang nasionalisme, pragmatisme yang yang salah telah diterapkan secara terencana dan berkesinambungan sehingga ummat menyukai hal ini.

2. Dakwah seharusnya ditujukan untuk pengabdian kepada Allah Swt.

Seorang pendakwah dakwah seharusnya tidak mencari keuntungan baik atas harta maupun kedudukan dari dakwah yang dibawakannya. Akan tetapi hanya untuk kepentingan Allah semata. Prinsip ini harus sangat dipahami dan tidak boleh terpisahkan dari kehidupan serta keyakinan, dan tidak boleh sekejap pun berubah hanya karena bujukan manusia atau yang lainnya.

3. Tidak mencampurkan dakwah dengan ide bathil

Rasulullah saw telah memberikan contoh yang sangat gamblang bahwa beliau menyampaikan risalahnya tanpa mengikuti rasa egois beliau ke dalam dakwahnya. Namun beliau berdakwah murni karena perintah Allah Swt.

4. Panggilan dakwah harus diemban tanpa kompromi.

Tidak dibolehkan sama sekali untuk merubah pesan, isi atau materi dakwah yang disampaikan Rasulullah saw demi menyenangkan seseorang atau sekelompok orang, atau untuk mendapatkan dukungan. Dakwah harus jujur, terus terang dan gamblang namun harus disampaikan secara bijak, menggunakan tutur kata yang tepat dan cara yang enak untuk disampaikan tapi tidak merubah isinya. disampaikan dengan benar serta jujur. Terlebih dakwah tidak boleh sama sekali disampaikan dengan mencampurkan dengan ide-ide barat atau di pengaruhi ideologi asing. Dakwah harus disampaikan secara murni dan jernih yang datang dari Islam.

5. Pengemban Dakwah harus siap menghadapai cobaan dan godaan.

Satu-satunya jalan untuk menghadapi hal ini adalah ilmu benar atas ide-ide penting Islam seperti Qada’ dan Qadr, rizki datangnya hanya dari Allah Swt, atau tawakal (bergantung hanya kepada Allah Swt). Para Pengamban dakwah juga haruslah melengkapi diri mereka dengan pengetahuan mengenai riwayat Rasul-Rasul terdahulu beserta sahabat-sahabatnya dan bagaimana mereka menghadapi banyak kesulitan sehingga akhirnya mereka harus mendekat kepada Qur’an satu-satunya yang memiliki kemampuan untuk memotivasi, menginspirasi dan member kekuatan.


Bekerja bersama Partai Islam

Allah Swt telah mewajibkan dakwah bagi setiap Muslim. Allah Swt juga telah mewajibkan pada ummat untuk mendirikan setidaknya satu golongan yang menyeru kepada kebaikan yaitu Islam, untuk menyeru kepada yang ma’ruf (semua yang baik) dan mencegah yang munkar (semua yang buruk). Allah Swt berfirman:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

” Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [Al-Imran: 104]

Ayat ini mewajibkan bagi setiap ummat Islam untuk membentuk satu kelompok. Tugas ini akan efektif maka dibutuhkan usaha bersama. Lebih jauh Rasul saw bertugas bersama para sahabat sebagai satu kelompok untuk merubah masyarakat kufur dan menggantinya menjadi masyarakat yang Islami.


Ada beberapa poin untuk dipertimbangkan sebelum memilih kelompok atau kelompok-kelompok yang benar untuk memastikan bahwa usaha yang diambil adalah dengan penuh kesadaran. Dengan segala usaha ini, Allah Swt akan mencatat kapatuhan kita pada-Nya dan dengan demikian memilih kelompok mana saja tidak diperbolehkan, dibandingkan kelompok atau kelompok-kelompok yang memenuhi kewajiban menurut ayat ini haruslah dipertimbangkan. Inilah beberapa poin-poin tersebut :

1. Kelompok ini haruslah kelompok Islam.

Allah Swr menyebutkan dalam ayat ini kata ‘al-khair’, yang berarti Islam. Jadi bila mereka bekelompok dalam kelompok nasionalis, demokratis, kapitalis, sosialis atau yang lainnya, mereka tidak akan memenuhi perintah dalam ayat ini. Bahkan bergabung dalam kelompok yang asasnya berasal dari ide-ide asing atau semisalnya adalah dosa, sebagaimana menyerukan ide-ide ini atau semacamnya adalah haram.

2. Kelompok ini haruslah menyerukan isu-isu penting, sebagaimana ditegaskan dalam Islam.

Isu penting saat ini adalah penegakan kembali khilafah. Sebab, khilafah yang akan menerapkan Islam. Tanpa khilafah, tidak akan mungkin bagi masyarakat dapat mentaati seluruh hukum Islam. Dengan kata lain menyerukan Khilafah adalah sebuah pekerjaan politik, sebagaimana melibatkan perubahan masyarakat untuk membangun kekuasaan dan merubah kekuasaan berasas non Islam yang ada saat ini. Jadi kelompok ini haruslah sebuah kelompok atau partai politik.

3. Kelompok ini haruslah memiliki metode yang jelas dalam keanggotaan.

Telah banyak diamati bahwa banyak kelompok yang dinodai dengan konflik, pertentangan, pertikian, dan semacamnya. Hal ini disebabkan karena para anggota dari kelompok-kelompok ini tidak miliki persamaan tujuan dan ide. Biasanya orang-orang antusias untuk memilih atau bergabung dengan suatu kelompok hanya karena mereka ingin menunjukkan bahwa mereka antusias untuk bekerja bersama-sama tapi sayangnya tanpa ide dan tujuan yang sama atau kabur.

4. Kelompok ini haruslah memiliki sebuah ‘proses pembinaan’.

Harus memiliki cara untuk membina dengan baik anggota baru dalam kelompok sebagaimana membina para anggota-anggotanya. Pembinaan ini haruslah ditangani dengan serius dan harus diikuti oleh seluruh anggota. Ini untuk memastikan mereka dibina dan dibangun dengan pembinaan Islam, memurnikan tujuan dan pemikiran mereka, membangun konsep-konsep mereka dan menguatkan keputusan mereka. Jadi semangat dan antusias awalnya dipindahkan menjadi ilmu yang bergema dan pekerjaan yang konsisten. Sangat disayangkan bahwa banyak yang memulai bekerja untuk Islam dan kemudian menghentikannya; ini dapat digolongkan sebagai kekurangan dalam pembinaan dengan Islam dalam kelompok ini.

5. Kelompok ini haruslah jelas dalam bersuara, dan tegas dalam bertindak.

Untuk menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar membutuhkan para Muslim untuk menentang yang salah dan membela yang benar.

6. Kelompok ini haruslah mempelajari fakta secara jelas dan komprehensif.

Islam memerintahkan bahwa fakta dimana kelompok ini bertugas haruslah dipahami. Termasuk juga mempelajari dengan baik pemikiran-pemikiran dan ide-ide yang ada di masyarakat juga makar-makar dan rencana-rencana kaum kafir dan agen-agen penguasa di negeri-negeri kita. Dengan hanya memiliki pemahaman umum mengenai fakta tidak akan memungkinkan masyarakat untuk memahami kenyataan mendasar dari permasalahan yang kita hadapi.

7. Kelompok ini tidak boleh merendahkan atau menyalahkan ummat karena mereka tidak mau bergabung atau atau tidak mau membela Islam.

Kelompok ini justru harus mengajak ummat untuk bangkit, menyemangati mereka, mengajak mereka untuk bangkit dari tidurnya dan mengadakan perubahan kearah yang benar.

8. Kelompok ini haruslah memiliki suasana kuat yang menyatukan para anggotanya.

Suasana ini haruslah suasana yang murni dan haruslah berdasarkan pada pencarian ridho Allah Swt. Kekuatan ide membuat seseorang bersedia untuk mengorbankan waktu dan usahanya.

Kesimpulannya adalah ketiga poin besar tersebut yaitu Ilmu, mengemban dakwah dan bergabung dengan partai Islam akan menjadi cara praktis untuk menegakkan Khilafah. Jadi sesudah ini, kami ingin mengatakan bergabunglah dengan mereka yang sungguh-sungguh/tulus untuk meraih tempat tertinggi di Jannah. Kuatkan ketetapan hati anda, untuk Ummah yang merindukan perubahan, dan perubahan ini membutuhkan usaha. Semoga usaha kita diganjar pahala yang berlipat ganda di mata Allah Swt dan semoga kita menjadi orang-orang yang dicintai Rasul saw. Beliau bersabda:


بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا ثُمَّ يَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ


“Islam dimulai dari sesuatu yang asing, dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing, jadi berikan kabar gembira bagi mereka yang terasing.” Ditanyakan,”Siapakah mereka yang terasing itu, Ya Rasul Allah?” Beliau bersabda,”Mereka adalah yang memperbaiki masyarakat ketika terjadi kerusakan.” (HR Ahmad dari Abdurrahman bin Sannah).

Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.


Abee Ramadhani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar